HUKRIM

Bripda Agus Patty Cs Dijebloskan Ke Rutan

– Kasus Pemerkosaan Wanita Karaoke Limpah Penuntutan

Rakyatmaluku.com – JAKSA Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon menjebloskan empat tersangka pemerkosaan disertai pencurian terhadap wanita karaoke ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II.A Ambon di Waeheru, Rabu, 2 Mei 2018.

Yakni, Anggota Polda Maluku Bripda Agus Salim Patty, beserta tiga kawannya warga Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Majid Lestaluhu, Hasyim Benyal, dan Johan Evendi Umarela.

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Ambon, Achmad Attamimi, penahanan dilakukan setelah Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku menyerahkan keempat tersangka itu beserta barang buktinya ke JPU (Tahap II).

“Setelah dilakukan proses tahap II yang berlangsung di Kantor Kejari Ambon hari ini (kemarin, red), JPU langsung menahan keempat tersangka ke Rutan demi kepentingan penuntutan,” ucap Attamimi, kepada wartawan, di Kantor Kejari Ambon.

Dijelaskan, selanjutnya JPU akan bekerja cepat dan profesional merampungkan surat dakwaan keempat tersangka untuk dilimpahkan ke Pe­ngadilan Negeri (PN) Ambon guna di­si­dangkan.

“Selanjutnya kita rampungkan surat dakwaan dan melengkapi administrasi sebagai syarat pelimpahan berkas perkara ke PN Ambon. Sehingga, keempat tersangka ini bisa segera di adili di meja hijau,” jelas Attamimi.

Untuk diketahui, pemerkosaan terhadap korban inisial N alias K (21), seorang wanita pemandu lagu di salah satu tempat hiburan malam (Karaoke) di Ambon, dilakukan keempat tersangka yang sudah dipengaruhi alkohol (mabuk) di salah satu kamar penginapan di Ambon, 31 Desember 2017 lalu.

Awalnya, keempat tersangka itu minum minuman keras di salah satu tempat hiburan malam di Ambon. Selanjutnya keempat tersangka membawa korban N alias K ke salah satu penginapan. Setelah memboking sebuah kamar, korban N alias K kemudian dibawa oleh tersangka Abdul Majid Lestaluhu ke dalam kamar.

Didalam kamar tersebut, korban dipaksa untuk melayani nafsu bejat keempat tersangka itu. Usai memperkosa korban secara paksa, keempat tersangka keluar secara diam-diam sambil membawa dua unit Handphone milik korban.

Tak terima dengan perbuatan bejat keempat pemuda itu, korban akhirnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Maluku dan melaporkan kasus pemerkosaan dan pencurian yang dialaminya.

Menerima laporan korban, Tim Resmob Polda Maluku yang dipimpin langsung oleh AKP Pit Nampasanea langsung menangkap keempat tersangka dirumah mereka masing-masing di Desa Tulehu pada 31 Desember 2017. Keempat tersangka kemudian ditahan demi kepentingan penyelidikan dan penyidikan pada 2 Januari 2018.

Perbuatan keempat tersangka itu disangkakan melanggar Pasal 285 KUHPidana Tentang Pemerkosaan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun. Dan Pasal 363 KUHPidana Tentang Pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal selama tujuh tahun penjara. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top