AMBONESIA

Angkot Batumerah-Tantui Segera Dileburkan

RakyatMaluku.com – GUNA meminimalisir kemacatan yang terjadi di kawasan Batumerah, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Dinas Perhubungan (Dishub) akan segera mensosialisasikan rencana peleburan dua trayek angkutan kota (Angkot) lajur Tantui dan Batumerah Dalam. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dishub kota Ambon, Robby Sapulette, ketika dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Menurut dia, peleburan tersebut merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas (Lalin) untuk mengurai kemacetan di sejumlat titik jalan Kota Ambon. Sebelumnya, jelang bulan suci Ramadhan 1439 H lalu, Dishub kota Ambon bersama sejumlah stakeholder lainnya melakukan upaya rekayasa lalin di kota Ambon.

Hal itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang hingga kini masih terjadi di jalan Sultan Hasanuddin, Pantai Mardika, Jenderal Sudirman, Rijali, hingga jalan Telukabessy. Namun rekayasa tersebut belum 100 persen berhasil. Sehingga perlu dilakukan peleburan dua trayek angkot, yakni jurusan Batu Merah Dalam dan Tantui menjadi Batu Merah-Pandan Kasturi. Rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder lainnya telah dilakukan. Hanya tinggal melakukan sosialisasi kepada masyarakat Batumerah dan sekitarnya.

“Rencana peleburan sudah kita koordinasikan dalam rapat bersama dengan pihak terkait. Dan tinggal dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Batumerah. Bahwa akan terjadi perubahan arus lalulintas ketika dilakukan peleburan trayek angkot tersebut,” jelas dia.

Kata Robby, proses rekayasa juga masih menunggu datangnya water berrier atau separator yang difungsikan untuk membatasi jalur kendaraan. Kalau itu sudah didatangkan, maka akan segera dipasangkan pada sejumlah jalan yang masuk dalam rencana rekayasa lalu lintas. “Sampai saat ini masih terjadi perlambatan arus kendaraan akibat kurangnya separator dan hal-hal lainnya,” kata dia. Untuk sosialisasi rekayasa lalin, di Batu Merah nantinya akan ditutup untuk arus kendaraan angkot yang saat ini keluar masuk. Dan hanya dibuka sebagian untuk pejalan kaki yang menyeberang. Karena akibat arus keluar masuk kendaraan di Batu Merah itu sehungga menyebabkan perlambatan kendaraan atau macet.

Sementara untuk jalan Rijali, nantinya ada pertimbangan khusus untuk memberlakukan dua lajur pada jalur tersebut, agar tidak kesulitan menuju kawasan Karpan dan sebagainya. Tetapi pihaknya masih menunggu rekayasa di Batu Merah. Jika sudah selesai baru jalan Rijali akan fungsikan untuk dua arah untuk mengurai kemacetan di kawasan Mardika. “Nanti setelah kita lakukan sosialsiasi dan langkah selanjutnya terkait rekayasa lalin di kawasan Batu Merah.”

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD kota Ambon Rustam Latupono menilai, rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dishub bersama stakeholder lainnya belum maksimal. Bahkan justru mengakibatkan kemacetan yang panjang di sejumlah titik. Yang salah satu penyebabnya adalah tidak lagi diberlakukan dua arah untuk jalan Rijali atau kawasan Belakang Soya, Ambon.

Dia berharap, pemerintah kota lewat Dishub kota Ambon bisa kembali mengevaluasi rekaysaa lalu lintas. Dengan memberlakukan dua arah pada kawasan Belakang Soya seperti semula. Sehingga tidak menyebabkan kemacetan panjang untuk jalan Telakabessy dan Jenderal Sudirman.

“Rekayasa lalu lintas belum maksimal. Dan untuk kawasan Belakang Soya itu harus diberlakukan dua arah seperti sebelumnya. Sehingga ketika terjadi kemacetan di jalan Telukabessy, maka pengendara bisa menggunakan jalan alternatif menuju Karpan. Jadi ini harus dievaluasi kembali,” tutup Rustam. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top