ADVETORIAL

Bethfy Amalia T Sohilait, Dari Dokter Gigi Terjun Ke Politik

DALAM dunia kesehatan, nama drg.Bethfy Amalia T Sohilait sudah tak asing. Kiprahnya sebagai seorang dokter sempat menempatkan namanya di posisi penting sebagai Kepala Askes Kota Ambon. 

Setelah puluhan tahun berkiprah di dunia medis, ibu dua putri yakni Juliet Sohilait dan Scorpiana Sohilait ini akhirnya memilih pensiun dini untuk terjun ke dunia politik.

Tahun 2019 ini menjadi ajang paling penting bagi seorang Bethfy. Mengapa tidak. Di arena pemilihan anggota legislatif yang akan digelar tanggal 17 April 2019 yang tinggal lima hari lagi ini menjadi ajang pertarungan politik paling bergengsi untuk para caleg menuju kursi parlemen. Tanpa kecuali Bethfy Sohilait.

Bethfy sendiri telah memilih Partai Berkarya sebagai tempat pengabdian untuk mempertaruhkan Nomor Urut 5 yang diusung oleh partai besutan Hutomo Mandala Putra itu untuk kursi DPRD Provinsi Maluku Dapil I Maluku untuk Kota Ambon. “Politik sesungguhnya adalah ladang untuk berkarya bagi sesama,” ujar istri dari pengusaha top Maluku Daniel Sohilait, itu.

drg.Bethfy Amalia T Sohilait

Bethfy memilih pensiun dini dari seorang medis ke politik karena keterpanggilan untuk memperjuangkan hak-hak rakyat kecil. Sejak aktif di dunia medis, Bethfy sesungguhnya telah berkiprah di dunia sosial kemasyarakatan. Antara lain membantu  anak-anak tidak mampu dan putus sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Tak heran selain aktif sebagai seorang dokter, ia pun sesekali terjun ke lapangan menjadi seorang guru menemui anak-anak para pemulung di tempat pembuangan sampah di Kawasan Toisapu, Kota Ambon. 

Tak jauh dari lokasi pembuangan sampah itu, Bethfy beralih sebagai pendidik mengajari mereka beberapa bidang studi seperti Bahasa Inggris dan budi pekerti. 

“Saya membantu anak-anak putus sekolah dan anak para pemulung ini karena termotivasi oleh rasa tanggung jawab untuk menyelamatkan anak-anak kita,” ujarnya.

Kiprah yang dilakukan Bethfy terbukti ampuh. Setelah sekian tahun melakukan kegiatan sosial, beragam bantuan pun mengalir. Tanpa kecuali bantuan dari beberapa LSM Belanda memberikan sumbangan buku dan beberapa alat perlengkapan belajar.

Bantuan itu tak lepas karena kerja keras Bethfy yang peduli pada masa depan anak-anak Maluku. “Inilah salah satu bukti kepedulian dan tanggung jawab kita untuk menyelamatkan anak-anak Maluku,” ujarnya. Selamat berkarya. (ADV)

 

drg.Bethfy Amalia T Sohilait menyapa anak-anak pemulung di Kawasan Toisapu, Kota Ambon. Di tempat inilah Bethfy memberikan pelajaran dan pengetahuan serta membagi ilmu. Foto: Tim Sosialisasi Bethfy T Sohilait For Rakyat Maluku.

Selalu Menyapa Masyarakat

ADA yang beda dengan penampilan Bethfy T Amalia Sohilait dalam bersosialisasi. Untuk mendekati warga, Bethfy selalu menyapa secara door to door. Tanpa iming-iming. Tanpa bagi-bagi uang.

Ia lebih banyak menemui “konstituen” tanpa memberikan janji-janji politik. Ia yakin hanya dengan cara inilah dia bisa mendapatkan simpati dari masyarakat. 

Untuk mendekati masyarakat, kata Bethfy, tak perlu memberikan janji-janji. Tapi, kita perlu menyakinkan kepada mereka apa yang menjadi harapan dan kebutuhan di tempat mereka. Kita mengetuk hati mereka dari pintu ke pintu. 

“Kita bangun komunikasi dan membangun sebuah harapan agar apa yang menjadi cita-cita masyarakat di tempat mereka bisa menjadi catatan untuk diwujudkan kelak setelah terpilih sebagai anggota dewan,” ujar wanita berdarah Haria, Pulau Saparua, kelahiran Adaut, Kota Saumlaki, tahun 1957, itu.

