NEWS UPDATE

Buah Ramadhan

Oleh : Drs. Mokh. Fathoni, M. Pd, Guru MAN Ambon Dan Ketua JSIT Wilayah Maluku

SENAGAI muslim yang sejati tentunya kita bergembira dan bahagia juga segnanti ada mengharapkan keberkahan dari Allah SWT dengan bulan Ramadhan 1440 H, dimana dengan Ramadhan kita dapat menjalankan ibadah di dalamnya. 

Manakala ibadah Ramadhan yang setiap tahun kita laksanakan dengan baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw, maka terasa indah, nyaman dan akhirnya kita memiliki jiwa yang bersih. 

Jiwa yang bersih akan melahirkan suatu tatanan masyarakat, bangsa yang bersih dari segala sifat dan perilaku  tamak, curang, tidak jujur yang sesuai dengan tuntunan agama kita maupun hukum yang berlaku dibnegera kita tercinta Indonesia.

Ada banyak nilai tarbiyah yang diharapkan dari proses ibadah Ramadhan yang akan kita dapatkan, khususnya dari ibadah puasa. Serangkaian ibadah dibulan Ramadhan memfasilitasi, menuntun bahkan mengantarkan kita pada salah satu sifat utama seorang Mukmin yaitu salah satunya mempunyai nilai karakter sabar. 

Syeikh An Nawawiah Al Bantani dalam kitab Matan Tanqihul Qaul, mengutip hadist  menjelaskan empat macam sifat sabar. Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Sabar itu ada empat : sabar dalam menjalankan fardhu, sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menghadapi gangguan manusia dan sabar dalam kefakiran. Sabar dalam menjalankan kewajiban adalah taufik, sabar dalam menghadapi musibah berpahala, sabar dalam mengahdapi gangguan manusia adalah cinta dan sabar dalam kafakiran adalah ridho Allah ta’ala”. 

Ka’ab bin Malik ra. adalah salah satu contoh dari sebuah kepribadian yang sabar, paten, yang dengan kesadaran ma’nawiyah, fikriyah dan keorganisasianya, Ia mengakui kelalaiannya tidak turut serta dalam perang Tabuk, dan kemudian iapun dengan ikhlas, sabar menerima ‘uqubah (sanksi) yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW. 

Bahkan ketika datang utusan dari kerajaan Ghassan yang secara diam-diam menemuinya untuk menyampaikan sepucuk surat dari raja Ghassan yang isinya antara lain suaka poltik dan jabatan penting telah tersedia untuknya bila Ia mau eksodus, Ia malah berkata seraya merobek surat tersebut:“Ayyu Mushibatin Hadzihi” (Musibah apa lagi ini..!).

Selain sifat sabar yang kita peroleh dengan puasa dibulan Ramadhan 1440 H juga yang tidak kalah penting yakni akan tumbuh jiwa yang bersih. Jiwa adalah penentu utama bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku. Sikap dan perilaku yang baik atau buruk sangat ditentukan oleh jiwanya yang bersih atau tidak. Begitu juga perjalanan seseorang atau pribadi, rumah tangga, masyarakat dan berbangsa tergantung dari kebersihan jiwa nahkodanya. 

Indikasi jiwa yang bersih adalah senang melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi segala sifat atau perbuatan yang dilarang-Nya maupun yang tidak sesuai dengan norma atau aturan berlaku disuatu tempat tertentu. 

Ini semuanya dilakukan karena semata-mata takut kepada Allah SWT dan selalu dimonitoring walaupun tidak ada CCTV pun. Sebagaimana firman Allah SWT ,” Pada ini kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Qs. Yaasiin : 65). 

Dengan memiliki  jiwa yang bersih akan membuat seseorang antara lain yang pertama, senang pada kejujuran. Karakter jujur ini akan terus membersamai, meskipun tidak ada orang lain yang mengetahui kalau dia melakukan pelanggaran. Ibadah puasa dibulan Romadhon inilah salah satu sarana mendidik kita untuk menumbuhkan sifat dan memiliki  jujur. 

Sesungguhnya orang berpuasa hanya dia dan allah SWT yang tahu. Kedua, takut kepada Allah dan merasa diawasi atau termonitoring selama 24 jam. Olehnya itu selalu merasa takut untuk melakukan pelanggaran ketentuan-ketentuan Allah SWT, walaupun hanya kecil apalagi sampai melakukan korupsi, memanipulasi dan sejenisnya. Dan ketiga orang yang memliki jiwa yang  bersih juga diindikasikan dalam bentuk memliki sifat didiplin dalam menjalankan ketentuan-ketentuan yang datangnya dari Allah SWT. 

Ibadan puasa dibulan Ramadhon melatih kita untuk menjadi orang yang didiplin dalam menjalankan kehidupan sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ketika kita sedang berpuasa disiang hari yang sesuatu halal misal makan, minum, melakukan hubungan sexual suami istri diluar bulan puasa maka menjadi haram, karena ada ketentuan waktu yang harus ditaati oleh seorang muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. 

Ini berarti ibadah puasa harus mampu melahirkan jiwa-jiwa disiplin dalam ketaatan kepada Allah SWT. Karena kedisplinan itulah merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita dunia dan akherat terutama kita sebagai muslimin. Mudah-mudahan kita senantiasa bermohon kepada Allah SWT diakhir Ramadhan ini termasuk orang yang sukses dalam menjalankan ibadah Ramadhan, aamiin. Wallahu’alam. (***)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top