NEWS UPDATE

Bentrok Di Batu Gantung, Kapolres Ambon Nyaris Terkena Lemparan Batu

Ilustrasi

RakyatMaluku.com – BENTROK antar pemuda yang sering terjadi di kawasan Batu Gantung, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, tampaknya tak pernah berkesudahan. Setelah, Sabtu, 14 Juli 2018, aksi baku lempar antar kedua kelompok pemuda di kawasan itu terjadi. Kemarin, Selasa 17 Juli 2018 , bentrokan antar kedua kelompok pemuda bertetangga itu kembali pecah.

Pantauan Rakyat Maluku di tempat kejadian perkara (TKP), saling lempar menggunakan batu tak terhindarkan.
Kapolres Pulau Ambon AKBP Sutrisno Hadi Santoso, yang turun ke TKP untuk mengamankan lokasi bentrokan bahkan nyaris terkena lemparan batu. Informasi diterima koran ini menyebutkan bentrok dipicu akibat penganiyayaan ter­hadap sopir Angkot Kudamati, Richard Tanasale (56) di Lorong Batu Gantung Ganemo. Korban mengalami luka robek di wajah.

Usai memukul, pelaku langsung ka­bur. Peristiwa inilah membuat aksi baku lempar tak terhindarkan. Pasca bentrok, polisi mengamankan seorang pelaku berinisial TE.

TE juga masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus penye­rangan warga Batu Gantung dalam, pada Februari lalu.

Kepada pers, Kapolres Pulau Ambon AKBP Sutrisno Hadi Santoso, membenarkan bentrokan berawal dari pemukulan terhadap seorang sopir ang­kot Kudamati oleh warga di depan Lorong Ganemo. Korban pengeroyokan merupakan warga Tugu Dolan Lorong Dua.

Pemukulan tersebut menyebabkan terjadinya konsentrasi massa hingga berujung bentrok. Saling lempar batu tak bisa dibendung. Warga juga menggunakan katapel berpeluru besi sebagai senjata dalam perkelahian tersebut.
Salah satu pelaku pengeroyokan diketahui ber­inisial TE, warga Lorong Ganemo. TE merupakan DPO kasus penyerangan di depan Pasar Tagalaya beberapa waktu lalu.

“TE terindikasi turut memukul korban. Saat ini dirinya telah berhasil di tangkap. Ia sudah kami amankan untuk di proses lebih lanjut,” kata Ka­polres. Bentrokan berhasil dibubarkan, lanjut Kapolres setelah pihaknya melepas gas air mata dan menembakan peluru hampa.

Paska insiden itu, tambah Kapolres, Ia bersama Dandim 1504 Ambon telah melakukan mediasi. Mediasi melibatkan ketua RT dan RW kedua belah pihak, Pendeta dan tokoh masyarakat.

“Hasilnya diharapkan kepada semua pihak agar dapat menahan diri dan tidak saling serang. Saya sendiri tadi nyaris kenal lemparan batu,” tandas Kapolres. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top