ADVETORIAL

Bupati Hanubun Pimpin Aksi Jumat Bersih Di Elat Kei Besar

Bupati Malra Taher Hanubun, turun langsung membersihkan sampah di sekitaran Pasar Elat, Kecamatan Kei Besar. (Jufri Suat)

BUPATI  Maluku Tenggara, M.Thaher Hanubun, Wakil  Bupati Petrus Beruatwarin, Dandim/1503, Danlanal, mewakili Danlanud, Wakapolres Malra, pimpinan OPD, lingkup Pemkab Malra, menyambangi Ohoi Elat, Ibu Kota Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat, 8 Februari 2019.

Kunjungan Bupati dan rombongan di Elat Kei Besar ini dalam rangka Kerja Bakti Jumat Bersih sekaligus penyuluhan Kamtibmas guna  memberikan pemahaman tentang pentingnya kesadaran masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menghadapi pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April mendatang dengan aman, sejuk, dan lancar. 

Bupati dan rombongan langsung melakukan apel bersama di lapangan pengeringan yang diikuti masyarakat ohoi setempat, juga siswa siswi, dan para guru, pegawai lingkup Kecamatan Kei Besar. 

Dalam arahannya Bupati mengajak seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan, baik dalam keluarga dan lingkungan, sekaligus beliau mengajak jajaran TNI, anggota Koramil dan Ibu-Ibu Persit, Polri Polsek Elat, bersama Ibu-Ibu Bhayangkara beserta warga untuk kerja bakti, Jumat Bersih.

Kerja bakti dalam rangka Jumat Bersih ini dipimpin langsung Bupati Thaher Hanubun, beberapa pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) dibantu TNI Polri, siswa dan siswi Elat dan warga membersihkan sejumlah kawasan.

“Hari ini saya bersama Dandim, Danlanal, Danlanud dan beberapa kepala dinas, kita kerja bakti Jumat Versih di sekitaran Kota Elat. Tujuan dari kegiatan ini guna menciptakan pola hidup bersih di masyatakat Elat Kei Besar,” ujar Bupati.

Dikatakan, pada beberapa kesempatan, seringkali sudah ia sampaikan bahwa ketika  bertemu orang di pusat (Dirjen Kelautan dan Perikanan) dia ditegur karena tercemarnya lingkungan laut kita oleh banyaknya sampah plastik.

“Hari ini saya mengingatkan kita semua, stop membuang sampah sembarangan. Jangan jadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah,”pesan Bupati.

Pada kesempatan itu pula Bupati memperkenalkan jabatan para kepala OPD untuk dapat diketahui oleh masyarakat Kei Besar.

“Sudah saya jadwalkan untuk Kecamatan Kei Besar, dalam satu bulan saya dan rekan-rekan SKPD, akan turun, untuk melihat langsung berbagai keluhan dan kondisi masyarakat termasuk kebersihan lingkungan di Kota Elat dan ohoi-ohoi lainnya dan lebih penting masyarakat dapat memgenal SKPD,”ungkap Bupati..

Sejumlah kawasan yang dibersihkan di antaranya lokasi pengiringan Elat, jalan utama sekitar Kota Elat, pusat pertokoan dan pasar.

Selain kerja bakti, Bupati juga menyempatkan diri untuk membeli sejumlah dagangan warga dari hasil bertani masyarakat sekitar Ohoi Elat dan berdiskusi terkait jual beli dan perputaran keuangan di pasar tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati bersama rombongan meninjau langsung Puskesmas Ohoi Watsin dan Gedung Rawat Inap Puskesmas Ohoi Wakol, sembari menyapa warga di setiap ohoi. Bupati juga menyempatkan waktu untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat. (JSU)

 

Ketua DPRD Malra Thedeus Welerubun, SH.

Lantik 32 Kepala Desa Ohoi, Hanubun Dapat Apresiasi Ketua DPRD Malra

PELANTIKAN sejumlah kepala desa (ohoi) defenitif di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) yang dilakukan oleh Bupati Malra M Thaher Hanubun belum lama ini mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Malra Thedeus Welerubun,SH.

“Proses pelantikan para kepala Ohoi definitif ini kita tahu bersama telah berlangsung cukup lama. Puji Tuhan, hal ini dapat diwujudkan saat pemerintahan baru  Saudara Bupati Hi. M.Thaher Hanubun dan Wakil Bupati Petrus Beruatwarin,” ujar Ketua DPRD Malra, Thedeus  Welerubun, kepada Rakyat Maluku, usai Pelantikan 32 Kepala Ohoi, di Hotel Kimson, Langgur,  7 Februari 2019.

