ADVETORIAL

Buka UAMBN, Kakanwil Harap Harus Jadi Ajang Penyiapan Sumber Daya Umat Berkualitas

Fesal Musaad

KEPALA Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad, menegaskan, pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) masih dianggap sekedar siklus tahunan, sehingga mutu pendidikan kurang diperhatikan. 

Untuk itu para praktisi pendidikan madrasah harus mampu merubah wajah UAMBN ini dari sekedar proses manajemen menjadi sebua strategis revolusi mental berdimensi keumatan.

“Selama bertahun-tahun pola pikir siswa madrasah ditenun dengan materi agama. Pola prilaku mereka dipinang, dipintal oleh lingkungan pembelajaran yang syarat aktifitas keagamaan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Zein Firdaus Kaisupy, mewakili Kakanwil Kemenag Maluku saat menyempatkan tanda peserta ujian

Jika berjalan baik, maka secara alamia siswa madrasah akan tumbuh berkembang menjadi agamawan yang ilmuan, dan ilmuan yang agamawan.

“Olehnya, saya tuntut kepentingan pemetaan mutu dan pengukuran hasil  belajar peserta didik. Maka itu, UAMBN harus diperbaiki, disiasati secara strategis sebagai ajang penyiapan sumber daya umat yang berkualitas,” ujar Kakanwil dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Kantor Kemenag Kota Ambon Zein Firdaus Kaisupy saat membuka secara simbolis pelaksanaan UAMBN tingkat MTs se-Maluku di MTsN Ambon, Rabu 20 Maret 2019.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional mengamanatkan bahwa evaluasi peserta didik satuan pendidikan dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan dan sistematik. 

Untuk menilai pencapaian standar pendidikan maka pelaksanaan ujian dilakukan secara eksternal yang berskala besar guna mengetahuai pencapaian kompetensi lulusan dengan standar nasional.

Dijelaskan, tujuan pelaksanaan UAMBN adalah dalam rangka memetakan mutu pendidikan dan mengukur standar pencapaian kompetensi lulusan pada madrasah secara nasional. 

Sementara fungsi dari UAMBN sendiri sebagai pertimbangan pemetaan mutu pendidikan, umpan balik dalam perbaikan program pembelajaran, alat pengendali mutu pendidikan dan tidak sebagai penentu kelulusan. Dengan demikian, UAMBN sangatlah penting dalam rangka memantau peningkatan pemerataan mutu pendidikan diseluruh Indonesia.

Menurutnya, seluruh rangkaian ujian,  baik USBN, UAMBN dan UNBK sama pentingnya dalam menentukan keberhasilan siswa. Sehingga para siswa dapat berkompetisi pada jenjang pendidikan selanjutnya dan lebih penting lagi lulusan madrasah  di Maluku dapat hidup damai, memiliki ahklakul karimah ditengah-tengah kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara.

Kakanwil mengatakan, kelulusan seratus persen bisa dicapai apabila ada kerja keras dari semua pihak terutama kepala-kepala madrasah dan dewan guru dalam mempersiapkan siswanya secara maksimal.

“Terus berikan suport dan semangat kepada mereka agar ujian ini tidak dianggap sebagai momok yang menggelisahkan,” kata Kakanwil.

Kesempatan itu Kakanwil juga mendorong seluruh madrasah di Maluku ditahun mendatang sudah seratus persen melaksanakan UAMBN berbasis komputer. 

Tak lupa Kakanwil juga berpesan agar siswa peserta ujian harus mempersiapkan mental dan fisik serta belajar lebih giat  dan mengejarkan soal-soal penuh percaya diri.

“Manfaatkanlah waktu se-efisien mungkin, tunaikan Shalat, jangan lupa berdoa kepada Allah SWT guna meraih cita-citamu untuk kehidupan lebih baik kini dan masa akan datang,” tandas Kakanwil.  (CIK)

 

MAN SBB Geliatkan Gerakan Literasi

DALAM rangka menumbuhkan, minat baca peserta didik dan guru serta meningkatkan keterampilan membaca, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Seram Bagian Barat  (SBB) menggeliatkan gerakan Literasi. Program ini diterapkan lebih awal sebelum proses KBM rutin dikelas. 

Kepala MAN SBB, Hadana Oper, mengatakan, gerakan Literasi Sekolah ini merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua civitas madrasah baik siswa, guru maupun tenaga administrasi sebagai bagian dari ekosistem pendidikan di madrasah.

“Tujuannya adalah membiasakan siswa maupun guru untuk terus membaca buku. Melalui program ini siswa diharuskan membaca buku selama 15 menit sebelum masuk mengikuti KBM dikelas,” ujar Hadana Oper, Kamis 21 Maret.

Guna mengontrol program tersebut berjalan dengan efektif, masing-masing kelompok didampingi satu orang mentor. Satu mentor mendampingi 8 sampai 10 orang siswa.

“Siswanya kita bagi dan langsung dibimbing serta diawasi mentor masing-masing,”!kata Hadana.

Dirinya berharap, lewat program Literasi Sekolah ini, minat baca siswa semakin berkembang serta adanya tambahan wawasan pengetahuan. (CIK)

 

Belum Punya Fasilitas, 24 Siswa MTs Al Muhajirin Waihatu Ikut UAMBN-BK Di MAN SBB

SEJUMLAH Madrasah Swasta baik MTs maupun MA di Provinsi Maluku hingga kini belum bisa mandiri melaksanakan baik Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer (UAMBN-BK) lantaran  tidak memiliki fasilitas komputer, server, ruangan maupun perangkat pendukung lainnya.

