NEWS UPDATE

Bayi Hidrosefalus Dikirim ke Surabaya

Ketua Yayasan Ar Rahmah Ambon, Habib Rifqi Bin Idrus Alhamid, bersama Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pining dan Pengurus Rabithah Alawiyyah Ambon menjenguk dan mengantar Adzra Assegaf (6 bulan), Bayi penderita penyakit hidrosefalus yang akan diberangkatkan menggunakan pesawat ke Surabaya untuk berobat di Bandara Pattimura Ambon, Senin 7 September 2020.

RAKYATMALUKU.COM – AMBON – Adzra, bayi asal Negeri Hila Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah ini harus dilarikan ke Surabaya, Jawa Timur untuk mendapatkan penanganan serius, Senin 7 September. Bayi enam bulan pasangan Hasna Albar dan Said Taha Assagaff ini divonis menderita penyakit hidrosefalus.


Yayasan Ar Rahmah Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku mengirim Adzra untuk dilakukan penyedotan cairan di kapalanya. “Dua minggu penyakitnya sudah mulai kelihatan, jidatnya sudah membentuk naik,” kata ibu Adzra, Hasna kepada Rakyat Maluku di Bandara Pattimura Ambon, Senin, 7 September 2020 sebelum berangkat menuju Surabaya.

Hasna Albar menceritakan, di usia dua minggu, Adzar dibawa ke dokter Helena, karena selain kepalanya yang mulai membesar, bayi ini juga sering muntah, batuk dan gejala lainnya. Saat itu dokter Helena mendiagnosa Adzra panas dan batuk biasa.

Setelah pulang dari dokter Helena, Adzra tak kunjung sembuh, dia tetap muntah kendati telah mengonsumsi obat. Tak sampai di situ, jelang 40 hari, kepalanya semakin membesar lalu dibawa ke dokter Robby. Dokter Robby menyarankan agar Adzra dibawa ke rumah sakit rujukan untuk pengangkatan cairan di kepala. “Waktu dibawa ke dokter Robby itu, dia punya lingkaran kapala sudah 46,7 cm,” ujar Hasna sambil menahan tangis.

Pulang dari Dokter Robby, Hasna dan suami kemudian mengurus rujukan, setelah beberapa pihak seperti Yayasan Ar Rahmah Ambon, Yayasan Rabithah Alawiyyah Ambon, bersama Pemprov Maluku siap membantu pengobatannya. bantuan. “Berkat uluran tangan mereka Adzra hari ini dibawa operasi ke Surabaya,” ungkapnya.

Ibu dari bayi yang besar lingkaran kepalanya kini sudah 61 cm ini berharap anaknya bisa segera sembuh dengan pengangkatan cairan.

Ketua Rabithah Alawiyyah Ambon, Sayid Alwi bin Smit, mengatakan melihat kondisi bayi Adzra, pihaknya merasa sangat terpanggil, apalagi penyakit yang dideritanya kian parah. “Kita kan berdiri diorganisasi sosial, sekadar kita mencari dana kita punya persiapan untuk membantu. Insya Allah sampai dia sembuh. Di sisi lain kami juga berterima kasih kepada Pemprov Maluku dan Dinas Kesehatan karena mereka juga turut membantu,” jelasnya.

Ketua Yayasan Ar Rahmah Ambon, Habib Rifqi bin Idrus Alhamid, yang juga selaku anggota Rabithah Alawiyyah Ambon menambahkan, kasus yang menimpah bayi Adzra ini unik. Karena itu, ia merasa ikut bertanggungjawab bersama keluarga membawa bayi ini ke Surabaya. “Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita juga dibantu Pemerintah Provinsi Maluku melalui Sekda Maluku, pak Kasrul Selang,” tambahnya.

Sementara itu, Kasrul Selang menjelaskan, melihat kasus ini, dia menduga banyak masyarakat menanyakan di mana peran pemerntah? Apa yang pemerintah lakukan? Nah, inilah yang dilakukan, ketika mendengar ada kasus ini, dan ketika dicek tidak ada BPJS, maka pemerintahlah yang urus. “Yang sebenarnya menjadi perhatian kita itu orang-orang seperti ini. Mereka yang punya keterbatasan ekonomi, sosial dan mereka tidak tahu mau kemana,” ujar Kasrul.

Ia mengimbau RT, desa, negeri dan petugas Puskesmas yang dekat dengan pasien seperti ini sedini mungkin bisa mendeteksi kasus-kasus seperti ini agar bisa dilakukan penanganan sebelum parah.

Selain Ketua Ketua Yayasan Ar Rahmah Ambon, Habib Rifqi Bin Idrus Alhamid, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, juga hadir Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pining dan Pengurus Rabithah Alawiyyah. (R1)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top