ADVETORIAL

Buka Rakor Pendis, Kakanwil Minta KAMAD Jadi Pemimpin Perubahan

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad, membuka Rakor Pendidikan Islam Tingkat RA, MI, MTs dan MA Bidang Pendidikan Madrasah Tahun 2019 di Hotel Everybright, Rabu 20 Februari 2019.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad meminta seluruh kepala madrasah (KAMA) di Maluku untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya guna menjadi pemimpin perubahan. 

Kreatifitas dan inovasi menjadi penting dalam rangka pengembangan madrasah lebih baik kedepan.

“Kita tahu bahwa maju mundurnya madrasah banyak ditentukan oleh kepimimpinan kepala madrasah. Sebab, amanah yang diemban merupakah ruh dan jiwa organisasi. Untuk itu kepala madrasah harus bisa menjadi pemimpin perubahan,” pinta Kakanwil, dalam sambutannya saat membuka resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Islam Tingkat RA, MI, MTs dan MA  Bidang Pendidikan Madrasah Tahun 2019 di Hotel Everybright, Rabu 20 Februari 2019.

Dihadapan kepala-kepala Madrasah, Kakanwil menekankan, pentingnya mewujudkan perubahan baik perubahan fisik madrasah maupun perubahan mutu dan kualitas madrasah yang ditopang dengan berbagai program inovati dan kreatif.

“Sangat naif, jika wajah madrasah saat ini penampilannya sama dengan madrasah tiga tahun sebelumnya.Jika demikian, maka kepala-kepala madrasah yang diberikan tanggungjawab tidak mencerminkan pemimpin perubahan,” tegas Kakanwil.

Kakanwil berharap, Rakor yang dilaksanakan harus memiliki tujuan jelas sehingga tidak terkesan serimonial saja.

“Rakor ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai persoalan dalam rangka pembenahan menuju pengembangan madrasah lebih baik. Jika madrasah tidak berubah, maka akan ketinggalan zaman,” harap Musaad.

Dia mengungkapkan, mainstrem pengembangan Kementerian Agama sebagian besarnya ditentukan oleh pendidikan Islam. Artinya, majunya Kementerian Agama 80 persen disumbang Pendidikan Islam.

“Nah, perubahan itu harus dimulai dari pola pikir. Tentu dari diri setiap individu ASN. Change Your Mindset,”ungkap Kakanwil.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah M. Hanafi Rumatiga mengatakan, Rakor ini selain membahas berbagai persoalan dalam rangka menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) juga membahas isu-isu strategis tentang pengembangan madrasah kedepan.

Pada kesempatan itu, Rumatiga mengaku, sebagai tindak lanjut dari upaya pengembangan madrasah, Bidang Pendidikan Madrasah telah menjalin kerja sama bersama sejumlah Perguruan Tinggi (PT) termasuk menjalin hubungan kerjasama bidang publikasi bersama Koran Harian Rakyat Maluku.

“Beberapa minggu lalu kami telah melakukan kerjasama dengan Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam rangka memberikan muatan-muatan kepada guru guna pengembangan profesionalisme, menjalin kerjasama bersama Fakultas MIPA Universitas Pattimura Ambon, termasuk menjalin kerjasama dengan Media Cetak Harian Rakyat Maluku yang bertujuan mengekspos kegiatan madrasah agar lebih dikenal lebih dekat masyarakat dan menuju “Madrasah Hebat, Bermartabat, “akui Rumatiga, sembari  menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Kakanwil Kemenag Maluku yang sudah mensuport kelancaran kegiatan ini.(CIK)

 

Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat mengikuti kegiatan sosialisasi tertib berlalulintas yang digalakan Satlantas Polres Kabupaten Seram Bagian Barat.

Ratusan Siswa MAN SBB Ikut Sosialisasi Kampanye MRSF

Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat mengikuti kegiatan sosialisasi tertib berlalulintas yang digalakan Satlantas Polres Kabupaten Seram Bagian Barat.  

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara MAN SBB itu merupakan rangkaian dari Kampanye Milleneal Road Safety Festival.

