HUKRIM

Berkas Perkara Korupsi Mantan Bendahara Setda Bursel, Lengkap

Ilustrasi Berkas

 – Segera Dilimpahkan Ke Penuntut Umum

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku segera melimpahkan dua tersangka korupsi penyalahgunaan ang­garan perjalanan dinas pada SKPD Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bursel tahun anggaran 201, Hatija Atamimy dan Said Behuku, beserta ba­rang buktinya ke Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku (tahap II).

Sebab, berkas perkara dua mantan bendahara Setda Bursel itu telah dinyatakan lengkap oleh JPU (P21) pada Jumat, 20 Juli 2018 pekan kemarin.

“Berkas tersangka Hatija Atamimy dan tersangka Said Behuku sudah selesai diteliti Penuntut Umum, dan berkasnya sudah dinyatakan P21. Sehingga tinggal menunggu proses tahap II saja,” kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, kopada koran ini, via selulernya, tadi malam.

Ia berharap, Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku dapat segera melakukan proses tahap II, sehingga Penuntut Umum bisa segera merampungkan surat dakwan kedua tersangka, dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor Ambon untuk disidangkan.

“Pokoknya kita tunggu tahap II saja, dan semoga bisa cepat dilakukan tahap II, agar kasus ini bisa segera disidangkan, dan kedua tersangka dapat mem­pertanggung jawabkan perbuatannya di meja hijau,” jelas Samy.

Untuk diketahui, pada tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Bursel melalui Sekretariat Daerah (Setda) meng­anggarkan biaya perjalanan dinas sebagai bagian dari belanja ba­rang dan jasa sebesar Rp 5.112.419.286, yang terdiri dari ang­garan perjalanan dalam dae­rah Rp 1.784.029.286 dan ang­garan perjalanan dinas luar dae­rah sebesar Rp 3.328.390.000.

Na­mun setelah dilakukan perubahan anggaran, maka biaya perjalanan dinas tersebut meningkat menjadi Rp 7.169.706.306. Dan yang terealisasi untuk perjalanan dinas hanya sebesar Rp 4.720.250.000.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh eks Sekda Bursel Abuba­kar Masbait alias Buba, yakni memerintahkan Bendahara Pengeluaran, Hatijah Atamimi dan Said Behuku untuk membuat dokumen penjalanan dinas fiktif.

Buba juga tidak menjalankan instruksi seba­gai­mana yang diatur dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, yang diubah dengan Permendagri No­mor 21 tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Ke­uangan Daerah.

Perbuatan kedua terdakwa bersama Buba telah mem­perkaya diri atau orang lain dengan mengambil keuntungan dari belanja ba­rang dan jasa atau perjalanan dinas tersebut pada Setda Kabupaten Bursel se­hingga mengakibatkan negara dirugikan sebesar Rp 1.386. 225.000.000. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top