Dikatakan, langkah Bupati Hanubun ini sesuai janji politik dan Program 100 Hari Kerja mereka. 

“Mereka telah menetapkan dan melantik 32 Kepala Ohoi di Kabupaten Malra. Langkah mereka berdua ini patut kita beri apresiasi,”ungkap Welerubun.

Thedeus Welerubun mengakui, proses pelantikan terhadap kepala kepala Ohoi definitif telah berlangsung cukup lama sejak pemerintahan Anderias Rentanubun dan Yunus Serang. 

Dikatakan, program Bupati Hanubun ini sebuah prestasi dan selaku Ketua DPRD dan anggota dewan pihaknya memberi pujian karena memang sudah lama menjadi harapan masyarakat lebih khusus ohoi-ohoi untuk memiliki kepala desa definitif.

Thedeus Welerubun, SH.

Welerubun juga berpesan kepada 32 kepala Ohoi yang dilantik agar memaksimalkan fungsi dan tugas selaku kepala Ohoi dalam menjalankan pemerintahan ohoi. 

“Lebih khusus dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban dana Ohoi, sekaligus mampu mempersatukan perbedaan di dalam  Ohoi masing-masing,” ujarnya.

Diakui, pembangunan di Ohoi itu dapat berjalan maksimal ketika kepala desa mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Ohoi.

Welerubun juga berharap, terhadap kepala kepala Ohoi yang belum dilantik untuk segera diproses, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, seluruh Ohoi sudah dapat terselesaikan, namun tentunya harus sesuai mekanisme, hukum, baik adat maupun pemerintahan.

Meskipun mendapatkan pujian dan apresiasi, orang nomor satu di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Maluku Tenggara, itu juga memberikan catatan khusus, kepada Bupati Thaher Hanubun dan Wakil Bupati Petrus Beruatwarin.

“Pemerintah daerah, tetap dan harus memperhatikan ketentuan undang-undang, dan Peraturan Daerah (Perda) tentang ratschap dan ohoi. Sekaligus melakukan pendalaman yang lebih dalam lagi, tentang hak asal usul, atau hak yang benar- benar memastikan jabatan atas kepala Ohoi itu,” ujar Welerubun.

Welerubun mengatakan, terjadinya situasi pada satu atau dua Ohoi, karena perbedaan pendapat, soal siapa yang paling berhak, memang tidak dapat dihindari. “Kepentingan kami adalah mengawal pelantikan ini, sesuai dengan ketentuan dan pastinya mengacu kepada asal usul, sehingga ini tidak menjadi salah dan keliru,” ujarnya.

DPRD maupun pemerintah, kata dia, tidak masuk dalam wilayah adat. Selaku pemerintahan di daerah ini, kita hanya memfasilitasi agar proses yang dilakukan berjalan secara baik dan benar, sesuai dengan adat dan budaya Ohoi setempat. “Sama yang dikatakan saudara Bupati Hanubun saat pelantikan,” ungkapnya.

Untuk itu, selaku Ketua DPRD Welerubun mengharapkan setiap perbedaan yang muncul akibat dari proses pelantikan kepala kepala Ohoi dapat ditempuh dengan jalur hukum.  

Menurut Welerubun, di dalam satu Ohoi tentunya ada sebagian masyarakat yang pro maupun kontra atas pelantikan ini, dan untuk itu dia mengajak kita semua, mari silahkan kita berproses secara hukum. “Jika itu menurut Anda tidak benar, tetapi jangan karena tidak suka, lalu mengambil tindakan-tindakan yang justru melanggar ketentuan hukum, baik hukum adat maupun pemerintah,” ujarnya.

Dikatakan, negeri ini negeri adat,  dan negara ini negara hukum, dan hukum adalah panglima tertinggi. “Mari kita selesaikan dengan jalur hukum,” tegas Welerubun. (JSU)

 

Wakil Bupati Malra Petrus Beruatwarin saat memberikan sambutan pada acara penyerahan Bantuan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi Lippo Group (BMBL) Tahun 2018 di aula Politeknik Perikanan Negeri Tual, Senin, 11 Februari 2019. (Jufri Suat)

Wakil Bupati: Kita Harapkan Akan Lahir Pemimpin  Baru Dari Malra

WAKIL Bupati Maluku Tenggara, Petrus Beruatwarin, menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Lippo Group yang telah menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan beasiswa kepada 100 mahasiswa Politeknik Perikanan Negeri Tual. 

