NEWS UPDATE

Bawaslu Minta KNPI Jadi ‘Mata Dan Telinga’ Di Daerah

– Cegah Pelanggaran Pemilukada Maluku 2018

BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Ba­waslu) Provinsi Maluku bekerja sama dengan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku menggelar Seminar bertemakan “Peran Pemuda Dalam Mengawal Netralitas Dan Independensi Penyelenggaraan Pemilukada Maluku Tahun 2018”, yang berlangsung di lantai III, Aula Bizz Hotel, Rabu, 13 Juni 2018.

Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely, dalam sambutannya mengatakan, kaum muda memiliki peran strategis dalam mengawal, mengawasi dan berperan aktif dalam pelaksanaan pemilu. Pemuda sudah selayaknya menjadi garda terdepan dalam mengawasi jalannya pesta demokrasi agar terpilih pemimpin yang memiliki visi misi dan orientasi terhadap keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pengawasan yang dilakukan oleh generasi muda diantaranya, melakukan upaya pencegahan dan pelaporan bila terjadi politik uang (money politic) dan kampanye hitam (black campaign). Sehingga untuk lebih mengoptimalkan pengawasan serta pencegahan pelanggaran Pemilukada Maluku 2018, maka saya minta KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda dapat menjadi mata dan telinga Bawaslu di daerah,” pinta Ely.

Dalam proses pencegahan, kata Ely, Bawaslu tidak melakukan proses yang disebut penindakan, operasi tangkap tangan, ajudikasi, dan sidang-sidang sengketa. Sebab hal itu membutuhkan waktu dan energi yang besar.
“Kami (Bawaslu, red) berbeda dengan lembaga-lembaga yang lain. Lembaga yang lain mungkin membiarkan terjadinya transaksi politik, transaksi uang dan sebagainya kemudian dilakukan operasi tangkap tangan. Sedangkan Bawaslu ketika mendengar informasi ada dugaan pelanggaran, Bawaslu langsung berupaya maksimal untuk melakukan pencegahan sebelum transaksi itu terjadi,” jelas Ely.

Dikesempatan yang sama, Ketua DPD KNPI Maluku M. Faisal Saihitua yang diwakili sekretarisnya, Saka Ririhena, dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh pemuda yang tergabung dalam kepengurusan KNPI di Maluku agar selalu independen dan netral, dengan tidak membawa nama organisasi ke ranah politik.

“KNPI harus netral, untuk itu saya mengajak semua stakeholder khususnya KNPI, agar tidak membawa organisasi ini ke ranah politik. Silahkan kawan-kawan punya warna tetapi KNPI jangan dibawa-bawa,” ujar Ririhena mengingatkan. “Sebelumnya saya berterima kasih kepada Bawaslu yang telah mempercayai KNPI sebagai wadah pemuda yang independen dan menyuarakan netralitas sesuai dengan tema kita, yakni, Peran Pemuda Dalam Mengawal Netralitas Dan Independensi Penyelenggaraan Pemilukada Maluku Tahun 2018,” tambahnya.

Untuk diketahui, pembicara dalam seminar itu, Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely, yang membawa materi tentang Penindakan Terhadap Politik Uang. Dan Komisioner Bawaslu Maluku Astuti Usman, membawa materi tentang Tata Cara Pelaporan Dan Tindaklanjut Penanganan Pelanggaran Pemilihan. Serta Moderator dalam seminar itu, Chrisno Rikumahu, yang adalah pengurus KNPI Maluku.

Hadir dalam seminar itu, perwakilan dari masing-masing organisasi yang tergabung dalam DPD KNPI Maluku. Setelah seminar berlangsung, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai wujud persaudaraan dalam memelihara silaturahmi.

Sebelum seminar dimulai, Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely bersama Ketua DPD KNPI Maluku M. Faisal Saihitua yang diwakili sekretarisnya, Saka Ririhena, menandatangani nota kesepahaman (MoU) perjanjian kerjasama tentang Pengawasan Pemilukada Maluku Tahun 2018. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top