---------
NEWS UPDATE

Danlanud Akui Tak Tutupi Kasus Anggota

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, — Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Pattimura Kolonel Pnb Andreas Ardianto Dhewo menegaskan, tidak akan melindungi prajuritnya yang diduga terlibat penjualan senjata api (Senpi) ke Papua.


Kasus ini, akan menjadi prioritas penanganan secara khusus sampai tuntas, sehingga ada efek jera kepada anggota lainnya khusus di lingkup TNI AU di Maluku.

“Saya tidak menutupi (kasus) ini. Perlu diketahui juga bahwa saya sudah keluarkan SP, juga untuk menyetop selama yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan. Menyetop hak-hak antara lain menyetop tunjangan kinerja. Jadi, jabatannya itu dihapus selama pemeriksaan. Tunjangan ini, kalau bagi militer mungkin dia kehilangan sekitar 40 persen tunjangannya ya,” tegas Danlanud kepada wartawan usai Coffee Morning Danlanud dengan Komunitas Bandara Pattimura di Club House, Lanud, Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Rabu, 7 April 2021.

Pernyataan tegas Danlanud ini juga sekaligus mengklarifikasi berita yang dimuat media ini dengan judul “Danlanud Diduga Melindungi Anak Buahnya”.

Menurut dia, dalam memberitakan sesuatu, terlebih dahulu dikonfirmasi. Dia mengatakan dirinya selalu terbuka bagi siapa saja.

“Terkait kasus senjata api seyogjanya atau seharusnya dia harus terlebih dahulu minta konfirmasi kepada kamiYang pertama belum konfirmasi. Kedua belum ketemu yang ketiga belum pernah kenalan tiba-tiba menyampaikan hal yang demikian. Padahal kami menyampaikan sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata dia.

Untuk perkembangan kasus oknum TNI AU Praka AL, masih dalam pemberkasan. Apabila sudah lengkap, akan dikirim ke Oditorat Militer (Otmil) IV – 19 Ambon.

“Ada tahapannya, yang kesemuanya tidak bisa dilakukan secepatnya. Harus step by step. Karena ada saksi yang kita harus BAB itu adanya di Bula, Seram (SBT), ada salah satu tersangka juga yang anggota Polri sehingga kita harus meminta izin kepada Bapak Kapolresta untuk memeriksa yang bersangkutan. Semua ada aturannya enggak bisa hari ini, besok selesai. Tidak bisa.”

Karena itu, Danlanud berharap agar mengkonfirmasi terlebih dahulu sebelum diberitakan. “Jadi kami mohon sekali lagi, sebelum diberitakan dikonfirmasi terlebih dahulu. Datang ke sini atau main-main lah ke sini sebelum diberitakan,” pesan Danlanud. (*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top