NEWS UPDATE

‘Bayaran’ Mahal Senator Maluku Adalah Kesejahteraan

DIREKTUR Walfre Society Institute (WSI) Bansa Hadi kembali mempertegas komitmen perjuangan daerah di senayan. Bagi Hadi, persoalan pembangunan di Maluku harus menjadi diskursus penting dan isu bersama dalam membangun politik kemandirian daerah kedepan.

“Saya kira, kita berdasar pada satu isu yang sama, yakni pengangguran, kondisi ekonomi, kemiskinan dan terpenting bagimana membangun posisi tawar Maluku di Jakarta. Karena terpenting adalah regulasi yang berpihak pada rakyat dan daerah,” kata Bansa.

Dia mengaku, kepentingan rakyat dan daerah jauh diatas kepentingan bisnis dan kolega. Rakyat menjadi objek dari perjuangan politik, bukan subjek yang tersubordinasi atas kepentingan politik capital yang didorong lewat sarana keterwakilan di Senayan.

“Publik harus terus didik untuk cerdas dalam memberikan pilihan politik mereka kedepan. Karena bagi saya, kepentingan rakyat dan daerah jauh diatas kepentingan bisnis dan kolega. Rakyat menjadi objek dari perjuangan politik, bukan subjek yang tersubordinasi atas kepentingan politik capital yang didorong lewat sarana keterwakilan di Senayan,” ucapnya.

Wacana yang masih menjadi perhatian sejumlah kalangan soal mainan isu Siloam, jelang perhetalan elektoral. 

Pertama, bagi Bansa, Siloam hanya ‘jajanan’ politik untuk menaikan elektoral kandidat tertentu, sementara secara substansi perjuangan ke wilayahan tidak mampu dipetakkan dalam orientasi politik calon senator jika di senayan nantinya.

“Saya kira itu jualan elektoral. Targetnya mengunci dukungan pada pemilih rasional, atau orang-orang yang ingin mencari pekerjaan, sementara secara substansi perjuangan ke wilayahan tidak mampu dipetakkan dalam orientasi politik calon senator jika di senayan nantinya,” ungkapnya.

WSI bagi Hadi, akan terus mendidik masyarakat untuk memilih calon Senator yang jelas visi dan arah perjuangan politik untuk kepentingan daerah. Keterwakilan di Senayan adalah harga yang harus dibayar mahal kepada masyarakat dengan mendorong keberpihakan regulasi untuk kesejahteraan rakyat dan daereah.

“Bagi kami, edukasi politik bagi masyarakat untuk memilih calon Senator yang jelas visi dan arah perjuangan politik untuk kepentingan daerah. Keterwakilan di Senayan adalah harga yang harus dibayar mahal kepada masyarakat dengan mendorong keberpihakan regulasi untuk kesejahteraan rakyat dan daereah,” terangnya.

Sebulmnya, sejumlah kalangan mengkritik isu Siloam yang diduga dijadikan sebagai ‘jualan’ politik salah satu calon senator  pada Pileg 2019. 

Padahal, masih banyak persoalan yang substansial di Maluku yang begitu kompleks, tapi tidak diangkat dan dijadikan wacana perjuangannya dilingkar kekuasaan nasional. (ASI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top