OPINI

Demokrasi Substansif Ciptakan Pilkada Damai

Faisal Amin Mamulaty

Pasca penetapan paslon kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam pilkada, masing-ma­sing paslon mulai bekerja mempromosikan dengan caranya mereka masing-masing. Ada paslon yang mulai membentuk tim sukses dan atau tim relawan guna membantu paslon tersebut dalam merebut simpatik publik Maluku.

Oleh: Faisal Amin Mamulaty
Journalist dan Pegiat Demokrasi

DALAM rangka meraih simpatik publik seban­yak-banyaknya, timses dan atau tim relawan mulai melakukan kampanye simpatik dengan cara menawarkan program-program yang ki­ranya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tak dapat dihindarkan perang urat syaraf pun mu­lai terasa di media social via facebook, WA dan lainnya.

Namun, entah disengaja atau tidak disenga­ja, tidak sedikit pula ditemukan aksi-aksi kam­­panye hitam (black campaign) untuk menjatuhkan pamor pihak lawan. Virus black campaign sepertinya telah menyebar. Black campaign bergerak pada isu-isu sentral yang merupakan titik lemah pihak lawan dengan cara memfitnah, mengumbar-umbar privasi lawan kepada publik.

Untuk tidak terjerat atau terpenjara dalam sistem demokrasi yang kian runyam karena hadirnya black campain para politisi maka perlu adanya sikap kesantunan dalam berpolitik. Politik santun dan beretika merupakan gambaran demokrasi yang baik. Demokrasi yang substansi perlu etika, lebih dari tata cara dan prosedur.

Kemajuan demokrasi akan runtuh jika tidak diikuti kehidupan demokrasi yang santun dan beretika. Fenomena kebebasan yang kebablasan terlihat jelas ketika dalam konteks pertarungan politik terlihat adanya pembunuhan karakter diantara pasangan calon yang ada.

Tentu hal tersebut menimbulkan efek yang negatif khususnya kepercayaan publik di negeri ini. Untuk menghindari efek negatif tersebut setiap politisi haruslah mengedepankan politik secara santun.

Membangun prinsip-prinsip berpolitik se­cara santun dapat dibangun dari pelbagai pe­mikiran filsuf seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles dapat dijadikan rujukan berpikir. Sokrates seorang filsuf yang mendasarkan pemikiran politiknya pada nilai-nilai kesantunan. Di samping itu Socrates juga menjelaskan bahwa politik adalah “the art of the possible”.

Begitu pula ketika merujuk pada pemikiran Plato, yang mana Plato mendasarkan pada prinsip membangun masyarakat adalah hal yang utama dan politik. Jalan menuju perfect society. Berpolitik secara santun harus didasari oleh prinsip prinsip yang jelas agar tidak menim­bulkan bias kesantunan politik.

Prinsip politik santun dapat berjalan jika se­tiap pasangan calon menanamkan prinsip ob­jektivitas, rendah hati dan open mind.

Dahl dalam Nurwahid (2007) berpendapat bahwa konsolidasi demokrasi menuntut etika politik yang kuat yang memberikan kematangan emosional dan dukungan yang rasional untuk menerapkan prosedur-prosedur demokrasi.
Pentingnya etika politik dengan asumsi bahwa semua sistem politik termasuk sistem demokrasi, cepat atau lambat akan menghadapi krisis, dan etika politik yang tertanam dengan kuatlah yang akan menolong negara-negara demokrasi melewati krisis tersebut.

Implikasinya proses demokratisasi tanpa etika politik yang mengakar menjadi rentan dan bahkan hancur ketika menghadapi krisis seperti kemerosotan ekonomi, konflik regional atau konflik sosial, atau krisis politik yang disebabkan oleh korupsi atau kepemimpinan yang terpecah.

