---------
HUKRIM

Danlanud Diduga Lindungi Anak Buahnya

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, — Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Pattimura diduga melindungi salah satu prajurit yang terlibat penjualan senjata api (senpi) ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Pasalnya, kasus yang sama dengan tersangka dua anggota Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, serta salah satu prajurit Batalyon 733/Masariku, berkasnya sudah diserahkan ke Pengadian Negeri Ambon dan Oditur Militer (Odmil).

Sementara proses terhadap prajurit Lanud Pattimura itu tidak jelas. “Kami menduga ada upaya melindungi oknum TNI AU itu. Kita bisa lihat untuk oknum Polisi dan TNI AD serta empat warga sipil, berkas mereka sudah selesai ditingkat penyidik, sementara di Lanud sampai saat ini penanganannya tidak jelas,” ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (DPD IMM) Maluku Tamsir Takimpo kepada rakyatmaluku.com, Senin, 5 April 2021.

Ia menegaskan, sebagai aparat penegak hukum maupun prajurit yang ditugaskan guna melindungi negara dari ancaman, harus menunjukan dedikasinya, bukan menjual senpi yang membahayakan nyawa rakyat atau aparat keamanan lainnya.

“Tindakan oknum TNI AU ini sangat melenceng dari nilai-nilai UDD 1945 dan juga Pancasila sebagai dasar negara. Jadi seharusnya dihukum, bukan malah ditutup-tutupi,” tegasnya.

Ia mendesak agar Danlanud Kolonel Pnb Andreas Andrianto Dhewo, diminta terbuka kepada publik sejauh mana penanganan kasus ini.

“DPD IMM Maluku Meminta kepada Danlanud Pattimura agar segera terbuka terkait anggotanya yang diduga terlibat,” ucapnya.

Sementara terkait oknum polisi dan satu anggota Kodam XVI/Pattimura, DPD IMM Maluku berharap mereka dipecat karena sudah melanggar aturan.

Apalagi mereka diduga menjual barang-barang itu ke KKB yang kerap digunakan untuk menyerang warga dan TNI di Papua.

“Institusi kepolisian maupun militer harus betul-betul memberi efek jera. Selain dipenjara, mereka juga harus dipecat dari keanggotan Polri maipun TNI,” pungkasnya. (AAN)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top