Pemberian beasiswa ini sesuai penilaian dan dianggap berprestasi untuk mendapatkan bantuan beasiswa tersebut.

“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah saya ucapkan selamat dan sukses kepada mahasiswa penerima bantuan beasiswa. Dengan dukungan yang diberikan ini maka kita harapkan dari daerah ini akan muncul pemimpin-pemimpin masa depan, yang akan berkarya bagi kemajuan Kabupaten Malra,” ungkap Beruatwarin, dalam sambutannya saat Penyerahaan Bantuan Mahasiswa Berprestasi Lippo (BMBL) Tahun 2018 di aula Politeknik Perikanan Negeri Tual, Senin, 11 Februari 2019.

Pada kesempatan tersebut Wabup Malra ini memberikan ucapan selamat juga kepada Lippo Grup.  

“Semoga Lippo Grup semakin berjaya dengan segala kontribusinya. Dan, apa yang dilakukan ini dapat menjadi sarana pengembangan kapasitas kita bersama, dan pada saatnya nanti semua upaya ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah ini,” ungkap Beruatwarin.

Diia berharap semoga dengan beasiswa ini saudara-saudara akan semakin bersemangat untuk terus berupaya meningkatkan kapasitas keilmuan, guna menjadi pribadi-pribadi yang semakin baik dalam rangka mempersiapkan diri masuk ke dalam pasar tenaga kerja yang dari waktu ke waktu semakin selektif.

Menurut Wakil Bupati, bantuan tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga, karena dengan bantuan itu pihak Lippo Grup telah ikut meringankan beban bagi generasi muda yang berjuang untuk menggapai masa depan, termasuk juga ikut mengembangkan pendidikan dan sumber daya manusia di daerah ini.

“Harapan saya semoga ke depan, komitmen Lippo Grup untuk pengembangan pendidikan dapat terus diupayakan di Maluku Tenggara, baik melalui beasiswa maupun dalam bentuk lainnya,”ungkapnya.

Dikatakan, era modern dan persaingan bebas saat ini kekuatan utama yang dapat memastikan eksistensi suatu negara maupun dalam lingkup yang lebih kecil, terletak pada ketersediaan sumber daya manusia yang berdaya saing, yaitu SDM yang memiliki kapasitas dan kompetensi mumpuni, termasuk integritas dan kepribadian yang baik.

Tanggung jawab yang diemban oleh generasi saat ini adalah bagaimana memastikan generasi penerus pembangunan ke depan, adalah generasi yang memiliki kriteria-kriteria sebagai SDM yang berdaya saing dan tangguh. Untuk itu, perlu dipahami bahwa tanggung jawab tersebut tidak dapat dipikul sendiri oleh pemerintah dan atau institusi penyelenggara pendidikan.

Kabupaten Maluku Tenggara sebagai daerah kepulauan atau termasuk daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) menjadikan sektor perikanan dan sektor pariwisata sebagai leading sector pembangunan daerah, yang tentu secara sinergis harus didukung dan diperkuat sektor-sektor strategis pembangunan lainnya, seperti pendidikan, perhubungan, ke-PU-an, pertanian dan lain-lain. 

Wakil Bupati juga menitipkan pesan kepada pihak Lippo Grup, kiranya dengan jaringan usaha yang luas, semoga dapat menghimpun jaringan-jaringan swasta lainnya, yang berkomitmen sama untuk pengembangan pendidikan, agar juga ikut memperhatikan pengembangan pendidikan di kedua daerah ini. 

Dengan dukungan yang diberikan, maka dari daerah ini akan muncul pemimpin-pemimpin masa depan, yang akan berkarya, bagi kemajuan di Kabupaten Malra.

Menurutnya, penting juga bagi mahasiswa penerima bantuan kiranya bantuan yang diterima ini dapat dimanfaatkan secara bijak. Gunakan kemudahan yang diterima untuk sebesar-besarnya meningkatkan kapasitas diri dan kemampuan intelektual.

