Uncategorized

Bupati MTB Pimpin Langsung Bedah Rumah Di Larat

RakyatMaluku.com – PEMERINTAH Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Pemkab MTB), melakukan program Bedah Rumah di Kota Larat, Kecamatan Tanimbar Utara. Yang menjadi sasaran Bedah Rumah tersebut adalah rumah penduduk yang berlantai tanah, berdinding bambu/gaba-gaba, serta beratapkan daun kelapa/rumbia yang dinilai sebagai salah satu indikator penyebab angka kemiskinan. Selain itu untuk air bersih juga akan dibenahi mulai dari instalasi airnya agar masyarakat dapat menikmati kebutuhan air bersih.

Dalam kegiatan ini, Bupati MTB Petrus Fatlolon, disela-sela safari ramadhan ke Larat, menggunakan waktu senggangnya untuk terjun langsung bersama para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), didampingi Kapolsek serta Danramil melakukan survei secara objektif pada target di beberapa lokasi di Kota Larat.

Dalam survei, dirinya menemukan dua rumah warga yang terlebih dahulu sudah didata namun tidak memiliki kriteria yang cocok untuk dilakukannya bedah rumah yang disebabkan adanya salah satu dari anggota keluarga yang berstatus PNS, sehingga dinilai tak layak mendapat bantuan. Bahkan, Fatlolon juga sempat memuji kejujuran salah seorang warga asal Desa Ritabel yang spontan mengakui bahwa keluarganya tidak layak mendapatkan bantuan tersebut dan langsung meminta agar status bantuan itu dialihkan ke keluarga lainnya yang lebih membutuhkan uluran tangan pemerintah.

Setelah lanjut lakukan survei, Bupati yang dikenal ramah ini, kemudian menemukan rumah tak layak huni milik Kepala Keluarga Reinhard Measa, yang berlokasi di Desa Ritabel. Dimana selama ini menghuni sebuah garasi mobil yang disewakan oleh pemiliknya, Fidet Kanikir.

Fatlolon kemudian sempat menanyakan secara detil tentang status kepemilikan tanah tersebut yang ternyata berstatus kontrak. Hal itu kemudian membuat hati Fatlolon luluh dan akhirnya merogoh kantong pribadi sebesar Rp30 juta untuk membayar lunas tanah tersebut yang berukuran 10×20 meter kubik dan meminta untuk dilakukannya pembongkaran garasi dimaksud dan membangun hunian yang baru. Hal itu sontak membuat suasana keharuan pada tim dan pemilik rumah tersebut. Bahkan pemilik rumah lantas memeluk dan berterimakasih sambil menciumi tangan Bupati lantaran sebelumnya tak menyangka akan mendapatkan keberuntungan seperti itu.

Bahkan untuk instalasi listrik warga penerima bantuan yang belum terpasang, dirinya juga membantu dan menyelesaikan pembayaran biaya pasang instalasi listrik hingga tuntas bagia kedua rumah yang dibangun baru itu.

Survei bersama tim kemudian dilanjutkan menuju desa Ridol dan menemukan lagi sebuah rumah tak layak huni milik seorang warga bernama Barends Telyarubun yang bekerja sebagai petani dan memiliki tujuh orang anak. Setelah mengajukan beberapa pertanyaan, sang Bupati kemudian memutuskan untuk melakukan pembangunan baru terhadap rumah tersebut.

Selanjutnya, Fatlolon kemudian mengunjungi pasar yang berlokasi di Kota Larat dan memutuskan untuk dilakukannya rehab pada beberapa bagian dari bangunan pasar tersebut yang dinilainya sudah tidak layak digunakan oleh masyarakat sebagai tempat berinteraksi dengan pembeli.

“Saya lakukan hal ini karena kecintaan saya untuk daerah ini. Bagaimana masyarakat bisa lakukan proses jual-beli jika pasar sudah bocor, jualan basah, dan bisa terjadi hal lainnya. Kan kasihan jika mereka datang jauh-jauh dari kampung dan lantas berjualan di pasar yang seperti begini,” ungkap Fatlolon yang mengaku jika hari libur yang ada digunakannya untuk berlibur ke luar daerah, maka kapan bisa berkunjung dan melihat langsung kondisi masyarakat di daerah Duan Lolat.

Mengawali proses kegiatan tersebut, Bupati kemudian membentuk tiga tim kerja, yakni Tim Tanimbar I yang diserahi tanggungjawab membangun 1 rumah di Desa Ritabel, Tim Tanimbar II yang membangun 1 rumah di Desa Ridol, dan Tim Tanimbar III yang bertugas merehab pasar di Kota Larat.

Ketiga tim kerja tersebut terdiri dari gabungan beberapa pegawai dari tiap SKPD yang diwakili 2 orang, serta beberapa anggota Koramil Kota Larat yang rata-rata memiliki keahlian khusus dibidang konstruksi bangunan. Proses pelaksanaan kegiatan bahkan dipimpin langsung oleh bupati dan dirinya tidak segan-segan mengangkat material bangunan bersama pekerja dan warga lainnya.

Meski sibuk mengawasi pembangunan ketiga bangunan tersebut, Fatlolon juga menyempatkan bersosialisasi dengan masyarakat tentang program Tanaman Obat Keluarga (Toga), serta berinteraksi dengan anak-anak usia sekolah dalam memberikan semangat serta motivasi kepada mereka.

“Siapa yang bercita-cita menjadi bupati kelak ketika tamat sekolah diantara adik-adik untuk membangun MTB ini semakin baik?,” tanya sang bupati dari sekian banyak pertanyaan lainnya kepada anak-anak yang beramai-ramai mengelilinginya.

Sementara itu, menyinggung terkait anggaran dari ketiga kegiatan ini, dirinya menyebutkan bersumber sebagian dari Dinas Sosial Kabupaten untuk dua rumah sebesar Rp10 juta per buah. Sedangkan untuk pasar bersumber dari dana Dinas PUPR kabupaten dan sebagian dana lainnya bersumber dari biaya perjalanan dinas bupati dan SKPD. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top