HUKRIM

Didakwa Pecandu Sabu, Jaksa Minta Hero Lampung Direhabilitasi

RakyatMaluku.com – JAKSA Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, meminta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon untuk menjatuhkan hukuman berupa rehabilitasi kepada terdakwa Muhammad Hairul Lampung alias Hero (27). Sebab, warga Batu Merah Kampung, RT 002, RW 002, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu diketahui telah menggunakan narkotika jenis sabu-sabu sejak Februari 2010 sampai Maret 2018, sebanyak dua kali dalam satu Minggu.

“Pada saat tertangkap dan dilakukan tes urine, didapat hasil urine positif Amphetamine dan positif Metamfetamine. Dan tingkat ketergantungan narkotika berada pada tingkat sedang (skor DAST 7). Sehingga, terhadap terdakwa Hero perlu dilakukan rehabilitasi, social, sesuai Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009,” ucap JPU J.W. Pattiasina, saat membacakan dakwaanya, di PN Ambon, Kamis, 26 Juli 2018.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, terdakwa Muhammad Hairul Lampung alias Hero berhasil ditangkap petugas kepolisian Satresnarkoba Polres Ambon di pangkalan ojek belakang Hotel Josiba, Selasa, 13 Maret 2018 sekitar pukul 20.00 Wit. Awalnya, terdakwa naik ojek dari pangkalan ojek di Batu Merah menuju Mardika hendak bertemu seorang perempuan yang bernama Dede dengan maksud memakai sabu-sabu.

Sesampainya di Mardika tepatnya di pangkalan ojek belakang Hotel Josiba dan bertemu Dede, saat itu juga datang saksi Samali Pole dan saksi Arman Matulessy (petugas Kepolisian) yang telah melakukan pemantauan terhadap terdakwa, dan langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Saat petugas Kepolisian bertanya tentang sabu, terdakwa pun langsung menyerahkan barang bukti yang terdakwa bawa berupa satu sachet plastic berisikan kristal bening dengan berat netto seluruhnya 0,0725 gram, satu batang pipet kaca/pireks berisikan kristal bening dengan berat netto 0,0025 gram, dan satu set bong, kepada petugas kepolisian. Kepada petugas, terdakwa mengaku membeli Sabu-Sabu dari Fuad alias Adi (DPO) di daerah Batu Merah, dengan harga Rp 500 Ribu.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dipidana paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar (Dakwaan Primer). Dan Pasal 27 (Dakwaan Subsider),” jelas JPU.

Usai mendengar pembacaan dakwaan JPU, Ketua Majelis Hakim Jimmy Wally, didampingi dua hakim anggota, Samsudin La Hasan Dan Herry Setyobudi, kemudian menunda persidangan hingga Kamis pekan depan, dengan agenda sidang mendengar keterangan saksi-saksi. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top