“Dan, kepada saudara-saudara mahasiswa lainnya, teruslah kembangkan diri, belajar lebih giat lagi agar mampu mencapai prestasi. Sehingga dengan demikian, akan terbuka peluang untuk memperoleh bantuan beasiswa di waktu-waktu yang akan datang,”pungkasnya.(JSU)

 

Presiden Komisaris PT. Lippo Karawaci, tbk Drs.Theo L. Sambuaga bersama Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual. J. A. Rahajaan yang diwakili Pudir I Dani S. Royani secara simbolis menyerahkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di Polikant Tual. (Jufri Suat)

Tiap Tahun Lippo Group Beri Bantuan 100 Beasiswa

SETIAP tahun penerimaan mahasiswa baru banyak sekali yang dengan terpaksa harus mengundurkan diri, dikarenakan namanya tidak lolos seleksi sebagai mahasiswa penerima biaya pendidikan.

Untuk itu mereka harus diberikan akses berupa bantuan beasiswa guna dapat mengenyam pendidikan tinggi di daerah tersebut.

Hal ini disampaikan Direktur  Politeknik Perikanan Negeri Tual. J. A. Rahajaan, dalam sambutannya yang dibacakan Pudir I Politeknik Perikanan Negeri Tual Dani S. Royani, di hadapan Presiden Komisaris PT. Lippo Karawaci, Tbk, Drs.Theo L. Sambuaga, saat penyerahaan Bantuan Mahasiswa Berprestasi Lippo (BMBL) Tahun 2018 di aula Politeknik Perikanan Negeri Tual, Senin 11 Februari 2019.

“Segenap civitas akademika Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Group Lippo atas perhatian dan kepercayaan kepada Polikant sebagai salah satu dari 10 perguruan tinggi negeri penerima beasiswa (BMB) Lippo tahun 2018,”tandas Dani.

Menurut J.A.Rahayaan, acara penyerahan beasiswa yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari penyerahan bantuan beasiswa oleh pendiri dan Chairman Lippo Group Dr. Mochtar Riady kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) di Jakarta.

“Saat ini di Polikant, terdapat 505 jumlah mahasiswa penerima beasiswa yang terdiri dari 412 bidik misi, dan 93 PPA. Kriteria utama penerima BMB Lippo ini ialah mahasiswa yang memiliki prestasi di Polikant dengan latar belakang keluarga tidak mampu,” kata Rahayaan.

Ditambahkan Rahayaan, bagi 100 mahasiswa penerima BMB Lippo, semoga dengan adanya pemberian BMB Lippo, dapat menambah motivasi untuk terus meraih prestasi dan membanggakan Polikant sebagai satu satunya perguruan tinggi negeri di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Ia juga berharap pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual kedepan dapat memberikan bantuan beasiswa daerah bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan serta bantuan infrastruktur di Polikant guna memacu semangat, dan daya saing dengan daerah lain di Indonesia.

Sementara itu, di tempat yang sama Presiden Komisaris PT. Lippo Karawaci, Tbk Drs.Theo L. Sambuaga mengatakan, pemberian bantuan mahasiswa berprestasi Lippo telah berjalan sejak tahun 2011, merupakan program pemberian beasiswa yang setiap tahunnya diberikan bagi mahasiswa yang ada di 10 perguruan tinggi negeri.

Pemberian bantuan beasiswa ini, menurut Sambuaga, adalah untuk mendorong mahasiswa memacu prestasinya, khususnya bagi mahasiswa yang berlatar belakang kurang mampu, sehingga kendala ekonomi tidak menjadi halangan bagi mahasiswa untuk meraih impiannya. 

“Kami dari Lippo Group ingin berpartisipasi dan berkontribusi dalam hal ini, karena kami menyadari bahwa pembangunan pendidikan adalah pembangunan atau program yang perlu mendapat perhatian, biaya yang cukup tinggi, dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak,” ujar Sambuaga.

Dijelaskan Sambuaga, bantuan beasiswa yang telah diberikan sejak tahun 2011, sebesar 150 juta rupiah bagi setiap PTN dengan total pemberian bantuan tiap tahunnya mencapai Rp. 1,5 Miliar.

“Saya berharap dengan pemberian bantuan ini turut meringankan beban orang tua dan mahasiswa serta diharapkan lebih  meningkatkan motivasi mahasiswa untuk berprestasi dan yang telah berprestasi dapat lebih ditingkatkan lagi prestasinya,” ungkap Sambuaga.(JSU).

======================
--------------------

Berita Populer

To Top