Kepala MAN SBB, Hadana Opier, mengatakan, sosialisasi yang digalakkan SatlantaS Polres SBB itu penting untuk meningkatkan pemahaman tertib berlalulintas terutama kepada siswa/siswa MAN SBB.

“Ini merupakan program penting yang harus kita dukung bersama. Sebab, keselamatan berlalulintas adalah tanggungjawab bersama,”ujar Hadana Opier, Kamis 21 Februari 2019.

Dikatakan, puncak dari pelaksanaan Kampanye MRSF itu secara nasional akan berlangsung pada tanggal 2 Maret 2019 mendatang. 

Di Kabupaten SBB, puncak kegiatanya akan berlangsung di Tugu Ina Ama Kota Piru.

Siswa kata Hadana,  merupakan  salah satu objek tujuan pelaksanaan kampanye lalu lintas.  

Untuk itu perlu perhatian dan arahan langsung dari pihak sekolah agar para pelajar dapat berpartisipasi demi tumbuhnya kesadaran patuh terhadap aturan berlalu lintas sebagaimana yang dicanangkan.

Diketahui, Millineal Road Safety Festival sendiri merupakan program kampanye akbar Kepolisian Republik Indonesia mengenai sadar berlalu lintas yang ditujukan kepada generasi millennials. (CIK)

 

Kepala MTsN 3 SBT, Sitti Mutia Khow

MTsN 3 SBT Dorong Siswa Berinovasi

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kabupaten Seram Bagian Timur, berkomitmen mendorong siswa untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam proses akademik maupun non akademik. 

Hal ini penting agar siswa mampu berkembang menghasilkan karya atau temuan-temuan melalui uji coba maupun riset yang dilakukan.

Kepala MTsN 3 SBT Ny. Sitti Mutia Khow mengatakan, dorongan peningkatan kreatifitas dan inovasi tidak saja dibidang akademik melalui mata-mata pelajaran namun  juga terhadap bidang akademik melalui karya seni.

Salah satu contoh kata Mutia, siswa kelas VIII MTsN 3 SBT berhasil melakukan uji coba tekan yang terjadi pada gas dengan menggunakan bahan-bahan sederhana yakni satu botol cuka, soda kue, balon dan botol aqua. Ujicoba tersebut berhasil dilakukan.

Setelah berhasil melakukan uji coba itu, siswa tersebut kemudian memanfaatkan Youtube sebagai media untuk berbagi informasi.

“Jadi yang mereka lakukan itu adalah menyelesaikan tugas kelompok untuk Mata Pelajaran IPA. Setelah berhasil ujicoba, mereka kemudian berinisiatif menjadikan Youtube sebagai sarana berbagi informasi,” Mutia, Kamis 21 Februari 2019.

Dikatakan, inovasi siswa itu  tidak saja untuk Mapel IPA namun mapel lain misalnya SBK dan Keterampilan.

“Nah,melalui tugas-tugas kelompok mereka akan berkreasi sendiri sesuai dengan apa yang mereka inginkan.”katanya.

Disisi lain Mutia menambahkan, pihaknya juga mendorong siswa untuk mengembangkan bakat dan talenta siswa melalui berbagai lomba seni dan olahraga.

“Untuk memacu siswa lebih aktif lagi, mereka yang berprestasi diberikan reword.Ini penting sehingga mereka tetap bersemangat dan mau meningkatkan kemampuannya,” tambah Mutia.(CIK)

 

Siswa MTsN 2 SBT mengikuti simulasi pelaksanaan UNBK secara offline

Terkendala Akses Jaringan Internet, MTsN 2 SBT Gelar UNBK Offline

 

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ditahun ini merupakan tahun ketiga setelah kebijakan itu serempak diterapkan secara nasional. 

Namun bagi MTsN 2 Seram Bagian Timur pelaksanaanya ditahun ini merupakan kali pertama. 

Meski perdana, siswa telah disiapkan baik dari segi kemampuan keterampilannya maupun kemampuan akademik.

Kepala MTsN 2 SBT, Suryadi Kelian mengungkapkan, keterbatasan akses jaringan internet menjadi kendala utama dalam pelaksanaan UNBK. Meski begitu dia tetap optimis mempersiapkan siswa menghadapi UNBK.

