KABUPATEN SBB

Aleg Maluku Temui Warga Taniwel Pasca Demo

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Empat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, dua di antaranya dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Seram Bagian Barat, M. Hatta Hehanussa dan Toraya Samal, Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saoda Tethol dan Temy Oersipuny, menemui masyarakat di Desa Taniwel, Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB, Kamis, 14 Oktober 2020.


Kunjungan Ketua Komisi II DPRD Maluku beserta tim ini, dalam rangka merespon cepat aksi masyarakat dan mahasiswa di Kantor DPRD Maluku yang mendesak agar segera dievaluasi keberadaan Tambang Marmer di Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB, yang digelar pada Rabu, 13 Oktober 2020.

Di mana, dalam aksi Aliansi Taniwel Raya (ANTARA) yang terdiri dari perwakilan masyarakat Taniwel, Kasieh dan Nukuhai di Kantor DPRD Maluku menolak dengan tegas kehadiran Tambang Batu Marmer di Taniwel. Penolakan ini beralasan, karena akan mengganggu lingkungan hidup dan masa depan masyarakat setempat atas kebutuhan alam. Tak saja itu, penolakan juga didasarkan pada kondisi lapangan, bahwa sampai saat ini baik pemerintah daerah Kabupaten SBB, maupun pihak perusahaan tidak pernah mengkoordinasikan rencana dibukanya tambang Batu Marmer tersebut. Padahal, keberadaannya di atas tanah adat atau tanah dari negeri setempat.

Agar persoalan ini tidak berlarut panjang dan dapat segera disikapi demi kepentingan dan kemajuan pembangunan di SBB, terutama untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, maka dua Aleg Dapil SBB ini, menggandeng Ketua dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku yang bermitra langsung dengan dinas terkait, untuk mendengar langsung keluhan masyarakat. Penting, sehingga informasi yang diterima dari masyarakat, dapat dijadikan sebagai alasan untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya dinas terkait.

Apalagi, saat aksi para demonstran mendesak untuk wakil rakyat DPRD Maluku Dapil SBB mendengar dan memperjuangkan aspirasi mereka. Sebagai wakil rakyat yang mewakili SBB, maka Hatta Hehanussa dan Toraya Samal memiliki amanah untuk mendengar langsung keluhan di lapangan.

Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Balai Desa Taniwel, Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB, Hatta Hehanussa dan rekan-rekannya meminta penjelasan secara detil dari masyarakat terkait tambang dimaksud.

Bagi Hehanussa, ia bersama rekannya, Toraya Samal, beserta wakil rakyat lainnya dari Dapil SBB, berkewajiban untuk mendengar aspirasi masyarakat, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk diperjuangkan kepada pemerintah.

Sebagai anak adat dari Kabupaten SBB, Hatta dan Toraya tidak akan mendiamkan persoalan ini. Keduanya akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam proyek ini, sehingga persoalan yang disikapi masyarakat ini dapat segera tertangani. Prinsifnya, menurut Hatta, pembangunan dalam bentuk apapun yang dilakukan pemerintah, harus mencerminkan asas peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia sepakat, apabila Tambang Marmer ini tidak memberikan jaminan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan dapat merusak lingkungan alam maka harus disikapi secara serius.

Dalam kunjungan kemarin, Hehanussa dan rekan-rekannya diberikan tuntutan masyarakat, yang mengatasnamakan diri ANTARA, beserta tuntutan Pemerintah Negeri Taniwel, yang sedianya sudah ada sejak bulan September 2020 lalu.

Berikut, kutipan pernyataan sikap, ANTARA; Meminta Pemprov Maluku menghargai kedaulan atas hak-hak masyarakat adat Kecamatan Taniwel. Menolak dengan tegas berbagai upaya eksploitasi di ulayat masyarakat adat di Kecamatan Taniwel. Mendesak Gubernur Provinsi Maluku segera mencabut dan atau menerbitkan surat pembatalan rekomendasi yang diberikan kepada PT Gunung Makmur Indah tentang wilayah izin usaha pertambangan (WIUP). Mendesak Gubernur Maluku agar segera menginstruksikan kepada Bupati SBB, M. Yasin Payapo, untuk menindaklanjuti surat-surat pembatalan rekomendasi yang diberikan kepada PT Gunung Makmur Indah tentang Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Mendesak DPRD Provinsi Maluku untuk segera mendesak Bupat SBB menghentikan segala bentuk izin usaha pertambangan yang ada di wilayah Kecamatan Taniwel. Meminta DPRD mengawal seluruh aspirasi masyarakat Taniwel yang telah disampaikan. Pernyataan sikap ini diketahui, Korlap I Reimon Nauwe, Korlap II Baytia Masihuwey, Korlap III Jems Kotta, Korlap IV Ade Lumamuly.

Sebelumnya, pada tanggal 13 September 2020 lalu, telah disimpulkan hasil rapat Negeri masyarakat Taniwel tentang Proyek Tambang Marmer yang akan dilaksanakan di Gunung Nakaela, bahwa, seluruh masyarakat Negeri Taniwel menolak dengan sangat tegas pelaksanaan proyek tambang Marmer di Gunung Nakaela, baik staf negeri maupun masyarakat biasa. Mengingat, gunung tersebut merupakan ikon/jati diri masyarakat adat Negeri Taniwel dengan berdiri tegak perkasa bagaikan ‘Manawa Alifuru’, yang akan melindungi Sapalewa sebagai ‘Mahina Alifuru’ karena Gunung Nakaela merupakan talud atau penyangga bantaran Wai Sapalewa. Sehingga proses eksploitasi dilakukan, maka akan terjadi banjir bandang yang sebabkan oleh meluapnya Wai Sapalewa, dan sangat berdamapk pada negeri adat Taniwel, serta negeri-negeri adat lainnya di sekitarnya. Dan, dampak negatif akan dialami lebih besar dari pada dampak positif.

Penolakan juga dipertagas dari golongan muda yang juga memikirkan masa depan mereka. Di mana, generasi mereka dan generasi selanjutnya yang akan mengecap dampak negatif dari pengoperasian tambang tersebut. Pergerakan-pergerakan akan dilakukan oleh masyarakat Negeri Taniwel sebagai bentuk upaya tindakan penolakan. Pernyataan sikap ini diketahui, ditandatangani dan dicap oleh Pejabat Desa Taniwel, Welem S. Niwele dan Ketua BPBD Kabel Lissay.

Mereka yang mengetahui kesepakatan ini turut mengesahkannya, Soa Taniwel, Benjamin Latue selaku Kepala Soa dan Tokoh Adat Dusun Lasahata, Paulus Junis Lumamin, Kepala Soa Rumauru, Philipus Niwele, Kepala Soa Rumaeleng Herman Niwele, Kepala Soa Hatuang, Geritz Lissay, Kepala Soa Hatumeten, Johanis Elly, Kepala Soa Samalatu, Hermanus B. Niwele, Kepala Soa Taniwel Benjamin Latue dan Kepala Soa Lahata, Paulus Junis Lumamin. (*)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top