Untuk menyapa masyarakat, Bethfy T Sohilait dan timnya kini secara intens melakukan sosialisasi. Wilayah yang disisir mencakup Kawasan Soya, Tawiri Atas, Toisapu dan lain-lain. (ADV)

 

Sukses Melayani Masyarakat, Sukses Membangun Rumah Tangga

SETELAH memilih pensiun dini sebagai PNS di Dinas Kesehatan dan kemudian memilih berkiprah di bidang sosial, drg.Bethfy Amalia T Sohilait tetap fokus membangun rumah tangga hingga berhasil mendidik kedua putri kesayangannya Juliet Sohilait dan Scorpiana Sohiliat melanjutkan pendidikan magister ke jenjang perguruan tinggi di Australia, tepatnya di Kota Adelaide.

Selama mengikuti jenjang pendidikan di Negeri Kanguru itu, drg.Bethfy Amalia Sohilait ikut menemani kedua putrinya. Tak jarang ia harus bolak-balik Ambon, Jakarta, dan Australia. 

Meski demikian, aktivitasnya sebagai seorang aktivis perempuan untuk pemberdayaan anak-anak pemulung yang ada di kawasan pembuangan sampah di Toisapu, Kota Ambon, tidak ia tinggalkan.

Drg. Bethfy yang kini mencalonkan diri sebagai Caleg dari Partai Berkarya sebagai tempat pengabdian untuk mempertaruhkan Nomor Urut 5 yang diusung oleh partai besutan Hutomo Mandala Putra  untuk kursi DPRD Provinsi Maluku Dapil I Maluku untuk Kota Ambon, itu telah bertekad menjadi yang terbaik untuk bertarung menuju kursi dewan di Karang Panjang, Ambon.

Tekad tersebut ia wujudkan dengan kerja keras menemui para konstituen yang akan memberikan suaranya. Beberapa kantong-kantong suara yang menjadi penyumbang suara untuk Kota Ambon ia datangi secara langsung. 

Di sana, ujar wanita berdarah Haria, Pulau Saparua, kelahiran Adaut, Kota Saumlaki, tahun 1957 itu, dia berdialog tanpa memberikan janji-janji politik. Atau politik bagi-bagi uang segala. Yang ia lakukan adalah menyerap aspirasi sembari mencoba menangkap apa saja yang menjadi keluhan mereka. 

Dia berharap melalui cara ini dia bisa menangkap pesan-pesan yang ingin disampaikan untuk kelak dijadikan sebagai skala prioritas bila kelak ia terpilih menduduki kursi dewan. “Politik sesungguhnya adalah ladang untuk berkarya bagi kepentingan bersama,” ujar drg. Bethfy Amalia Sohilait mengungkapkan jargonnya pada ajang Pileg tanggal 17 April 2019, itu.

Sebagai bentuk rasa kepeduliannya itu, fokus untuk membangun ladang pengabdian untuk berkarya dan membagi kepentingan bersama itu ia fokuskan pada upaya pemberdayaan pendidikan bagi anak-anak putus sekolah maupun anak-anak pemulung yang tinggal di Kawasan Toisapu, Kota Ambon.

Kepekaan sosial yang dimiliki drg.Bethfy ini sudah lama tertanam jauh sebelum cita-cita untuk maju di Pileg 2019 ini. Nah, dari pengalaman membangun komunitas pendidikan bagi anak-anak putus sekolah dan anak-anak pemulung inilah ia terpanggil untuk maju menjadi calon Pileg dari partai besutan Hutomo Mandala Putera yakni Partai Berkarya.

Sebagai bentuk motivasi, fokus pelajaran yang diberikan kepada anak-didiknya itu yakni Bahasa Inggris dan pengembangan budi pekerti untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Melalui ajang ini, ia mencoba mengangkat kembali budaya orang tua-tua dulu. Yakni, bagaimana menghidupkan sikap sopan-santun dalam menghargai orang tua.

“Menghormati orang tua saat berjalan di depan mereka. Bersikap jujur dan disiplin adalah sesuatu yang hilang di antara generasi kita saat ini. Ini yang jarang kita temui,” ujarnya.

Di tengah kesibukannya itu, keluarga drg.Bethfy Amalia Sohilait termasuk keluarga mapan yang sukses membangun rumah tangga. Istri dari suami Daan Sohilait pengusaha minyak di Maluku ini termasuk keluarga mapan. 

Meski tergolong keluarga kaya, kehidupan pribadi keluarga Sohilait ini selalu bersahaja dengan siapapun. Sikapnya itu dibuktikan dengan kepeduliannya merangkul dan mendidik anak-anak pemulung tersebut.

Bersama sang suami dan kedua anak tercintanya Juliet dan Scorpiana, keluarga pengusaha ini mengarungi bahtera rumah tangga dan membangun bisnis usaha melalui PT Makara Group penuh suka dan duka. 

Kesuksesan itu bisa dilihat dari keberhasilan mereka dalam mengasuh dan mendidik kedua anak tercinta mereka ke jenjang perguruan tinggi di Australia hingga menyelesaikan program magister di bidang Management dan Bisnis di Kota Adelaide, di Negeri Kanguru, itu. Selamat berkarya. (ADV)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top