“Untuk mendukung program pemerintah mau tidak mau kami harus siap. Meskipun berbagai kendala kita hadapi,” ujar Kelian, Kamis 21 Februari.

Dijelaskan, pelaksanaan UNBK di MTsN 2 SBT tahun ini  dilakukan secara offline. Artinya sistem online hanya berlaku saat verifikasi pengambilan token serta pengiriman jawaban, selebihnya dilaksanakan secara offline.

Sementara untuk pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) kata Kelian dilakukan secara online.

“Jadi untuk UNBK-nya Offline, sementara UAMBN-BKnya tetap online. Kami sudah melakukan ujicoba melalui simulasi UAMBN-BK dan hasilnya bagus meskipun masih menggunakan perangkat seadanya yakni Handphone yang didukung jaringan 2G,”akui Kelian.

Kesempatan itu, Suryadi menambahkan, proses persiapan akademik siswa sudah dilakukan jauh hari melalui bimbingan belajar maupun les-les tambahan.Meski begitu kemampuan akademik maupun keterampilan peserta akan kembali dievaluasi pada pelaksanaan simulasi terakhir.

“Prinsipnya kami sudah siap melaksanakan UNBK maupun UAMBN-BK,”kunci Suryadi Kelian.(CIK)

 

Kepala MAN 2 SBT, Boki Rahmawati

MAN 2 SBT Siap Hadapi KSM Tingkat Provinsi

Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Tahun ini menjadi tuan rumah pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Maluku dan Perkemahan Pramuka Madrasah Daerah (PPMD). 

Sebagai tuan rumah, madrasah-madarasah di Kabupaten berjuluk Ita Wotu Nusa itu kini terus berbenah menyiapkan pesertanya untuk ikut ambil bagian.Salah satunya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kabupaten Seram Bagian Timur.

Kepala MAN 2 SBT, Ny. Boki Rahmawati Buatan mengaku, sejauh ini bimbingan dan pelatihan terhadap siswa terus diintensifkan. 

Hal ini penting agar siswa benar-benar menguasai materi-materi yang nantinya dikompetisikan pada ajang bergengsi madrasah itu.

“Saat ini kami terus melakukan pembinaan terhadap siswa yang akan menjadi peserta KSM. Mereka kami bagi dalam bentuk kelompok belajar,”ujar Rahmawati, Kamis 21 Februari 2019.

Dia mengatakan, sebagai tuan rumah, tentu madrasah-madrasah di SBT terkhusus MAN 2 SBT tidak mau tertinggal dengan madrasah lainnya. Prestasi menjadi hal penting untuk diwujudkan. 

“Dengan pembinaan yang terus kami lakukan tentu kami optimis bisa meraih prestasi. Siapapun berharap demikian,”katanya sembari berharap adanya dukungan orang tua dirumah untuk memberikan perhatian dan mengawasi proses belajar anak.

Selain mempersiapkan siswa dalam menghadapi KSM, tambah Rahmawati, siswanya juga dipersiapan untuk menghadapi Perkemahan Pramuka Madrasah Daerah (PPMD) yang bakal digelar di lokasi Wisata Gumumae Beach, Kota Bula. (CIK)

 

Pelaksanaan Ujian Semester di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) berbasis android.

Tekan Biaya Operasional, MAN 3 SBT Terapkan Ujian Semester Berbasis Android

 

Pelaksanaan Ujian Semester di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tidak lagi menggunakan kertas. 

Kini, siswa/siswi dimadrasah itu didorong melaksanakan ujian semseter dengan menggunakan perangkat Handphone Android

Kepala MAN 3 SBT Safrudin mengaku, penggunaan Handphone sebagai media untuk ujian semester jauh lebih hemat dan efektif jika dibandingkan dengan penggunaan kertas. Selain hemat biaya penggunaanya juga praktis.

Dia mengaku, ide penerapan ujian semester berbasis Android itu muncul setelah proktornya mendapatkan informasi dari salah satu stasiun Televisi Swasta yang menginformasikan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Gaja Mada (UGM) menggunakan HP Android.

