NEWS UPDATE

Bacaleg Ngamuk Di RSKD Nania

RakyatMaluku.com – SEJUMLAH bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) yang akan bertarung di Pemilu 2019, membuat ricuh di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku diKawasan Nania Kota Ambon, Sabtu 7 Juli 2018.

Hal ini dipicu hasil tes kejiwaan yang mereka ikuti di rumah sakit yang menangani penderita gangguan jiwa itu tak kunjung diterima.

Alhasil sejumlah bacaleg protes kepada pihak rumah sakit yang menurut mereka sangat lambat sehingga hasil tes tak kunjung ke­luar. Mereka mengatakan, sistem pela­yanan yang diterapkan pihak rumah sakit berbelit-belit.

Pantauan koran ini, beberapa hari terakhir ada ratusan bakal calon yang mengantri untuk men­daftar, bahkan untuk men­dapat giliran mengikuti test psi­kologis dengan mengerjakan 567 soal dengan cara mengoles seba­gai­ma­na sistem ujian nasional secara manual.

Rata-rata yang mengikuti tes harus mengerjakan soal ini selama 2 jam. Parahnya, sarana dan prasaran pendukung sangat minim, sehingga untuk mendapatkan secarik surat keterangan sehat kejiwaan itu, setiap orang harus membuang waktu selama dua hari.

Sudah begitu, aktifitas pengurusan dilakukan dari pagi hingga subuh.

Sejumlah bacaleg yang mengamuk karena merasa ada diskriminasi. Pasalnya berkasnya sudah masuk lebih dulu tetapi tidak keluar-keluar, sementara yang baru memasukan berkas sudah mendapatkan hasil. Bahkan pantauan koran ini ada bacaleg yang teriak-teriak di rumah sakit jiwa itu sehingga membuat tim dokter dan tim medis lainnya keluar dari ruangan kerja mereka. Bukan itu saja ada sebagian Bacaleg juga merokok di dalam rumah sakit, padahal kawasan rumah sakit itu dilarang merokok. Tim dokter yang sedang memeriksa hasil tes langsung keluar ruangan.

Ketua Komite Medik RSKD Maluku dr. Adelin tidak terima tindakan para Bacaleg itu.

Menurut Adelin, tidakan para bakal calon wakil rakyat tersebut dapat mengganggu pihak rumah sakit yang menangani tes kejiwaan para Bacaleg serta pelayanan di rumah itu. Adelin terlibat perang mulut dengan sejumlah Bacaleg sehingga suasana makin menjadi ricuh.

“Kalian adalah calon wakil rakyat, mestinya menunjukan etitut yang baik kepada masyarakat. Bukan hanya kalian yang cape, kami juga cape. Tolong hargai kami yang sedang bertugas dan memeriksa hasil kerja kalian,” kata Adelin saat perang mulut dengan para Bacaleg.

Dia mengatakan, RSKD Maluku hanya memiliki satu tenaga medis di bidang psikologi, dua orang di psikiater dan tiga orang lainnya bertugas melayani. Sementara Bacaleg yang hingga ribuan orang dari seluruh Maluku baik untuk Bacaleg DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Maluku, DPR RI dan DPD RI. “Banyak yang datang sementara tenaga kami terbatas. Olehnya, kami berharap para bacaleg bisa bersabar dan memahami kondisi kami,” kata Adelin. Apalagi menurut Adelin para Bacaleg lambat mengerjakan soal tes yang diberikan.

“Kalian (Bacaleg) minta kita cepat, sementara kalian kerja soal tes saja lambat, seperti anak SD yang kerjakan soal tes. Kita awasi kalian seperti anak SD, bagaimana mau cepat,” kata Adelin.

Selain itu menurutnya, jawaban yang diberikan setiap Bacaleg juga ada sama karena saling menyontek. “Saya mau kasitau ya kalian (Bacaleg) mau jadi pimpinan masyarakat kerja (jawab soal) saja menyontek,” kata Adelin. “Jangan bias,silahkan tunjukan,” jawab seorang Bacaleg. “Mari saya tunjukan, berapa ratus nomor ko antara satu orang kerjanya (jawabannya) bisa sama,” kata Adelin.

Namun saat diajak melihat hasil tes oleh dokter Adelin, Bacaleg tersebut langsung meninggalkan Adelin. Berbagai kondisi itu menurut Adelin menyebabkan pelayanan kepada Bacaleg berjalan lamban.

‘’Kami di sini kewalahan, karena memang ini baru pertama kalinya sehingga memang tidak siap,’’ kata salah satu pegawai di RSKD Nania, kepada koran.

Selain itu, lanjut dia, tenaga untuk memeriksa hasil test hanya dua orang. ‘’Mereka itu kerja siang malam tanpa istirahat. Kasihan juga, ‘’ kata pegawai itu.

Untuk diketahui, selain bacaleg di Kota Ambon, hampir semua bacaleg di kabupaten kota datang untuk mengurus surat keterangan sehat rohani di RSKD yang terletak di Passo itu.

Belakangan baru ada informasi bahwa beberapa rumah sakit di daerah juga diberikan kewenangan untuk memeriksa kesehatan jiwa. Misalnya saja di RSU Saumlaki yang akan mendatangkan dua dokter dari RSKD untuk melayani pemeriksaan selama tiga hari di daerah itu. (NAM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top