AMBONESIA

Bekali Peserta Kukerta, LP2M IAIN Ambon Undang Bawaslu Maluku

Anggota Bawaslu Provinsi Maluku, Astuti Usman memberikan ceramah kepada mahasiswa IAIN Ambon, dalam kegiatan Pembekalan Kukerta yang dilaksanakan oleh LP2M IAIN Ambon,Jumat, 15 Maret 2019. (ISMAIL HEHANUSSA)

GUNA membekali para mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta), dan agar tidak terjebak dengan konstalasi politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu), maka Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, mendatangkan Tim Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku, untuk membawakan materi tentang pelanggaran dan pelaksaan Pemilu yang jujur dan bersih. 

Pembekalan mahasiswa Kukerta yang diselenggarakan LP2M, berlangsung di Ruang Aula Lt III Gedung Rektorat IAIN Ambon, Jumat, 15 Maret 2019.

Anggota Bawaslu Maluku, Astuti Usman, dalam materinya, mengajak para mahasiswa untuk menjadi pengawas partisipatif. Ia lalu menjelaskan soal pengawas partisipatif, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para mahasiswa dan pemili pemula. 

Untuk itu, ia meminta kepada para mahasiswa, agar kiranya dapat membantu Bawaslu untuk mengawasi seluruh proses tahapan dalam Pemilu, yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Dengan IAIN Ambon sendiri, lanjut dia, telah diadakan kerjasama dengan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, untuk bagaimana sama-sama mengawal proses-proses penyelenggaraan Pemilu di Maluku khususnya. 

Tak saja, IAIN Ambon, kerjasama juga dilakukan dengan semua pihak, termasuk organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang ada di daerah ini, untuk sama-sama menjadi pengawas partisipatif selama proses Pemilu. 

Ia menyebutkan, kalau ada pelanggaran yang dijumpai, silahkan langsung dilaporkan kepada pihak Bawaslu, untuk diproses. Tentu, laporan yang disampaikan harus dengan bukti-bukti, agar mudah diproses. Kehadiran mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control, perannya tentu sangat diharapkan untuk sama-sama membangun nuansa Pemilu yang cerdas, tanpa ada kecurangan.

Sebelumnya, Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya menjelaskan, KKN mahasiswa IAIN Ambon, harus mencerminkan karakter ilmu yang dipelajari di kampus. Setiap mahasiswa yang mengikuti KKN, harus telah siap baik dari segi ilmu pengetahuan dalam jumlah SKS-nya, maupun dari segi bidang ilmu agama dan al-Quran, yang sudah dipelajari dari Ma’had Al-Jamiah, atau pesantren IAIN Ambon. 

Ia menekankan, dalam pelaksanaan Kukerta, mahasiswa harus mengutamakan akhlak dan budi pekerti yang baik, selama berbaur dengan masyarakat. Sebab, mahasiswa IAIN Ambon membawa nama baik lembaga selama di masyarakat, dan ketika ada oknum mahasiswa yang melakukan perbuatan tidak menyenangkan selama Kukerta, akan membawa dampak negatif kepada nama baik lembaga secara umum. 

Sebab itu, pesan Rektor, kiranya para mahasiswa harus pandai dalam membawa diri, selama mengikuti kegiatan Kukerta dan berbaur dengan masyarakat. Selanjutnya, kata Rektor, dalam pelaksanaan kegiatan Kukerta, kiranya para mahasiswa dapat menghindari pekerja-pekerjaan fisik. Sebab, kehadiran mahasiswa untuk melaksanakan Kukerta, bukan sebagai pekerja fisik, yang akan membangun gapura dan jalan, tapi, untuk membantu masyarakat dalam sharing pengetahuan. 

“Sebaiknya hindari pekerjaan fisik, seperti gapura misalnya. Karena tugas dan tanggungjawab mahasiswa itu, melakukan pembinaan mental, pembinaan karakter, maupun pembinaan umat lewat pengetahuan yang sudah didapatkan di kampus. Apalagi, para mahasiswa yang turun ke lokasi Kukerta ini, telah diseleksi oleh pesantren IAIN Ambon, dalam pemahaman baca Al-Quran dan menjelaskan kandungannya ke masyarakat.” 

Hasbollah lalu mencontohkan kepada para mahasiswa, untuk dapat melahir perangkat desa, agar dapat mengelola dana desa secara profesional. 

Bersamaan dengan tahun politik saat ini, ia juga mengingatkan para mahasiswa, untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang berbaru politik, seperti kampanye pengarahan massa untuk memilih calon tertentu, baik itu legislatif, maupun Capres.

“Saya harap, mahasiswa Kukerta bukan menjadi tim kampanye baik untuk calon anggota legislatif, maupun calon presiden. Hindari semua itu, agar nama lembaga dan anda sebagai mahasiswa Kukerta, tidak tercoreng,” tekan Rektor.

Rektor juga meminta para mahasiswa untuk menjauhi penyebaran informasi yang berbaur tidak benar. Sebab, menyampaikan informasi yang tidak benar di tengah-tengah masyarakat, justru akan membawa dampak negatif, baik untuk mahasiswa itu sendiri, maupun kepada masyarakat umumnya. 

Mahasiswa IAIN Ambon, kata dia, harus tampil di masyarakat sebagai agent of change atau agent-agent perubahan dalam bidang keilmuannya. Salah satu hal penting pula yang harus disadari dan dapat dilakukan oleh mahasiswa IAIN Ambon di masyarakat, yakni menjadi motivator untuk menjelaskan kepada masyarakat, tentang pesan-pesan agama dalam skala pembangunan. 

Rektor lalu menutup sambutannya dengan menekankan, bahwa IASIN Ambon mahasiswa IAIN Ambon disimbolkan dengan pengetahuan dasar, mampu membaca dan menjelaskan kandungan al-Quran. Menjelaskan ajaran Islam wasathiyah, Islam yang menghargai pelbedaan, budaya dan antar agama. 

Bukan mengajarkan aliran radikal, dan sejenisnya, tapi menjelaskan pendidikan dalam bingkai multikultural. Dan, tutup Rektor, setiap mahasiswa wajib menebarkan kebaikan di masyarakat, yang lewat kebaikan itu, dapat menarik simpati orang tua para calon mahasiswa, untuk melanjutkan studinya di IAIN Ambon.

Sedangkan, Ketua LP2M IAIN Ambon, Dr. Ismail Tuanany, dalam laporannya menjelaskan, Kukerta Angkatan I Tahun 2019 ini, dilakukan melalui beberapa proses yang sangat ketat.

Dimana, nama-nama peserta Kukerta diterima langsung dari Ma’had Al-Jamiah dan fakultas, yang mengisyaratkan bahwa mahasiswa telah memenuhi syarat akademik, dan syarat di pesantren untuk mengikuti Kukerta.

Pembekalan mahasiswa Kukerta dengan tema, ‘Mempertegas aktualisasi iman, ilmu, dan amal shaleh di masyarakat’, ini melibatkan peserta dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, serta Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, dengan total 106 mahasiswa.

Para mahasiswa selanjutnya akan diturunkan ke lokasi Kukerta pada Sabtu, 17 Maret 2019 hari ini, yang mencakup wilayah Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. 

“Kukerta kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena hanya diselenggarakan di Pulau Ambon, dan berlangsung selama dua bulan,” ujar Tuanany.

Sama dengan Rektor, ia berharap para mahasiswa dapat mengikuti kegiatan Kukerta dengan serius, karena akan dievaluasi dan dipantau setiap saat, baik oleh dosen pendamping lapangan, maupun langsung oleh pihak LP2M Ambon sendiri. (WHL)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top