HUKRIM

Berlatar Cemburu, Oknum Anggota Brimob Polda Maluku Rusaki Rumah Warga Di Hative Kecil

Ilustrasi

OKNUM anggota Brimob Polda Maluku Brigpol VH merusak rumah milik warga di Desa Hative Kecil  RT OO2/RW 004  Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Pengrusakan yang dilakukan VH pada Minggu 31 Maret 2019, sekira pukul 20.35 WIB itu diduga oknum anggota Brimob Polda Maluku itu kabarnya dilatarbelakangi cemburu.

Informasi yang diperoleh RakyatMaluku.com menyebutkan Brigpol VH mencurigai adanya asrama terselubung antara istrinya dengan RL yang  masih bertetangga dan rumahnya menjadi sasaran pengrusakan Brigpol VH.

Inilah diduga menjadi pemicu  Brigpol VH ‘naik darah’  ditambah  kondisinya yang  dipengaruhi alkohol usai mengkonsumsi minuman keras (miras), Brigpol VH kemudian melampiaskan amarahnya dengan melempar dua rumah tetangganya berulang-ulang menggunakan batu. Akibatnya dua rumah tersebut mengalami kerusakan.

Rumah milik RLmengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah kaca jendela rumahnya pecah dan kusen dirusak. Sementara satu rumah lain milik oknum anggota TNI Kodam XVI/Pattimura yang juga masih bertetangga dengan pelaku, Serka Peryngatan Halawa, mengalami pecah jendela ruang tamu.

Beberapa menit pelaku mengamuk dengan brutalnya melempar rumah tetangganya sambil memaki-maki serta mengancam untuk menghabisi RL yang dicurigai mempunyai asmara terselubung dengan istrinya. 

Tidak berapa lama kemudian datang belasan anggota Provost Brimob ke TKP mengamankan pelaku dan membawanya ke Mako Brimob Polda Maluku di kawasan Tantui.

Terhadap ulah tidak terpuji anggotanya ini, Komandan Satuan (Dansat) Brimobda Maluku Komisaris Besar Polisi M Guntur,S.IK, MH menegaskan akan menindak tegas Brigpol VH.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan dan saya sudah perintahkan kepada provost untuk proses terutama untuk disiplinnya, karena pelaku juga awalnya menenggak minuman keras,” ujar Guntur.

Perwira polisi berpangkat tiga melati di pundak ini mengaku tidak akan pernah melindungi setiap anggotanya yang bersalah.

“Anggota kita yang bersalah ini tidak akan kita tutup-tutupi, akan kita tindak. Saya perintahkan proses sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.

Guntur menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku terungkap bahwa peristiwa ini dilatari perasaan cemburu pelaku yang menduga istrinya “berminat api” dengan korban RL

“Yang jelas kalau kejadian itu ada awalnya mengapa sampai anggota kita melakukan pelemparan rumah korban yang pertama. Karena pelaku menduga korban melakukan perselingkuhan dengan istri pelaku sejak beberapa tahun lalu,” ungkapnya.

Karena kecemburuan itu, lanjut dia membuat pelaku mengambil tindakan main hakim sendiri melempar rumah korban.

“Hal ini yang kita sayangkan. Seharusnya jika ada mengalami masalah semuanya ada prosedur dan aturannya. Kalau memang itu ada kaitannya dengan hukum harisnya dilaporkan. Jangan mengambil tindakan sendiri yang dapat mengakibatkan situasi menjadi tidak kondusif,” tandas Guntur. (RM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top