“Nah, setelah mendapatkan informasi itu proktor saya kemudian mencari tahu dan akhirnya berhasil kami terapkan untuk pelaksanaan ujian semester maupun simulasi UNBK beberapa waktu lalu,”akui Safrudin.

Agar HPnya tidak disalahgunakan atau perangkat kalkualator dijadikan alat contekan kata Safrudin.oleh proktor seluruh program atau aplikasi yang berada didalam dinonaktifkan kecualai aplikasi yang digunakan untuk pelaksanaan ujian semester.

“Jadi saluran telpon, kalkulator dan aplikasi lain tidak bisa berfungsi selama ujian dilaksanakan. Setelah ujian baru aplikasi dan perangkat lainnya kembali diaktifkan lagi. Hal ini sama seperti menggunakan perangkat lunak komputer. Dimana saat ujian komputer itu tidak dapat digunakan untuk hal lain kecuali melaksanakan ujian,”jelas Safrudin.

Dia menambah, kedepan proses pelaksanaan ujian semester berbasis android ini akan terus diterapkan. Dan jika memungkinkan dapat digunakan untuk penunjang pelaksanaan UNBK jika fasilitas pendukung terbatas.(CIK)

 

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad, melaunching penegerian MTs Alhidayah, Liang, Kecamatan Salahutu, menjadi MTs Negeri 6 Maluku Tengah, Selasa 19 Februari 2019.

Musaad: Kemenag Terus Dorong Penegerian Madrasah

Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku terus mendorong proses penegerian terhadap sejumlah madrasah di daerah ini. 

Upaya tersebut sebagai langkah perluasan akses dan peningkatan mutu madrasah.Hal ini disampaikan Kakanwil dalam sambutannya saat melaunching penegerian MTs Alhidayah, Liang, Kecamatan Salahutu,  menjadi MTs Negeri 6 Maluku Tengah, Selasa 19 Februari.

Kakanwil mengatakan,  MTsN 6 Maluku Tengah merupakan salah satu dari 5 madrasah ditahap pertama yang sudah mendapatkan persetujuan melalui Keputusan Menteri Agama RI  (KMA) Nomor  731 Tahun 2018. Dengan penegerian ini maka lembaga tersebut menjadi tanggungjawab pemerintah.

Dengan dinegerikan MTs Al-Hidayah Liang menjadi MTsN 6 Maluku Tengah, Kakanwil  berharap madrasah ini kelak menjadi kelaster atau contoh bagi Madrasah Aliyah (MA) AL-Hidayah liang yang bakal dibuka nantinya.

“Kita berharap pihak Yayasan juga segera membuka Madrasah Aliyah. Dengan begitu, fasilitas yang dimiliki MTsN 6 ini dapat dimanfaatkan tidak saja oleh MA tetapi juga MI Al-Hidayah sepanjang untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia,” harap Musaad.

Bagi Kakanwil penegerian MTsN 6 Maluku Tengah ini sekaligus menjawab rentang kendali jarak bagi generasi muda di Negeri Liang yang hendak menimba ilmu pada pendidikan madrasah negeri. 

Seperti yang selama ini terjadi di MTsN 1 Maluku Tengah di Tulehu.

“Jadi anak-anak tidak lagi bolak-balik menuntut Ilmu di Madrasah Negeri. Karena MTsN 6 ini sama saja dengan MTsN 1 yang ada di Tulehu,”kata Musaad.

Menurutnya, dengan adanya penegerian ini maka secara otomatis MTsN 6 Maluku Tengah didorong untuk memenuni standarisasi kelayakan, standariasi pendidikan, standarisasi pembiayaan, standarisasi kelulusan yang merujuk pada 8 standar pendidikan nasional.Ini menjadi titik tekan Kemenag dalam rangka peningkatan kualitas madrasah di Maluku.

“Tentu launching ini menjadi hari paling bersejarah bagi Negeri Liang karena transformasi MTs AL-Hidayah Liang menjadi MTsN 6 Maluku Tengah secara otomatis pula menjadi milik negara dan Satker baru dibawa Kementerian Agama. Tentu dituntut untuk meningkatkan kualitasnya,”tutur Musaad.

