HUKRIM

Cabuli Bocah 7 Tahun, Markus Renmaur Divonis 10 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – PENGADILAN Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Markus Renmaur alias Maku (36), selama 10 tahun, dan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebab, terdakawa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Markus Renmaur alias Maku terbukti bersalah melanggar Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,” ucap Ketua Majelis Hakim Jimmy Wally, didampingi dua hakim anggota, Hamzah Khailul dan M. Syamsudin La Hasan, saat membacakan amar putusannya di PN Ambon, Kamis, 6 September 2018.

Terhadap putusan yang mengabulkan seluruh tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon itu, pihak JPU maupun pihak Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Misna S. Weulartafella S.H, sama-sama menerima putusan tersebut.

Sehingga, Ketua Majelis Hakim Jimmy Wally langsung menetapkan perkaranya telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach).JPU dalam dakwaannya menjelaskan, aksi bejat yang dilakukan terhadap saksi korban yang masih berumur tujuh tahun itu dilakukan terdakwa Maku di dalam kamar tidur terdakawa, di kawasan Farmasi Atas, Desa Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu, 25 Maret 2018 sekitar pukul 17.00 Wit.

Awalnya, terdakwa pulang dari acara orang Sidi, kemudian terdakwa melihat saksi korban sedang bemain ayunan di samping rumah terdakwa. Terdakwa kemudian memanggil saksi korban dan bertanya kepada saksi korban tentang keberadaan anak terdakawa.

Lalu saksi korban menjawab tidak melihat anak terdakwa. Kemudian terdakwa memegang tangan korban dan membawa masuk korban kedalam rumah terdakwa tepatnya di dalam kamar terdakwa. Didalam kamar itulah, terdakawa mencabuli korban.

Lalu korban keluar dari kamar terdakwa dan pulang kerumah. Sesampainya di rumah, korban tidak menceritakan perbuatan bejat terdakwa kepada orang tua korban, karena terdakwa mengancam akan memukul korban. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top