NEWS UPDATE

Anak Ketua DPRD SBT Resmi Tersangka

RakyatMaluku.com – PENYIDIK Reskrim Polres Seram Bagian Timur (SBT) resmi menetapkan Fahrul Alsia Rumakat, anak kandung dari Ketua DPRD Seram Bagian Timur (SBT) Agil Rumakat, sebagai tersangka dalam kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Kamis, 24 Mei 2018.

“Melalui gelar perkara yang dilakukan bersama Kasat Reskrim Polres SBT Iptu La Belly hari ini (kemarin, red), dan berdasarkan dua alat bukti yang kuat, maka Fahrul Alsia Rumakat resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur,” akui Penyidik Brigpol Crhistina Putra, saat dikonfirmasi Rakyat Maluku, tadi malam.

Dijelaskan, setelah dilakukan penetapan tersangka dengan maningkatkan kasusnya dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan, Penyidik langsung melayangkan surat panggilan terhadap Fahrul Alsia Rumakat untuk hadir di Polres SBT guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Surat panggilan pemeriksan terhadap tersangka sudah kami layangkan hari ini (kemarin, red). Semoga, tersangka dapat hadir untuk diperiksa agar proses penyidikan dapat berjalan lancar” jelas Putra.

Ditanya keberadaan tersangka, Putra mengaku hingga saat ini petugas Polres SBT masih terus mencari keberadaannya. “Kami belum tahu keberadaan tersangka saat ini dimana. Namun kami masih terus mencarinya,” katanya.

Sebagaimana diberitakan Rakyat Maluku sebelumnya, tersangka Fahrul Alsia Rumakat dilaporkan oleh keluarga korban ke Polres SBT pada Senin, 14 Mei 2018. Ia dilaporkan lantaran tidak mau bertanggung jawab dengan melarikan diri menjelang hari akad nikahnya bersama korban inisial NK yang kini berbadan dua.

Akibat perbuatan tersangka, seluruh keluarga korban yang berada di Kota Bula maupun di Kota Ambon merasa dipermalukan secara martabat, dan merasa dirugikan secara material. Sebab, seluruh prosesi akad nikah baik penyebaran undangan maupun sajian makanan telah disiapkan oleh keluarga korban.

Salah satu keluarga korban, Usman Kaplale, kepada koran ini menceritakan, tersangka dan korban yang masih dibawah umur itu telah menjalin hubungan pacaran cukup lama, hingga akhirnya korban pun hamil. Mengetahui korban hamil, tersangka malah meminta korban untuk menggugurkan janinnya namun korban tidak mau. Saat korban meminta pertanggung jawaban, pelaku malah kabur ke daerah Ternate, Maluku Utara.

“Saat pertama kali diminta untuk bertanggung jawab, tersangka sempat kabur ke Ternate, namun berhasil ditangkap oleh keluarga korban dan dibawa pulang ke Kota Bula,” ungkap Usman.

Sesampainya di Kota Bula, lanjut Usman, pihak keluarga korban dan keluarga tersangka bertemu dan membicarakan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Bahkan, pada 5 Mei 2018, pihak keluarga tersangka datang ke rumah keluarga korban untuk meminang korban secara baik-baik. Dan disepakati kedua belah pihak untuk melangsungkan akad nikah pada Minggu, 13 Mei 2018, malam.

Menjelang hari akad nikah, keluarga korban dikejutkan dengan informasi bahwa tersangka sudah tidak berada di Kota Bula sejak 27 April 2018. Keluarga korban pun langsung mencari keberadaan tersangka hingga ke Kota Ambon. Saat itu keluarga korban juga minta bantuan pihak kepolisian setempat untuk mencari keberadaan tersangka, namun tersangka tetap tidak diketahui keberadaanya.

Merasa malu dan dirugikan, keluarga korban langsung mempolisikan tersangka ke Polres SBT pada Senin, 14 Mei 2018, atas dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur, penipuan dan percobaan pembunuhan terhadap janin yang dikandung korban.

“Karena tersangka tidak muncul hingga acara akad nikahnya, maka kami dari keluarga korban resmi melaporkan perbuatan tersangka ke Polres SBT untuk diproses secara hukum. Kami berharap, pihak kepolisan dapat segera menangkap pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pinta Usman. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top