HUKRIM

Camat Waru Gagalkan Penyulundupan Kayu Ilegal

RakyatMaluku.com – KEPALA Kantor Kecamatan Teluk Waru. Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Tutiek Juliniar Firdaus Manyulu, berhasil mengagalkan penyelundupan puluhan kubik kayu, yang diduga hasil ilegal logging. Saat mengagalkannya, Camat didampingi Muspika Teluk Waru, Senin, 25 Juni lalu.

Digagalkan penyelundupan kayu tersebut, ketika camat bersama Babinsa dan Polisi Hutan (Polhut) SBT melaksanakan kunjunga kerja ke Desa Desa Karai, Kecamatan Teluk Waru. 30 kubik kayu Belu Hitam, telah diamankan di Karai.

Camat Tutiek menjelaskan, ketika Kunker, dia sempat melihat puluhan kubik kayu yang siap dibawa keluar dari Karai. Karena curiga, Tutiek menanyakan perihal kayu-kayu tersebut, tak lupa ia meminta dokumen. Sayang, orang yang hendak mengangkut kayu Belu Hitam, tidak dapat menunjukan dokumen.

Tutiek menjelaskan, sejauh ini, sudah ratusan kubik kayu hasil pembalakan liar yang dikeluarkan dari SBT. Tujuannya dibawa kayu-kayu itu ke Kota Ambon dan Surabaya, Jawa Timur.

“Data terakhir yang kami peroleh sudah 100 ribuk kubik kayu yang di bawa keluar dari Waru dengan tujuanAmbon dan surabaya,” ucapnya kepada wartawan via selulernya, Sabtu, 30 Juni.

Modus para pengusaha kayu di kecamatan yang ia pimpin, dilakukan dengan cara menyewa dokumen milik orang lain, menyewa lahan-lahan warga serta perusahan.

“Setelah kami lakukan investigasi ternyata perusahan maupun pengusaha kayu di Waru rata-rata tidak memiliki dokumen lengkap. Mereka gunakan modus menyewa dokumen orang lain,” jelas Tutiek.

Tambah dia, selain 30 kubik kayu siap dibawa keluar, masih banyak ratusan kubik kayu berbagai jenis milik pengusaha-pengusaha ada hutan. Belum Hitam, sambung Tutiek, dijual perkubik Rp30 juta perkubik.

“Kayu Belu Hitam ini kalau di jual di daerah Jawa, itu harganya sangat mahal. satu kubik ditaksir Rp30 juta,” tandasnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top