KABUPATEN SBB

Bersama TNI/Polri, Pemdes Piru Bahas Bentrok WD vs AS

RAKYATMALUKU.COM – PIRU, – Bersama TNI dan Polri, Pemerintah Desa (Pemdes) Piru menggelar pertemuan yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda dari Dusun Waimeteng Darat (WD) dan Dusun Air Salobar (AS), pasca bentrok pada Minggu, 14 Februari 2021 kemarin.


Mediasi dengan topik “Duduk Bacarita Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bersama tokoh masyarakat dari Dusun Waimeteng Darat dan Dusun Air Salobar ini digelar Senin, 15 Februari 2021 di Gedung Posyandu Melati, Desa Piru Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Hadir dalam pertemuan itu, Penjabat Kepala Desa Piru, Royanto Manupassa, Kasat Intelkam Polres SBB, Iptu Missen H. Ngingobili, Danramil 1502-07 Piru, Kapten Inf. Agung Prabowo dan Kapolsek Piru, Ipti Idris Mukadar, serta tokoh masyarakat dari kedua dusun.

Topik pembahasan utama dalam pertemuan ini, mencarikan solusi penanganan kasus bentrok yang melibatkan kedua warga. “Kegiatan Duduk Bacarita Kamtibmas ini dilaksanakan terkait dengan persoalan tadi malam, sehingga di sini bisa kita sampaikan saran dan masukan untuk menyikapi persoalan tersebut,” ujar Penjabat Piru.

Kasat Intelkam Polres SBB, Iptu Missen H. Ngongobili berharap, persoalan yang terjadi awalnya kepada korban, sekiranya dapat dilaporkan kepada pihak berwajib, sehingga langsung ditindaklanjuti dengan proses hukum. Sehingga, persoalan-persoalan Kamtibmas yang terjadi di lapangan ke depannya nanti, sekiranya tidak sampai melibatkan masyarakat banyak, seperti yang sudah terjadi pada Minggu, 14 Februari 2021.

Di mana, kesadaran hukum untuk melaporkan setiap persoalan Kamtibmas kepada pihak berwajib, sekiranya dapat dipatuhi, sehingga tidak menimbulkan efek lanjutan berupa konsentrasi massa atau aksi balas dendam. Sebab, tak satupun orang yang kebal dengan hukum. Setiap orang yang melanggar hukum, tetap akan diproses sesuai dengan kadar perbuatannya.

Untuk konsentrasi massa, ia berharap sekiranya agar tidak kembali terulang. Sebab, selain akan meresahkan orang lain, juga karena kondisi negara terkhusus di SBB yang sedang dihadapkan dengan persoalan wabah Covid-19. Di mana, pengumpulan massa merupakan pelanggaran terhadap protokol kesehatan, sehingga pelaku pengumpulan massa dapat saja disanksi.

“Jangan ada pihak-pihak yang sengaja bermain, memanfaatkan situasi ini yang menyebabkan permasalahan semakin membesar,” ingat Missen. “Saya mengimbau kepada para tokoh masyarakat serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa, bahwa kita mempunyai tanggungjawab yang sama untuk menjaga situasi Kamtibmas, agar tetap kondusif karena tanggungjawab keamanan merupakan tanggung jawab kita semua, TNI/Polri hanya sebagai pelaksana.”

Sementara Danramil 1502-07 Piru, Kapten Inf. Agung Prabowo menjelaskan, setiap persoalan harus diselesai dengan duduk bersama. Pertemuan menjadi kunci untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk mencarikan solusi penanganannya terkait bentrok yang sudah terjadi.

“Saya harapkan nantinya ada masukan dari masyarakat, sehingga tidak ada yang dipendam di hati. Dengan demikian, kita bisa mencari solusi penyelesaian masalah.”

Ia meminta kepada pemuda di SBB terutama di Piru, agar menjauhi Miras. “Harapan saya para tokoh dan orang tua, dapat berperan untuk meredam masalah, sehingga tidak menimbulkan permasalahan lanjutan.”

Senada ditekankan Kapolsek Piru, Iptu Idris Mukadar menjelaskan, kehadiran pihaknya dalam pertemuan ini untuk memediasi masalah yang sudah terjadi, agar dapat segera diselesaikan. Sebab, kalau masalah ini terus dibiarkan berlanjut, maka yang akan menjadi korban adalah masyarakat dari kedua desa sendiri. Olehnya itu, kedua tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda harus saling koordinasi dan meningkatkan silaturahmi. Sehingga apabila ada persoalan Kamtibmas, dapat langsung dilaporkan kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti, bukan dengan cara mengumpulkan massa.

Ia menegaskan, persoalan yang sudah terjadi akan diproses secara hukum, sehingga ada efek jera, agar kejadian ini tidak kembali terulang.

“Saya perlu menjelaskan terkait penanganan tindak pidana penganiayaan yang terjadi, bahwa permasalahan penganiayaan saat ini dalam penanganan pihak Kepolisian Polsek Piru dan Polres SBB. Dari semalam para pelaku sebanyak tiga orang berinisial DL, AL dan RL dan telah diamankan di Polres SBB.”

Baik kasus penganiayaan maupun kasus bentrok yang melibatkan massa dari kedua pihak, akan tetap diproses secara hukum, sehingga para pelaku yang memicu timbulnya persoalan ini dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penting, sehingga persoalan ini menjadi pelajaran bersama dan tidak akan kembali terulang, tegas Idris. (*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top