NEWS UPDATE

Didominasi Wanita, Ini Profil Empat Senator Terpilih Dari Maluku

KOMISI  Pemilihan Umum (KPU) Maluku  telah menyelesaikan rekapitulasi suara tingkat provinsi, Senin dini hari 20 Mei 2019. 

Untuk calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Maluku di dominasi tiga wanita cantik dan satu pria. Yakni Anna Latuconsina,  Novita Anakotta,  Dewaningsih, dan Nono Sampono.

Dari data yang diperoleh RakyatMaluku.com di KPU, senator incumbent Anna Latuconsina meraih suara  terbanyak yakni  119.091 suara.

Anna Latuconsina  lahir di Ambon,  15 Februari 1956. Anna terlahir dari keluarga yang aktif melayani kepentingan masyarakat. 

Ayahnya Drs.H. Rustam Hafiedz adalah seorang birokrat yang pernah bertugas di Maluku sejak tahun 1950 sampai 1977, yang kemudian pindah ke Kaltim sebagai Sekwilda Provinsi Kaltim. 

Ibunya Hj. Sien Ely juga seorang aktivis yang aktif pada eranya. Dunia politik bukanlah dunia asing bagi Anna, Suaminya, Ruswan Latuconsina adalah Ketua DPRD Provinsi Maluku selama tiga periode, sejak  tahun 1982 – 1997. 

Sebelum bergabung dengan DPD RI pada tahun 2009, Anna merupakan anggota DPRD Provinsi Maluku tahun 1997-1999. Setelah berhasil memperoleh suara sebesar 108.876 suara, Anna Latuconsina terpilih kembali sebagai senator wakil Provinsi Maluku tahun 2014 – 2019, setelah sebelumnya tahun 2009 – 2014  dia juga terpilih sebagai Senator wakil Provinsi Maluku.

Sejak usia belia Anna sudah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi di sekolah, setelah menikah aktivitasnya semakin banyak dan  terfokus pada kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan, kesehatan ibu dan anak.

Posisi kedua ditempati Novita Anakotta, 85.862 suara.

Novita Anakotta, S.H., M.H. lahir di Ambon, tanggal 21 November 1974. Novita merupakan Senator wakil Provinsi Maluku periode tahun 2014-2019 setelah berhasil mendapatkan suara sebesar 62.501 suara.

Pendidikan S1 Novita ditempuhnya di Fakultas Hukum Universitas Pattimura dan pendidikan S2 ditempuhnya di Universitas Jayabaya.

Posisi ketiga ditempati  Mirati Dewaningsih meraih 62.135 suara.

Mirati Dewaningsih Tuasikal pernah juga wakili Maluku  menjadi anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan perolehan suara saat itu sebanyak 128.193.  

Mirati Dewaningsih dari info yang diperoleh adalah pengusul dari peraturan mengenai adanya regulasi khusus bagi daerah dengan potensi Sumber Daya Alam berbasis laut di dalam Rancangan Undang-Undang Perlakuan Khusus Propinsi Kepulauan dalam Prioritas Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2010. 

Sebagai anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) di Komisi IV yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan, (sebelumnya duduk pada Komisi VI yang membidangi BUMN), istri dari mantan Bupati Maluku Tengah dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku, Abdullah Tuasikal ini mengakui adanya potensi yang menjanjikan dari perikanan di Maluku. 

Namun pada saat yang bersamaan, Mirati merasa bahwa keberpihakan pemerintah terhadap sektor perikanan masih minim, khususnya dalam program pemberdayaan masyarakat perikanan. Maka dari itu Ia sangat berharap bahwa pemerintah Maluku dapat merancang program yang mendukung potensi masyarakat nelayan, terutama dengan memaksimalkan kewenangan dan kapasitas otonomi daerah.

Posisi senator Maluku terkahir ditempati Nono Sampono yang meraih  60.934 suara. 

Dr. Nono Sampono, M.Si. lahir di Bangkalan, Madura pada tanggal 1 Maret 1953 merupakan seorang tokoh militer Indonesia dan juga mantan Kepala Basarnas Indonesia. 

Pada tahun 1972, Nono bergabung dengan Akademi Angkatan Laut. Seiring dengan berjalannya waktu, karir Nono dalam dunia militer terus menanjak, sejumlah posisi strategis sempat dia jabat, seperti ketika dia dianugerahi pangkat Jenderal bintang tiga TNI Angkatan Laut. 

Selain menjadi jenderal berbintang tiga, Nono dipercaya untuk memegang sejumlah jabatan penting lainnya seperti Komandan Paspampres, Gubernur AAL dan Komandan Jenderal Akademi TNI. 

Nono juga pernah menjadi anggota pasukan Danpaspampres di era kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. 

Tahun 2010, Nono dilantik oleh Menteri Perhubungan sebagai Kepala Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) menggantikan pejabat sebelumnya Wardjoko. 

Nono juga terpilih menjadi anggota DPD RI mewakili Provinsi Maluku periode tahun 2014 -2019  setelah berhasil mendapatkan 65.189 suara. (berbagai sumber/RM) 

======================
--------------------

Berita Populer

To Top