Objektivitas mampu membawa pada suatu kebenaran absolud. Seperti halnya Socrates yang menanamkan nilai bahwa tidak semua kebenaran itu bersifat relatif namun banyak di antaranya bersifat absolut. Kemampuan untuk melihat kebenaran secara objektif mampu menjadi prinsip awal berpolitik secara santun. Kemudian, setiap pasangan calon harus menanamkan rasa rendah hati, artinya tidak mau menang sendiri.

Perbedaan pendapat itu wajar, namun jangan sampai pada pemaksaan kehendak. Sikap rendah hati dapat menghindari pasangan calon dari sifat sombong dan angkuh. Prinsip yang terakhir adalah open mind, memiliki pengertian mampu berpikir terbuka sehingga mau menerima pendapat ataupun keritik dari berbagai pihak termasuk dari lawan politik sekalipun.

Mengedepankan politik secara santun seja­tinya memiliki pengertian saling berlomba menjadi yang terdepan number one dalam memper­juang­kan setiap kebenaran yang dipercaya. Ten­tunya, kebenaran tersebut seharusnya bukan mengenai jabatan atau kedudukan, tetapi sebuah kemaslahatan bersama, entah siapa saja yang menjadi pemenang dalam pertarungan pemilihan kepala daerah di bumi rempah ini.

Politik santun merupakan salah satu cara dalam meredam konflik, baik konflik tingkat elit politik maupun konflik pada masyarakat akar rumput. Santun dalam berpolitik dan dengan pendewasaan politik melalui strategi merangkul lawan politik guna meraih dukungan simpatisannya. Kesantunan dalam berpolitik para calon menjadi faktor utama dalam menyukseskan perhelatan pesta demokrasi pada pilkada serentak yang akan berlangsung pada bulan Juni tanggal 27 tahun 2018 nanti.

Menurut hemat penulis, demi menciptakan pesta demokrasi yang bermartabat sangat dibutuhkan kesantunan dalam berpolitik. Karena sesungguhnya yang menjadi senjata ampuh setiap paslon kepala daerah adalah visi dan misi. Masing-masing paslon pada akhirnya berperang menunjukan kualitas melalui visi dan misi yang dimilikinya. Visi dan misi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keberhasilan dan kemenangan paket kepala daerah.

Ketajaman visi dan misi menjadi tolok ukur untuk menarik simpati masyarakat. Dan setiap pasangan calon kepala daerah sejatinya mampu menguasai visi dan misi yang akan menjadi pedoman dan arah pembangunan daerah selama masa kepemimpinannya. Visi dan misi mereka yang mampu diterima dan menyentuh kebutuhan hidup masyarakat luas.

Calon yang baik biasanya tahu persis permasalahan daerah yang akan dipimpinnya sehingga menawarkan program yang realistis. Selain itu pemilih yang cerdas adalah menentukan pilihan pada calon yang mendengarkan bukan didengarkan.

Hal yang perlu diperhatikan oleh paslon pilkada adalah tim sukses dan relawan. Keberhasilan paket dalam memenangkan pilkada tidak terlepas dari sistem kerja tim sukses dan relawan. Untuk itu, tim sukses maupun relawan juga harus bekerja berpedoman pada prinsip yang dibangun.

Di sini yang berperan adalah tim sukses dan relawan yang harus menguasai strategi di lapangan. Untuk tidak terjadi gesekan atau benturan di lapangan sangat diharapkan agar aspek kesantunan dalam berpolitik mejadi pedoman dalam berpolitik. Jauhi yang namanya black campaign sehingga pesta demokrasi rakyat Maluku tidak menimbulkan konflik.

Hendaknya setiap pihak harus mampu berjiwa besar menerima setiap hasil akhir proses politik. Setiap pasangan calon pun harus mampu menjaga profesionalitas, tidak mengedepankan emosi, bertindak atas kesadaran penuh serta pertimbangan yang matang harus menjadi nilai yang dibawa oleh setiap politisi dan pasangan calon. (*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top