HUKRIM

Bawa Narkoba, Waliulu Diringkus Polisi

RakyatMaluku.com – LANTARAN membawa Narkoba di Bandara Internasional Pattimura, Syahril Waliulu alias Aderi alias Toton (37), pemuda yang bermukim di Hitumesing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, diringkus anggota Satres Narkoba Polres Pulau Ambon  dan Pp Lease, Senin, 11 Juni lalu.

Pelaku ditangkap sesaat setelah mengambil ganja dan sabu ditempat pengiriman, dari tangan tersangka, polisi mengamankan tiga bungkus ganja kering dengan berat 3 ons, dan 11 paket sabu.

Kapolres P.Ambon dan Pp Lease AKBP Sutrisno Hadi Santoso, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan tersebut. Kata Kapolres, tertangkapnya Syahril Waliulu, ketika mengambil kiriman Narkoba dari Makassar. Tersangka sudah ditahan di Rumah Tahanan Polres Ambon, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku diamankan oleh anggota Satresnarkoba Polres Ambon di Bandara Internasional Pattimura. Dia merupakan salah satu pemakai Narkoba,yang saat ini masih didalami oleh polisi. Pelaku saat ini telah ditahan di Rutan Polres Ambon dengan barang bukti berupa 11 paket sabu dan 3 paket besar, “ ungkap perwira menengah ini di ruang kerjanya, Selasa, 19 Juni.

Sutrisno Hady Santoso menjelaskan, Narkoba yang diambil Syahril Waliulu di Bandar Udara Pattimura, itu dikirim temannya yang bertempat tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan. Jasa digunakan pengirim, melalui pengiriman udara.

Ia mengakui, penanganan kasus Narkotika di Kota Ambon yang berhasil di ungkap oleh polisi sebagain besar menggunakan jasa pengiriman transportasi udara. Mengirim Narkoba melalui pesawat, lanjut dia, bukanlah hal yang mudah. Dikatakan, untuk melewati pemeriksaan, para pengirim tentunya akan melewati petugas X-Ray Bandara.

Namun pada kenyataannya, Narkoba masih saja dikirm oleh para pengedar melalui jasa angkutan udara.

“Pihak pengelola Bandara harusnya jelih dalam melihat masalah peredaran Narkoba yang sering dikirim melalui jasa transportasi udara. Karena sudah tentunya untuk setiap penumpang pesawat yang masuk ke bandara, harus melewati petugas X-Ray bandara yang dapat mendeteksi semua tindakan kejahatan dalam hal ini peredaran Narkotika. Diduga para pengedar narkoba pasti memiliki orang tertentu di bandara. Sehingga hal ini perlu waktu dari polisi untuk melakukan penyelidikan. Atau paling tidak X-Ray nya rusak, “ tutupnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top