KABUPATEN SBB

Aleg Maluku Temui Pendemo dari SBB

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Provinsi Maluku daerah pemilihan Kabupaten Seram Bagian Barat M. Hatta Hehanussa, menemui para demonstran yang mengatasnamakan diri Mahasiswa Taniwel Raya di halaman kantor DPRD Maluku, Karang Panjang, Kota Ambon, Selasa, 13 Oktober 2020.


Dalam aksi itu, para mahasiswa yang rata-rata berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menuntut agar DPRD Maluku segera memanggil pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pengelolaan tambang marmer di Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB. Sebab, kehadiran perusahaan tersebut tak sama sekali membawa faedah kepada masyarakat, tapi hanya menguntungkan kelompok tertentu di pemerintah daerah dan para pengusaha saja. Bahkan, kehadiran perusahaan yang mengolah tambang marmer di Taniwel, dianggap sebagai malapetaka karena akan menyebabkan kerusakan lingkungan di kawasan itu.

Sebagai wakil rakyat SBB yang duduk di Kantor DPRD Maluku, Hatta bersedia memfasilitasi para mahasiswa untuk turun langsung ke wilayah tambang dan melihat kondisinya dari dekat. Olehnya itu, ia berharap agar setiap masalah yang terjadi di Kabupaten SBB, yang hendak disikapi, sekiranya dapat dikoordinasikan bersama lima anggota DPRD Maluku Dapil SBB. Sebab, keberadaan mereka di DPRD Maluku, tak lain untuk memperjuangkan pembangunan di wilayah Saka Messe Nusa itu.

Sementara dalam aksinya, para pendemo menuntut agar pemerintah daerah, baik Provinsi Maluku maupun Pemkab SBB segera mencabut izin operasional yang sudah diberikan kepada perusahaan, untuk mengelola tambang marmer di wilayah Kecamatan Taniwel. Pasalnya, keberadaan tambang ini akan menjadi malapetaka untuk kerusakan hutan di wilayah tersebut. Tak saja itu, para pendemo juga menduga, adanya persengkokolan antara pemerintah daerah, baik Pemprov Maluku maupun Pemkab SBB dengan pemilik perusahaan untuk meloloskan produksi tambang Marmer di wilayah Taniwel.

Bagaimana tidak, sudah beberapa kali menggelar aksi penolakan, pihak perusahaan tetap masih melaksanakan produksi kendati ditolak oleh masyarakat yang ada di wilayah tambang. Para pendemo berharap, persoalan ini dapat segera disikapi. Kalau tidak, aksi mereka akan terus dilanjutkan, hingga aktifitas perusahaan tambang ini dapat dihentikan.(*)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top