HUKRIM

Banding, Penjabat Desa Kilwaru Tetap Divonis 4 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – PENGADILAN Tinggi (PT) Ambon menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Ambon, yang menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada Penjabat Desa Kilwaru, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Muhammad Fadli Kotarumalos, selama empat tahun, dan denda Rp 200 juta subsider satu tahun kurungan.

Sebab, terdakwa Muhammad Fadli Kotarumalos terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) di Desa Kilwaru tahun 2016, sebagaimana terbukti melanggar Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang- Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dalam salinan putusan Banding itu, PT Ambon menolak permohonan Banding yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun terdakwa Muhammad Fadli Kotarumalos, dan menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Ambon,” kata Humas Pengadilan Ne­geri Ambon, Herry Setiabudi, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa, 31 Juli 2018.

Dijelaskan, hukuman yang dijatuhi Pengadilan Tipikor Ambon itu lebih ringan dari tuntutan JPU Tony Lesnusaa, yang sebelumnya meminta majelis hakim yang mengadili perkara ini agar menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa selama enam tahun, serta membayar denda Rp 200 juta subsider satu tahun kurungan.

“Tidak puas dengan putusan Pengadilan Tipikor Ambon, pihak Penuntut Umum maupun terdakwa mengajukan upaya hukum Banding. Dan PT Ambon malah memperkuat putusan Pengadilan Tipikor Ambon,” jelas Herry.

JPU menguraikan, sesuai rencana belanja desa, sebagian anggaran tersebut dipakai untuk membeli 50 unit mesin ketinting, sehingga saat pencairan ADD dan DD tahap II, terdakwa Kotarumalos meng­ambil Rp 150 juta dari terdakwa Manaf Bugis saat mencairkan dana di Bank.Kemudian Kotarumalos bekerja­sama dengan seseorang bernama Yu­suf Kastela untuk membeli mesin ke­tinting dari Jakarta, padahal renca­nanya harus dibeli di Kota Ambon. Karena belum membayar lunas 50 unit mesin ketinting itu, Yusuf akhirnya mela­porkan terdakwa Kotarumalos ke Polda Maluku.

Dalam persidangan, terdakwa Kotarumalos mengaku bahwa se­ba­gian dana tersebut dipakai untuk keper­luan pribadi termasuk bermain judi online. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top