HUKRIM

Anggota Intelkam Polda Maluku Ini Didakwa Tembak Temannya Saat Miras

Ilustrasi

ANGGOTA Intelkam Polda Maluku Ronald Elianth Latuheru alias Elianth Ronalto Latuheru alias Ronal (32), didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Flegon Pitries alias Egon, yang adalah temannya sendiri, di perbatasan kawasan Bere-Bere dan Kayu Putih, Kecamatam Sirimau, Kota Ambon, Kamis, 22 November 2018, pukul 17.30 Wit.

“Perbuatan terdakwa Ronald Elianth Latuheru alias Elianth Ronalto Latuheru alias Ronal, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHPidana (Dakwaan Primair), Pasal 351 ayat (3) KUHPidana (Dakwaan Subsidair), dan Pasal 359 KUHPidana (Dakwaan Lebih Subsidair),” ucap JPU J. Siahaya, saat membacakan dakwaanya dalam sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Selasa, 12 Februari 2019.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, awalnya terdakwa yang adalah warga Bere-Bere, RT 004/ RW 005, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, itu sebelumnya minum-minuman keras jenis Bir dan Drum dicampur dengan coca cola bersama-sama dengan saksi korban (Flegon Pitries alias Egon), saksi Hendro Pietres, saksi Rein Musila dan saksi Alexander Pitries.

Saat sedang asyik minum, terdakwa yang adalah anggota Polri sejak tahun 2006 dan bertugas di Intelkam Polda Maluku itu diminta untuk meminjam “paha ayam” (perumpamaan untuk pistol), dan selanjutnya terdakwa memperlihatkan cara menembakan senjata api laras pendek.

Terdakwa awalnya memperlihatkan selinder pistol yang berisi lima peluru yang sementara terisi didalam senjata, dan satu dikosongkan kepada saksi korban, Hendro Pieters, Rein Musila dan Alexander Pitries.

Selanjutnya terdakwa memutar senjata ke kiri, sehingga posisi yang kosong berada di sebelah kanan. Dan ketika senjata ditembakan, maka senjata itu tidak akan bunyi karena pelatuknya kena pada selinder yang kosong (tanpa peluru).

Kemudian terdakwa memprakterkan cara menembakan senjata api laras pendek yang dimiliki terdakwa tersebut sebanyak tiga kali. Tembakan pertama dan kedua, terdakwa arahkan senjata ke arah jurang dan senjata tersebut tidak berbunyi.

Namun ketika tembakan ketiga, terdakwa arahkan tepat dihadapan saksi korban, dan ketika terdakwa menembak senjata tersebut berbunyi dan mengena tepat pada dada sebelah kiri saksi korban.

Bahwa jarak antara terdakwa dengan saksi korban kurang lebih dua meter, sehingga pada saat saksi korban mengenai tembakan dari terdakwa, saksi korban langsung berteriak “adoe beta kena”, saat itu juga saksi korban langsung terjatuh dan langsung dibawa kerumah sakit oleh terdakwa dan saksi Alexander Pietries menggunakan mobil yang dibawa oleh terdakwa.

Berdasarkan Surat Hasil Visum et Repertum pada RS. Bhayangkara Ambon yang ditanda tangani oleh Dokter Costantinus William Sialana, M.Kes, Sp.F. pada 22 November 2018, menyatakan adanya luka tembak karena senjata api.

Luka tembak itu masuk jarak dekat dengan arah dari arah pada daerah dada bagian bawah sebelah kiri. Dan kematian disebabkan luka tembak yang masuk menembus organ jantung, sehingga menyebabkan kegagalan sirkulasi pada jatung. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top