NEWS UPDATE

Anaknya Dianiaya, Cleaning Service SMPN 6 Malah Dipecat

NASIB malang menimpa Monica Perireron,  tenaga cleaning service di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Kota Ambon.

Upayanya untuk menuntut keadilan atas peristiwa penganiayaan yang dialami anaknya malah berbuah pahit.

Dia diberhentikan secara sepihak oleh pihak sekolah tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Janda beranak enam ini menceritakan, dia baru bekerja sebagai petugas kebersihan belum setahun, setiap pagi dia harus ke sekolah untuk membersihkan halaman sekolah dan ruangan kelas sebelum siswa hadir.

“Setiap sudah pukul 05.00 WIT saya sudah di sekolah, setiap hari saya menjalankannya dengan baik, saya tinggalkan anak-anak saya sendiri di rumah, setelah sekolah bersih saya kembali lagi ke rumah menyiapkan anak-anak saya untuk mereka ke sekolah,” ujarnya kepada RakyatMaluku.com, Jumat 1 Maret 2019.

Hasil dari pekerjaan yang telah membuat dapurnya tetap mengepul dan sebagian disisihkan untuk kebutuhan sehari-hari itu kini sudah tak lagi dilakoni. 

Monica hanya dapat meratapi  tanpa mampu berbuat lebih setelah keputusannya untuk mengadukan tingkah salah satu guru di SMPN  6 Ambon yang menganiaya anak bungsunya hingga memar disebagian tubuh.

“Setelah saya laporkan kasus penganiyayaan  anak saya ke Polres perigi lima, saya malah diberhentikan dari pekerjaan, tanpa alasan dari pihak sekolah,” bebernya.

Kasus yang dilaporkan Monica perihal dugaan pidana salah satu oknum guru di sekolah tersebut yang berniat memelihara anak bungsunya bernama Putry Amel Taniwel  yang masih berusia 4 tahun.

“Ibu Lorahendra yang datang meminta baik-baik untuk memelihata anak saya, berulang kali, tapi anak-anak saya keberatan,  namun kami semua berharap hidup Putry akan lebih baik kalau diasuh Ibu Lorahendra, akhirnya anak-anak saya menyetujui, kami pun melepas Putry dengan doa,” tuturnya.

Selama beberapa bulan dirumah Lorahendra yang juga berlokasi di kawasan SMPN 6, Putry tak mendapatkan perlakuan yang baik dari Lorahendra dan anak-anaknya.

Menurut Monica, tingkah buruk ibu angkat Putry diketahui saat Putry meminta untuk membuang hajat dirumah mereka yang berlokasi di kawasan Karpan.

“Saya bilang jangan, minta izin dulu di mami, tapi Putry tetap ingin pergi ke rumah saya, nah setelah saya membasuhnya, dia menjerit selangkangannya luka-luka, bukan karena gatal-gatal, tapi saya menduga dia sering dicubit lukanya penuh nanah, dia tak diperhatikan,” beber Monica.

Saat rambut disisir, Putry juga menjerit kesakitan, kepalanya ada benjolan. Belum dibagian tubuh yang lain, bekas luka diselangkangan paha hampir mendekati seratus lebih. 

Mendapati keadaan Putry yang demikian memprihatikan, Monica langsung meminta pertanggungjawaban Lorahendra namun tak digubris baik-baik, Monica langsung menuju kantor SPK Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk mengadukan Lorahendra.

Sayangnya laporannya malah di damaikan, Lorahendra dan Monica dipertemukan dan dicari jalan perdamaian antar kekeluargaan yang dibantu Kepala Sekolah.

“Anehnya, saya mengira masalahnya sudah selesai setelah berdamai. Padahal saya diberhentikan, saya dihubungi untuk mengambil gaji terakhir saya, setelah saya tanya apakah saya tidak bekerja lagi, kepala sekolah tidak menjawab apa-apa, saya diberhentikan begitu saja, saya kan berharap kepala sekolah bisa bijak tapi saya malah dipecat, anak saya sudah dianiaya, saya malah diberhentikan,” sesalnya.

Kecewa dengan keputusan yang diambil pihak sekolah, Monica lalu kembali mendatangi SPK Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk melanjutkan perkaranya.

“Putry bercerita jika, dia sering dipukul, dicubit, anak-anak ibu Lorahendra juga sering memukulinya dengan ikat pinggang, itu yang Putry ceritakan, bahkan saya sering mendengar Putry biasanya dibentak-bentak maminya sendiri,” ungkap Monica. 

Sementara hingga berita ini naik cetak, Rakyat Maluku belum dapat  mengkonfirmasi masalah ini ke pihak Lorahendra, tenaga pendidik yang mengajarkan bidang studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di SMPN 6 Ambon.  (ARI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top