AMBONESIA

Atlit Catur Maluku Siap Ikut Kejurnas Catur Di Aceh

RakyatMaluku.com – TUJUH pecatur disiapkan oleh Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Provinsi Maluku untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2018 mendatang di Banda Aceh, Nangro Aceh Darussalam.

Untuk mendapat tujuh atlit catur berkualitas dari Maluku itu, tentu diambil melalui seleksi yang dilaksanakan oleh Percasi Maluku. Hal ini disampaikan Ketua Umum Percasi Maluku, Edwin Adrian Huwae kepada wartawan usai membuka secara resmi seleksi atlit catur Maluku untuk Kejurnas yang berlangsung di lantai lima Gedung DPRD Maluku, Jumat (3/8).

Menurut dia, sebanyak 24 pecatur Maluku yang sementara mengikuti seleksi. Di mana, dari 24 itu nantinya akan disaring untuk hingga menjadi tujuh untuk dikirim mengikuti Kejurnas catur. “Ada beberapa katregori yang sementara mengikuti seleksi yakni kategori senior dan junior. TapI kita tidak mengikutsertakan semua itu, karena yang kita perlukan itu adalah atlit yang punya kemampuan dan kualitas,” ujar Edwin.

Percasi Maluku berharap dalam seleksi itu ada diwakilkan dari seluruh Kabupaten Kota, tetapi yang diutamakan itu adalah atlit-atlit yang sebelumnya menjuarai turnamen yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun Percasi tingkat Kejuaraan Daerah provinsi Maluku. Setelah terseleksi, Percasi Maluku akan menyiapkan pelatih yang didatangkan dari Jakarta untuk memberikan pelatihan agar para atlit yang disiapkan itu lebih siap lagi dalam mengikuti Kejurnas di Aceh nanti.

Karena, Lanjut Edwin, kedepan nanti Maluku akan menjadi tuan rumah Kejurnas Catur, maka pihaknya berharap seluruh pengurus catur, baik dari tingkat kabupaten/Kota maupun Provinsi untuk mengedepankan profesionalitas dalam mengelola olahraga catur, baik itu terkait dengan organisasinya maupun segala bentuk kegiatan pengembangan Catur di Maluku.

“Untuk kejurnas di Banda Aceh, saya berharap dalam seleksi ini harus mengedepankan kualitas atlit, sehingga atlit yang disiapkan bisa memberikan yang terbaik bagi Percasi Maluku dalam Kejurnas nanti,” imbuh dia.

Kata dia, olahraga di Maluku ini tidak berkembang karena proses nepotisme dalam menyeleksi para atlit itu terlalu tinggi. Persoalan suka tidak suka itu yang selalu dikedepankan, sementara soal kualitas dan skil atlit itu diabaikan, sehingga prestasi olahraga Maluku itu menurun. Yang berikutnya itu, banyak atlit di Maluku yang lebih memil;ih keluar daerah. Hal ini dikarenakan kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah.

“Soal-soal seperti ini yang perlu diperbaiki. Dan saya sebagai Ketua Umum Percasi provinsi Maluku siap menjadi pionir untuk mengembangkan olahraga catur di Maluku. Saya juga berharap untuk cabang olahraga lainnya juga bisa berbenah untuk meningkatkan kualitas dan prestasinya di kanca nasional bahkan internasional,” jelas dia. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top