Madrasah-madrasah yang teridentifikasi belum memiliki fasilitas pendukung ini lantas dimerger atau bergabung menggunakan fasilitas madrasah lain yang sudah secara mandiri melaksanakan ujian berbasis komputer.

Di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), 24 siswa MTs Al-Muhajirin Desa Waihatu, terpaksa melaksanakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional – Berbasis Komputer (UAMBN-BK) menggunakan fasilitas milik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) SBB.

Kepala MAN SBB Hadana Oper mengatakan, meski belum memiliki sarana prasarana, rasa optimisme dan komitmen MTs Al-Muhajirin untuk melaksanakan ujian berbasis komputer ditahun ini  sudah bulat.

”Tentu perlu diberikan apresiasi. Sebab, selain lembaganya, semangat siswa untuk mengikuti proses UAMBN-BK juga begitu besar,”ujar Hadana.

MAN SBB sebagai madrasah yang menampung pelaksanaan UAMBN-BK siswa MTs Al-Muhajirin tentu merasa senang.

“Ini menjadi tanggungjawab moral sebagai sesama keluarga besar madrasah. Kami dengan legowo menerima mereka,”pungkas Hadana. (CIK)

 

5 Siswa MAN 2 SBT Lolos Seleksi ABTI Provinsi Maluku

LIMA siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) berhasil lolos dalam seleksi yang digelar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Pengurus Provinsi Maluku. Kelima siswa tersebut sudah menjalani pelatihan dan akan kembali mengikuti pembinaan lanjutan.

Kepala MAN 2 SBT Ny. Boki Rahmawati Buatan mengatakan, ABTI merupakan organisasi baru yang berdiri sejak Tahun 2007 silam. Kehadiran ABTI di Kabupaten SBT merupakan yang pertama setelah organisasi ini terbentuk kepengurusannya di Provinsi Maluku.

”Jadi selain pengurusnya melakukan sosialisasi Bola Tangan kepada Guru Pendidikan Jasmani dan Siswa/siswi SMP maupun SMA sederajat, mereka juga melakukan seleksi terhadap siswa guna dilatih sebagai atlet-atlet Bola Tangan kedepan,” kata Ny Rahmawati.

Menurut Rahmawati, lolosnya lima orang siswa MAN 2 SBT itu menjadi satu kebanggan tersendiri. Sebab, Bola Tangan ini  baru pertama kali dikenalkan di Kabupaten Seram Bagian Timur dan siswanya sudah bisa ambil bagian serta mendapatkan kesempatan untuk dilatih sekaligus bakal mengikuti pembinaan lanjutan.

Sekedar diketahui, olahraga Bola Tangan  (Handball) adalah olahraga beregu di mana dua regu dengan masing-masing 7 pemain (6 pemain dan 1 penjaga gawang). Permainan ini mirip dengan sepakbola, tapi cara memindahkan bola adalah dengan tangan pemain, bukan kaki.

Lapangan bola tangan berukuran 40 m x 20m dengan garis pemisah di tengah dan gawang di tengah kedua sisi pendek. Di sekeliling gawang dibuat garis untuk menandai daerah yang hanya boleh dimasuki penjaga gawang. Bola yang digunakan lebih kecil dari bola sepak yaitu size 3,2 dan 1. Handball dimainkan selama 2 x 30 menit. Penalti dilakukan dari jarak 7 meter.(CIK)

 

UAMBN-BK Di MTsN 2 SBT Dibuka Kepala UPTD Dinas Pendidikan

PELAKSANAAN  Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer (UAMBN-BK) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hari pertama, Rabu 20 Maret kemarin dibuka resmi Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Muis Kelilauw.

Dalam sambutannya, Kelilauw memberikan apresiasi atas semangat madrasah untuk melaksanakan rangkaian ujian baik Ujian Nasional maupun Ujian Akhir Madarasah dengan sistem komputerisasi.”Saya bangga dengan tekad dan komitmen madrasah dalam rangka mendukung program nasional ini. Tentu komitmen madrasah ini harus dicontohi moleh lembaga pendidikan umum lain di Kabupaten Seram Bagian Timur ,”ujar Kelilauw.

Kesempatan itu, Kelilauw juga memberikan semangat dan dorongan motivasi kepada siswa/siswi MTsN 2 SBT agar terus belajar, terutama tetap tenang dalam mengerjakan soal-soal ujian.

Sementara itu, Kepala MTsN 2 SBT Suryadi Kelian mengaku, pelaksanaan UAMBN-BK mulai hari pertama pada Rabu hingga hari kedua Kamis 21 Maret kemarin berjalan dengan aman dan lancar.”Tidak ada kendala dengan jaringan listrik, begitupun dukungan akses internet cukup baik,”akui Suryadi Kelian.

Diungakapkan, bebarapa MTs afiliasi yang berada dibawa Rayonnya, juga melaksanakan UAMBN Berbasis Komputer.  4 MTs melaksanakan UAMBN-BK di MAN 1 SBT sementara MTs Kamar, bergabung melaksanakan UAMBN-BK di MTsN 2 SBT.”Madrasah-Madrasah ini belum memiliki fasilitas pendukung serta belum tersentuh dengan akses jaringan internet. Sehingga pelaksanaan UAMBN-BK dimerger ke madrasah-madrasah yang sudah mandiri melaksanakan,” tutup Suryadi Kelian. (CIK)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top