Uncategorized

Air Pasang Disertasi Ombak Kuat, Warga di Namrole Mengungsi Ke Gunung

RIBUAN warga beberapa desa di Namrole Kabupaten Bursel Provinsi Maluku panik saat menyaksikan terjadinya air pasang yang disertai gemuruh gelombang di pesisir pantai Namrole Bursel, Provinsi Maluku.

Nurhayati Fatunlebit seorang warga Namrole Bursel saat dikonfirmasi Harian Rakyat Maluku mengatakan, air pasang yang itu terjadi pada Kamis 24 Januari sekira pukul 03.00 WIT.

Kata dia, air pasang tersebut merambat masuk hingga ke pemukiman warga. Lantaran panik dan dihantui dengan bayang-bayang tsunami, ribuan warga di beberapa desa yang ada di Namrole terpaksan lari menuju dataran tinggi atau gunung untuk menyelamatkan diri.

“Banyak orang yang lari menuju daerah ketinggian atau menuju gunung, ada yang berjalan menuju ke Kilometer 3 Kota Namrole untuk srlamatkan diri karena takut terjadi tsunami,” ujar Nurhayati yang dikonfirmasi via telpon seluler.

Selain ke pegunungan, kata dia ada juga yang memilih untuk tetap berada di rumahnya sambil berjaga-jaga dan mengantisipasi terjadi hal-hal lain. Warga yang mengungsi ke daerah pegunungan itu berhamburan keluar bersama keluarga dan anak-anak. 

“Ada juga yang yang menyelamatkan diri dan keluarga menggunakan kendaraan roda dua serta ada yang berlarian sambil menjinjing sejumlah tas yang berisi surat-surat penting seperti ijazah dan dokument penting lainnya,” tandasnya.

Abdukarim Hatuwe yang juga warga Namrole juga mengaku, menyaksikan terjadinya air pasang dan gelombang tinggi dipesisir pantai Namrole. Namun dirinya hanya menyaksikan ribuan warga panik dan berlarian menuju ke arah pegunungan.

“Air naik dan gelombang sangat besar, itu membuat warga disekitar pesisir semua lari menuju gunung untuk menyelamatkan diri dan keluarga karena takut tsunami,” ujar Dukrim.

Selain di Buru Selatan, air pasang laut disertai gelombang juga terjadi di beberapa daerah di Maluku, khususnya perkampungan yang berhadapan langsung dengan wilayah barat berdasarkan hitungan mata angin.

Di Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD) juga merasakan dampak yang sama.

Di MBD, sejumlah kapal yang mestinya melanjutkan pelayaran ke Ambon, terpaksa harus berlindung di pelabuhan yang agak tenag dari amukan gelombang laut.

Sementara di Desa Lurang, Pulau Wetar, Kabupaten MBD, dilaporkan juga bahwa beberapa rumah warga yang berada di tepian pantai ikut tersapu gelombang laut pada tadi malam 24 Januari 2019. 

Kepala BPBD Bursel Awat Mahulauw yang dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa air pasang dan gelombang tinggi di wilayah tersebut dan membuat warga panik dan lari menyelamatkan diri.

“Warga berhamburan lari ke ke lokasi atau areal ketinggian untuk mengamankan diri saat terjadi air pasang,” ujar Awat.

Warga semakin panik lantaran beredarnya isu bahwa akan terjadi tsunami. Apalagi, trlah terjadi peristiwa tsunami dibeberapa daerah pada 2018 lalu, itu yang menghantui mereka. Namun, saat ini kondisi di Namrole sudah kembali normal dan warga pun sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Kami sudah menyampaikan kepada warga bahwa tidak ada tsunami. Dan warga pun sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing,” terangnya. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top