NEWS UPDATE

BPKP Didesak Segera Tuntaskan Audit Perkara Korupsi Milik Kejati

Arman Kalean

TIM Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku didesak segera menuntaskan proses audit perhitungan kerugian keuangan negara dua perkara korupsi milik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku, Arman Kalean, kepada koran ini, di Ambon, Sabtu, 2 Maret 2019, kemarin.

Menurut Arman, dua perkara korupsi itu proyek pengadaan Speed Boat pada Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara (Malut) tahun 2016, dan kasus korupsi penjualan dan pembelian surat-surat hutang/ Reverse Repo Obligasi pada Kantor Pusat PT. Bank Maluku – Maluku Utara (Malut) tahun anggaran 2011 – 2014.

“Kami melihat kinerja BPKP Maluku akhir-akhir ini cukup buruk. Sebab, hingga saat ini belum ada hasil audit yang diserahkan ke penyidik Kejati Maluku. Padahal, sejumlah dokumen proyek yang diminta BPKP telah diserahkan oleh penyidik. Untuk itu, kami mendesak BPKP segera menuntaskan hasil audit demi kelancaran proses hukum hingga ke persidangan,” tegasnya.

Ia juga mendesak Tim Auditor BPKP Maluku untuk segera membalas surat permintaan audit dari Penyidik Kejati Maluku dalam perkara korupsi proyek pembangunan Terminal Transit Tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon tahun anggaran 2008 – 2009. Sehingga, kasusnya bisa segera ditingkatkan dari penyidikan ke penuntut umum.

“Kasus ini awalnya diaudit oleh BPK RI, namun karena beda persepsi, maka pihak Kejati Maluku mencabutnya dari BPK dan menyurati pihak BPKP Maluku utk melakukan proses audit. Sayangnya, pihak BPKP hingga saat ini belum membalas surat permintaan audit itu,” keluhannya.

Arman menilai, pihak BPKP Maluku sengaja memperlambat proses audit perkara korupsi milik Kejati Maluku itu lantaran diduga ada intervensi dari pihak luar.

“Kalau kinerja BPKP lambat seperti ini, maka publik akan menilai ada intervensi pihak luar untuk sengaja memperlambat proses audit perhitungan kerugian keuangan negaranya,” katanya.

Untuk diketahui, tersangka dalam perkara korupsi proyek Terminal Transit Passo yakni, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Angganoto Ura yang saat ini menjabat Asisten I Sekertaris Kota Ambon, Jhon Lucky Metubun selaku konsultan pengawas dan Amir Gaus Latuconsina selaku rekanan pelaksana yang menggunakan bendera PT. Reminal Utama Sakti.

Tersangka dalam perkara korupsi proyek pengadaan Speed Boat pada BPJN Wilayah Maluku yakni, Zadrach Ayal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Direktur CV. Damas Jaya, Achmad Mirzah Malaka alias Aming selaku rekanan.

Dan tersangka dalam perkara korupsi Reverse Repo Obligasi pada Kantor Pusat PT. Bank Maluku – Maluku yakni, Idris Rolobessy selaku mantan Dirut Bank Maluku dan tersangka Izaack Thenu selaku mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top