NEWS UPDATE

Bupati MTB Akui Dukung Jokowi

Petrus Fatlolon

RakyatMaluku.com – PERHELATAN Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2019 mendatang kian memanas. Meski petinggi-petinggi partai politik di pusat secara resmi telah menyatakan dukungan kepada para calon pasangan capres-cawapres. Namun tak sedikit pula para kader partai yang notabenenya adalah kepala daerah membelot tak sejalan dengan keputusan partai.

Sebut saja Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang, yang juga sebagai anggota Majelis Demokrat, Gubernur Papua Lukas Enembe, ketua DPD Demokrat Papua juga melakukan hal yang sama. Kini giliran Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Petrus Fatlolon, yang juga adalah anggota Partai Demokrat, memilih membelot dengan memberikan dukungan kepada Jokowi – Ma’aruf Amin.

Orang nomor satu di kabupaten yang ber­juluk Duanlolat ini secara terang-terangan menyatakan sikapnya secara pribadi, untuk mendukung Capres Jokowi Ma’aruf, ketimbang pasangan Prabowo – Sandy. Bahkan yang bersangkutan juga bersedia menjadi tim pememang Jokowi – Maaruf di Kabupaten MTB, bila dipercayakan.

“Disini saya mau katakan, pertama saya bertemu dengan pak Jokowi hanya empat mata dengan beliau tanggal 30 Juli 2018!lalu. Dan dari 30 Bupati, hanya lima Bupati yang ketemu empat mata dengan Jokowi termasuk saya,” akuinya kepada media d Ambon usai acara tatap muka bersama masyarakat Tanimbar di Kota Ambon, Senin 4?September 2018.

Dikatakan jika ada yang bertanya saat pencob­losan di TPS nanti, dirinya memilih siapa, maka dengan lantang dijawabnya adalah Jokowi. Ia tegaskan juga bahwa dukungan ini bukan sebagai Bupati atau Kader Partai Demokrat melainkan pribadinya sebagai seorang Petrus Fatlolon. Meski tidak dipungkiri kedua hal itu (bupati dan kader partai) melekat erat didalam dirinya.

Dikatakan sikap politik tersebut bukannya diputuskan secara dadakan, melainkan melalui pertimbangan yang sangat matang. Dimana secara sadar dirinya menyadari bahwa dari keputusan itulah ada konsekuensi.
“Ibaratnya kita berjalan di alang-alang. Tentu kaki kita akan tergores” ucapnya.

Ditanya alasan hingga memilih Capres Jokowi – Ma’aruf, lantaran ia menilai Jokowi adalah salah satu figur pemimpin yang pantas diberi kesepatan, untuk memimpin indonesia lima tahun mendatang,” tabdas Fatlolon.

TIDAK ETIS
Sebelumnya diberitakan koran ini,Pemerhati politik Maluku, Mohammad Borut, menilai sikap politik Petrus Fatlolon, Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) dinilai tak etis.

Karena sebagai kader Partai Demokrat, Fatlolon, tidak ingin berjuang bersama partai berlambang bintang mercy untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Fatlolon telah bersikap untuk bergabung dalam tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Maluku.
Dikatakan keputusan yang diambil Fatlolon memang adalah hak Politik sebagai warga negara, namun secara etika politik, tidak bisa dibenarkan.

“Fenomena pindah kelompok memang ramai terjadi di Pilpres 2019, dan itu tak luput di Maluku. Sebagaimana sejumlah media yang memberitakan sikap kader Demokrat, Petrus Fatlolon yang pindah gerbong untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Maluku, adalah sikap politik yang tak etis. Memang sebagai warga negara Petrus berhak, tetapi sekali lagi, Petrus adalah kader Demokrat yang mestinya taat terhadap fatsun politik internal,” kata Borut.

Menurutnya, jika beberapa kepala daerah bersikap mendukung Jokowi-Ma’ruf karena mereka adalah kader parpol koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf. Tentunya hal itu berbeda dengan Fatlolon. Partainya berjuang dalam visi dan kepentingan partai pada figur yang lain, sementara Fatlolon justeru ingin berakrobat sendiri tanpa peduli dengan partai yang sudah membesarkan namanya di gelanggang politik saat ini.

“Jika beberapa kepala daerah bersikap mendukung Jokowi-Ma’ruf karena mereka adalah kader parpol koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf. Tentunya hal itu berbeda dengan Fatlolon. Partainya berjuang dalam visi dan kepentingan partai pada figur yang lain,”paparnya.

Bagi Borut, langkah Fatlolon tentu menunjukan sikap tidak loyal nya dia sebagai kader Partai apalagi sebagi Bupati yang di usung Partai Demokrat pada Pilkada MTB 2017 lalu. Fatlolon mencerminkan betapa ‘minimnya’ komitmen kader terhadap partai politik. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top