Uncategorized

Buka Jalan Lintas Namrole-Leksula Yang Rusak, Dinas PU Akan Mobilisasi Alat Berat

Ilustrasi Jalan Rusak

RakyatMaluku.com – DALAM rangka membuka jalan Lintas Namrole – Leksula, kabupaten Buru Selatan, yang rusak/terputus akibat curah yang tinggi beberapa waktu terakhir ini di wilayah itu. Maka, dalam waktu dekat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku akan memobilisasi alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus tersebut.

Kepala Dinas PU, Ismail Usemahu kepada wartawan di kediaman Gubernur, mangga dua, Sabtu 21 Juli kemarin, mengakui,kondisi jalan lintas Namrole-Leksula sangat berpotensi terjadinya longsor, karena di seputaran jalan tersebut terdapat tebing yang curam. “Olehnya itu, untuk membuka akses jalan tersebut, kita akan mulai mobilisasi alat berat ke sana.”

Sebelumnya diberitakan bahwa, Pemprov Maluku harus perbaiki ruas jalan Leksula-Namrole, Kabupaten Buru Selatan, yang terputus akibat curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir ini. Kondisi jalan Leksula-Namrole yang merupakan jalan provinsi dalam kondisi rusak parah, beta meminta Pemprov Maluku untuk segera memperbaiki kondisi jalan ini,” pinta anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan, Sammi Latbual, kepada wartawan di Ambon.

Menurut dia, ruas jalan ini merupakan satu-satunya akses penunjang transportasi darat yang menghubungkan Kota Namrole yang menjadi pusat pemerintahan dan Kecamatan Leksula. Sambung politisi partai Wong cilik ini, jalan Leksula-Namrole, tidak hanya menghubungkan kedua wolayah itu, namun juga kecamatan lain yang ada di Bumi Fuka Bipolo.

“Kita butuh perhatian pemprov untuk menangani jalan ini karena menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi dimana panjang jalannya sekitar 50 kilometer ini merupakan satu-satunya ruas jalan provinsi di Kabupaten Buru Selatan.” Olehnya itu sangat tidak elegan kalau Pemprov Maluku yang saat ini dikomandoi Gubernur Said Assagaf mengabaikan pembangunan ruas jalan ini.

Selain itu, Anggota DPRD Provinsi Maluku daerah pemilihan Kabupaten Buru dan Buru Selatan, juga diminta tidak menutup mata dan bisa menyuarakan permasalahan tersebut di tingkat komisi terkait maupun secara kolektif di lembaga wakil rakyat se tempat. “Saya juga meminta teman-teman Anggota DPRD Maluku daerah Pemilihan Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan untuk membantu mempresur masalah ini agar dapat ditangani. Baik itu DPRD secara kolektif 45 orang maupun melaui komisi terkait maupun secara khusus oleh bapakdan ibu DPRD dapil Kabupaten Buru dan Buru Selatan karena ini menjadi tanggungjawab bapak dan ibu yang duduk di DPRD Provinsi Maluku,”sindir Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Buru Selatan ini.

Ia mengingatkan agar masalah ruas jalan Leksula Namrole harus getol disuarakan oleh para wakil rakyat dimaksud. “Kalau ini disuarakan dengan baik sangat tidak mungkin kalau lima orang itu berteriak secara bersama-sama lalu pemerintah provinsi tidak memperhatikan kondisi jalan tersebut.” Ia berharap Pemprov Maluku dapatsegera merespon penanganan perbaikan ruas jalan tersebut. “Kami berharap ada respon baik dari pemprov karena ini menjadi harapan seluruh masyarakat buru selatan yang melintasi ruas jalan ini maupun masyarakat sekitar.”

 

Sebelumnya diberitakan Akses transportasi darat yang menghubungkan pusat Kota Namrole dengan Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan sudah sangat memprihatinkan. Kondisi ruas jalan Namrole-Leksula yang masih tanah dan berstatus jalan provinsi itu, kini telah putus akibat curah hujan yang mengguyur Kabupaten Buru Selatan seminggu terakhir. Putusnya ruas jalan ini sejak Minggu 8 Juli lalu dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat tidak bisa melewati ruas jalan itu.

Hal tersebut disampaikan Kabag Umum Setda Kabupaten Buru Selatan Semy Telatu saat mendampingi Asisten I Alfario Soumokil saat akan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Leksula.

Ia mengungkapkan saat melakukan perjalanan menyusuri ruas jalan Namrole- Leksula, tepatnya sampai di kawasan Desa Wamkana, Kecamatan Namrole, ternyata mobil yang ditumpangi mereka tidak bisa lewat. Sebab jalan itu sudah terbelah hampir sekitar lima meter.

Akibatnya, rencana kunjungan kerja itu batal dilakukan dan kembali ke Namrole. Teslatu meminta perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku untuk segera memperhatikan ruas jalan ini. Apalagi kondisi laut tidak bersahabat untuk dilalui menggunakan transportasi tradisional karena sangat membahayakan nyawa. “Ini merupakan salah akses transportasi alternative yang biasanya digunakan masyarakat ketika musim timur sehingga butuh perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku dalam penanganan ruas jalan tersebut,” kata dia. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top