ADVETORIAL

BEKERJA BERSAMA UNTUK PULAU BURU LEBIH BAIK

SYAID Mudzakir Assagaf, anak ke 6 dari 7 bersaudara yang lahir 11 November 1975 ini, menghabiskan masa kecilnya dan memulai pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtida’iyah Wailikut. Desa dimana Kakeknya Habib Abdurahman Assagaf dikuburkan. Sebuah desa kecil di pulau Buru yg saat ini merupakan bagian dari kecamatan Waisama Kabupaten Buru Selatan.  

Lahir dari orang tua Syarifa Nur Assagaf dan Abdullah Assagaf. Kedua Ayah dan Ibunya sama-sama dilahirkan di Pulau buru. Ayahnya di kota kecamatan Namlea, dan Ibunya di desa Air Buaya. Ayahnya sejak hari pertama dilahirkan, langsung diserahkan oleh kakeknya Habib Abdurahman dan dipelihara serta disusui oleh Keluarga Mahulete di Namlea. 

Secara khusus oleh Nenek Djadidang Kalau. Sehingga keluarga Mahulete kemudian menjadi keluarga susuan baginya yang sampai sekarang masih terjaga hubungan kekerabatan ini.

Ayahnya berdarah campuran dengan beberapa marga atau keluarga, diantaranya keluarga Bilatu dari nenek buyut Utha Bilatu yang berasal dari Masarete. Dari Nenek Utha ini juga hubungan kekeluargaan terjalin dengan keluarga Busou, Wael dan Waikabu. 

Selain itu Ayahnya juga memiliki talian darah dengan beberapa keluarga di Manipa melalui ibunya Hababa Gamar Bafaqih. Diantaranya, keluarga Luhulimbalatu dari nenek Amaya Luhulimbalatu juga dengan keluarga Litiloly, Umagap, Pelenusa.

Hubungan ayahnya juga terjalin erat dan terjaga sampai saat ini dengan keluarga Loilatu desa Wailua kampong selasi karena hubungan dengan Raja saat itu Alm.Muhammad Loilatu, dan di desa Lumoy secara khusus dengan keluarga Bahta setelah dianggkat keluarga sejak bertugas sebagai guru satu-satunya di Pulau Ambalau pada tahun 60an. 

Begitu juga dengan Keluaraga Soel yang adalah merupakan anak murid yang diangkat anak oleh Datuk Habib Abdurahman Assagaf.

Sementara Ibunya Syarifa Nur Assagaf, selain berdarah Arab dari abahnya yang merupakan cucu dari Habib Husain assagaf Kayeli, juga berdarah Mukadar dan Umasugi. Karena ibunya Hababa Saidah berayah Abdul Majid Mukadar dan Beribu Siti Umasugi yang berasal dari desa Sawa. 

Selain itu, kakek Abdul Majid Mukadar juga beristeri Nenek Besugi dan Nenek Wael. Dari Kakek Abdul majid Mukadar ini, talian keluarga dari ibunya terhubung dengan keluarga Hentihu melalui Nenek Aisya Mukadar atau yang biasa disapa Nene Etha dan keluarga Kasuki di Buru Selatan dari Nenek Hawa Mukadar. Begitu juga hubungan kekeluargaan dengan keluarga Fanolong, lebeharia dan Banda.

Menjadi politisi bukanlah cita-citanya sejak kecil. Karena semenjak menyelesaikan pendidikan dasarnya di Wailikut, kemudian melanjutkan pendidikan menengah dan atasnya di kota Ambon sampai dengan perguruan tinggi milik pemerintah Saudi Arabia, kecendrungan terbesarnya adalah ingin menjadi pendidik.

Namun keadan setelah reformasi merubah secara total orientasinya setelah belajar di perguruan tinggi. Secara aklamasi dia ditunjuk  memimpin PKS pada tahun 2005, dan menjadi politisi paling muda di Maluku yang memimpin partai dengan perolehan 5 kursi  di DPRD Provinsi Maluku. Kala itu,  dia baru berumur 28 tahun dan  PKS adalah partai dengan urutan ke 3 terbanyak perolehan suara pemilu dan berhasil mendudukan kadernya di DPRD Maluku, setelah Golkar dan PDIP.

Setelah memimpin PKS satu periode, Syaid Mudzakir Assagaf dicalonkan untuk maju menjadi anggota DPRD provinsi Maluku tahun 2009 dari dapil Kota Ambon dan terpilih menjadi anggota DPRD periode 2009-20014, setelah berhasil menjadi pengumpul suara terbanyak. Kemudian, ia pun ditasbih oleh partainya menjadi Wakil Ketua DPRD dan berhasil duduk dalam jajaran kepemimpinan DPRD Provinsi Maluku. Syaid Mudzakir Assagaf tercatat menjadi salah satu pimpinan DPRD paling muda sejak kepemimpinan DPRD ada di Maluku dan menjabat hingga saat ini.

Sebagai representasi rakyat di tingkat provinsi Maluku dengan posisi Wakil Ketua DPRD, Syaid Mudzakir Assagaf berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitasnya serta berupaya lebih maksimal menyerap, menghimpun dan menindak lanjuti aspirasi masyarakat untuk mewujudkan Visi Bersama Bekerja Untuk Pulau Buru Lebih Baik.

Datanglah ke TPS pada tanggal 17 April 2019 dengan mengajak Keluarga, sahabat, tetangga dan kenalan yang terdaftar dalam DPT Pileg 2019 dengan mencoblos calon Anggota DPRD Provinsi Maluku Dapil Maluku II (Buru-Buru Selatan) Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (ADV)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top