“Generasi yang baik itu bukan generasi yang menjaga dan memelihara sebua warisan. Tapi disebut generasi baik ketika generasi itu mampu mewariskan sesuatu kepada generasi berikutnya. Tentu capaian ini tidak terlepas dari para pendahulu dan pendirinya. Semoga dengan keiklasan, penyerahan aset untuk dikelola negara ini mejadi amal ibadah di sisi Allah SWT termasuk para pendahulunya,” ungkap Kakanwil.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah M. Hanafi Rumatiga dalam laporannya menjelaskan, proses penegerian sebuah madrasah merupakan langkah strategis dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah.

Diungkapkan, Tahun 2006 merupakan tahun terakhir penegerian madrasah di Maluku. Dibawa dorongan Kepala Bidang Madrasah yang saat itu dijabat Fesal Musaad berhasil mewujudkan harapan itu.

“Prosesnya panjang dan makan waktu. Kurang lebih 12 Tahun upaya itu akhirnya tercapai ditahun 2018 ini. Setidaknya ditahap pertama 5 madrasah di Maluku dari 54 madrasah se-Indonesia dinegerikan melalui dua surat Keputusan Menteri Agama (KMA). Yang pertama KMA Nomor 535 Tahun 2018 mengakomodir 2 madrasah yakni MTs Al -Islah Ruta menjadi MTsN 7 Maluku Tengah, MA Namalean Sekaru menjadi MAN 3 Seram Bagian Timur. Yang kedua KMA 731 tertanggal 4 Desember 2018 kembali mengakomodir 3 madrasah yakni MTs Nadil Ulum Iha menjadi MTsN 5 Maluku Tengah, MTs Al-Hidayah Liang menjadi MTsN 6 Maluku Tengah dan MTs Tutuktolu menjadi MTsN 6 Seram Bagian Timur,” ungkap Rumatiga.

Rumatiga menambahkan, setelah peralihan status ini maka kedepan MTsN 6 Maluku Tengah menjadi tanggungjawab Kemenag dalam hal memberikan fasilitas pembangunan, guru dan lain sebagainya.

“Sebagai penunjang dan berdasarkan petunjuk Kakanwil Kemenag Maluku kami sudah melakukan identifikasi guru-guru pada madrasah tetangga untuk selanjutnya dipindahkan ke MTsN 6 Maluku Tengah. Hasil koordinasi ada beberapa guru yang sudah siap ditempatkan, begitupun TU dan Pegawai TU,” tambah Rumatiga.

Dengan sertifikasi tanah yang dimiliki MTsN 6 Maluku Tengah maka kedepan ditahun 2021 seluruh fasilitas berupa gedung kelas, laboratorium, akan di sediahkan oleh Kemenag RI melalui dana Surat Berharga Syariat Negara (SBSN).

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Hidayah Liang Abdul Razak Opier mengatakan, pihaknya akan tetap mendukung dan membantu perkembangan pendidikan di Negeri Liang meskipun assetnya sudah diserahkan untuk dikelola pemerintah.

Dia berharap, MTsN 6 Maluku Tengah ini kedepan menjadi ikon bagi generasi muda dihari ini dan hari akan datang.”Prinsipnya kami iklas 1000 persen menyerahkan asset untuk dikelola negara. 

Mengapa ini kami lakukan, tujuannya utamanya adalah mencerdaskan generasi bangsa yang berkarakter serta berdaya saing untuk bisa bersaing dengan lembaga pendidikan yang dikelola Pendidikan dan Kebudayaan.

Kesempatan itu, Abdul Razak, juga mengaku, pihaknya juga akan menyerahkan asset MIS Al-Hidaya untuk dikelola pemerintah.

“Penyerahan ini sudah menjadi komitmen. Tentu ada aturan atau syarat-syarat yang akan kita penuhi. Nah, inipun segera kita koordinasikan bersama Kemenag Maluku,” kunci Abdul Razak. (CIK)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top