NEWS UPDATE

Akar Dinasti Tuasikal Makin Kokoh

Kotarumalus : AT Fenomenal, 20 tahun Preferensi Positif Tetap Terjaga 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku telah menetapkan hasil Pemilihan Umum dan Pemilihan Anggota Legislatif. Ada sejumlah nama baru yang duduk mewakili masyarakat Maluku di Senayan. 

Seperti Abdullah Tuasikal dari Partai Nasional Demokrat, kemudian ada Hendrik Lewerisa asal Partai Gerakan Indonesia Raya, serta Saadiyah Uluputty dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ditambah incumbent Mercy Barends dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sosok Abdullah Tuasikal memang bukan sembarang politisi, selain berhasil meraup  suara signifikan di Pileg kali ini, istrinya pun unggul dan ditetapkan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. 

Sejumlah kerabatnya juga melanggeng ke DPRD kabupaten Maluku Tengah.

Dari data yang diperoleh RakyatMaluku.com, untuk Pileg kali ini, Abdullah Tuasikal (AT) bersama istrinya mendulang suara dari Daerah Pemilihan Maluku III, yakni Maluku Tengah, kabupaten yang dulunya dia pimpin selama dua periode, kemudian kekuasaan itu diteruskan kepada kakaknya Tuasikal Abua.

Pengamat Politik dari Universitas Pattimura (Unpatti), Amir Kotarumalus mengatakan, ada beberapa hal yang membuat keluarga Abdullah Tuasikal terpilih dalam Pileg kali ini.

Pertama hubungan patron klain yang terbangun diatas kerja-kerja politik keluarga Tuasikal selama ini. Hubungan ini ditanamkan dalam kadar yang tinggi dan baik sehingga tetap berbekas dalam ingatan masyarakat Maluku Tengah. 

Selain itu ada kerja-kerja Bupati saat ini yang tak lain adalah kakak kandungnya.

“Menariknya hubungan ini terbangun diatas kepentingan -kepentingan individu yang teridentifikasi sebagai wakil massa,” nilai Kotarumalus.

Faktor lain sehingga pasangan suami istri ini terpilih, karena sikap kedermawan politik yang dilakukan Abdullah Tuasikal dapat dikelola menjadi preferensi dan referensi positif bagi pemilih di Maluku Tengah.

Kotarumalus menganggap pasti ada banyak hal positif yang dilakukan Tuasikal selama menjadi kepala daerah di Maluku Tengah. Kebaikan demi kebaikan yang dikerjakan Tuasikal itu lantas menjadi alasan pemilih untuk membalasnya di Pileg. 

“Ini balas budi masyarakat. Pak Dullah menjabat sebagai bupati itu banyak berbuat. Kemudian masyarakat menganggap sebagai hutang budi poilitik yang harus dibayar. Sehingga mereka tinggal mengolesnya. Disamping mesin briokrasi bekerja efektif, lewat komando kepala daerah menambah signifikan perolehan suara mereka berdua,” nilainya. 

Menurutnya, kemenangan Abdullah Tuasikal, Miranti dan kerabat Tuasikal lainnya bukan faktor money politic. 

Jika ada yang mengatakan demikian perlu dibuktikan. Apalagi pengawasan yang dilakukan lembaga negara pun sangat ketat. Ada pengawasan berjenjang dan berlapis

“Ada program pengawasan partisipatif dari bawaslu. Selama ini kan tidak ada laporan. Kalau kita bicarakan money politic pun kan tidak terbukti selama ini,” ujar Kotarumalus sembari menambahkan AT adalah politisi yang fenomenal, dia mampu mengelolah Maluku Tengah hingga saat ini dan tak satupun politisi yang dapat menjebol ketokohan Tuasikal di Maluku Tengah.(ARI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top