NEWS UPDATE

Assagaff: Kerja Dan Karya Besar Maluku Adalah Rawat Perdamaian

RakyatMaluku.com – MEMASUKI usia kematangan sa­ma dengan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-73. Telah banyak rekam jejak eksistensi Provinsi Maluku yang progresif dan pro eksistensi. Dalam rentang waktu 73 tahun itulah, menjaga tegaknya Provinsi Kepulauan ini senantiasa diwarnai tantangan dan peluang.

Dalam Rapat Paripurna Isti­mewa DPRD Provinsi Maluku dalam rangka memperingati HUT Provinsi Maluku ke-73 yang berlangsung di ruang sidang utama Balai Rakyat, Karpan Ambon, Senin 20 Agustus. Gubernur Maluku Said Assagaff, mengatakan bahwa dari segala capaian yang diperoleh, poin penting yang ditegaskannya yakni karya dan kerja besar semua pihak saat ini adalah merawat perdamaian sejati di Bumi Raja-Raja ini.

“Banyak nilai yang tereksploitasi ketika mem­bangun relasi antara komunitas anak bangsa. Hubungan sosial religius yang membudaya telah la­hir­kan penghormatan tinggi pluralisme dalam tole­ransi, “ tandasnya.

Dikatakan Asaagaff, bahwa dari Maluku, sudah banyak yang datang belajar bahkan mempelajari tentang apa itu damai. Realitas menjadikan Maluku sebagai Laboratorium Perdamaian Dunia, telah berhasil mencuri perhatian banyak orang di Indonesia bahkan dunia untuk belajar disini.

“Di Maluku orang bisa belajar apa itu Perbedaan. Sebab Tuhan ijinkan tanah Maluku di injak oleh perbedaan. Baik itu perbedaan budaya, suku, warna kulit, kepercayaan. Dari perbedaan itu berbuah perdamaian. Inilah warisan tidak ternilai harganya, yang akan terus membingkai tahun-tahun kehidupan Maluku di masa depan, “ ujarnya.

Dengan demikian, memaknai usia 73 tahun ini, dirinya mengajak semua pihak untuk bagaimana merawat persatuan dan kesatuan lewat kekayaan kearifan lokal yang ada yakni Pela – Gandong, Larvul Ngabal, Ain Ni Ain, Kalwedo – Kidabela, Ikapela dan Lainnya.

Oleh karena itu, pesan penting yang inggin di titipkannya adalah jadikanlah seluruh modal sosial kultur tersebut untuk mendesain pembangunan yang lebih maju, beraklak mulia serta untuk kesejateraan dan kemakmuran rakyat.

BEKERJA DAN BERKARYA
Selama 73 tahun membangun Maluku, sudah banyak prestasi dan penghargaan yang telah diraih provinsi yang bertajuk bumi raja-raja ini. Namun demikian, masih dibutuhkan komitmen dan pelayanan untuk membangun Maluku yang lebih sejahtera.

“Bekerja dan berkarya adalah pilihan, sekaligus kebutuhan untuk Maluku sejahtera,” demikian harapan Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam amanah yang disampaikannya pada Upacara Peringatan HUT Provinsi Maluku ke-73 yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin 20 Agustus 2018.

Melalui Tema HUT Provinsi ke 73 “Kita Galang Persatuan dan Kesatuan Sesama Anak Negeri Menuju Kerja Nyata Pembangunan Maluku yang Sejahtera, Rukun, Religius dan Berkualitas, Assagaff berharap, Maluku harus tetap maju dan dapat bersaing di pentas global.

“Tema ini secara eksplisit, berisi komitmen dan pelayanan yang memberi pemaknaan tugas dan pelayanan tanpa batasan waktu. Kita jangan hanya berani bermimpi, melainkan tampil dan bekerja keras dalam melayani kesejahteraan rakyat, itulah yang dimaksud dengan Kerja Nyata, Prestasi Bangsa, sebagaimana amanat tema HUT Proklamasi Kemerdekaan RI 2018,” kata Assagaff mengingatkan.

HUT Provinsi Maluku tahun 2018 ini, kata Assagaff, adalah yang terakhir di masa kepemimpinan bersama Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, menyusul telah ditetapkannya pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih oleh KPU.

“Walaupun demikian, kami berharap semangat cinta Maluku terus digelorakan. Hal-hal yang baik yang sudah kami kerjakan, biarlah itu dikenang dan ditindaklanjuti,” paparnya.

Selama memimpin, lanjut Assagaff, berbagai kritik-kritik yang konstruktif yang telah membesarkan tekad membangun Maluku.

“Perspektif ini, kami merasa, saudara-saudara telah mendukung kami, yang menjadikan seorang pemimpin belajar untuk semakin sungguh-sungguh menjadi teladan dan pelayan yang mengayomi dan melayani,” tuturnya.

Tak lupa Assagaff juga, memberikan apreasiasi terkait dengan ruang-ruang pelayanan publik yang tumbuh semakin dinamis, sebagai pertanda bahwa proses ke arah perbaikan pun berjalan lancar.

“Makanya saya mintakan, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dimanapun berada untuk lebih serius lagi dalam mengabdi dan melayani. Bekerjalah dengan cerdas dan spiritualitas, iklas, tulus dan tuntas,” tuturnya.

Dia mengimbau agar dilakukan inovasi-inovasi baru dalam berbagai lompatan. Dirinya yakin, ke depan daerah ini akan menjadi provinsi yang diunggulkan di bangsa ini. Maluku tidak boleh mundur, Maluku harus maju terus sebutnya.

Mengakhiri amanahnya, Assagaff kembali menekankan beberapa hal yakni, pertama, sukseskan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I yang akan berlangsung Oktober mendatang.

“Tidak ada MTQ dan Pesparawi yang baik tanpa Pesparani yang sukses. Mengapa? Karena itu harus menjadi sarana membangun diri dan persaudaraan sejati,” pintanya.

Kedua, lanjut Assagaff, persudaraan itu sifatnya prinsip dan substansial. “Maka tindakan kita harus menjadi barometer dari pembangunan peradaban. Dan ketiga, saya mengajak ASN tetap menjadi kekuatan perekat bangsa, dengan jalan mengembangkan prestasi, menempatkan pelayanan masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan. Biasakanlah yang benar dan jangan membenarkan kebiasaan,” tandas Assagaff. (YAS/R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top