NEWS UPDATE

Diduga Melakukan Pencemaran Lingkungan 4 Perusahaan Terancam Ditutup

Komisi B DPRD Maluku menggelar rapat dengan perwakilan perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam aktivitas pencemaran lingkungan, Jumat 1 Februari 2019. (ABDULKARIM ANGKOTASAN)

KOMISI B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku bakal menutup aktivitas sejumlah perusahaan yang diduga menimbulkan dampak buruk terhadap lingukungan di Kota Ambon.

“ Kami sudah memiliki sejumlah bukti yang kuat untuk merekomendasikan penutupan perusahaan-perusahaan yang ada,” kata Ketua Komisi B, Everd Herman Kermite, kepada rakyatmaluku.com usai menggelar rapat dengan perwakilan perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam aktivitas pencemaran lingkungan, Jumat 1 Februari 2019.

Para perusahaan yang akan ditutup itu bergerak dibidang galian c yang berdekatan dengan bibir sungai. Salah satunya kawasan Air Sakula.

Selain itu ada perusahaan pengembang yang sedang membuka lahan di Desa Passo juga mencemari sungai.

Everd mengatakan, hadirnya investasi sangat dibutuhkan, karena membantu pembangunan di Maluku. Akan tetapi aktivitasnya tidak boleh mencemari lingkungan. 

“ Kita memikirkan dampaknya, dan bukti yang ada sudah bisa untuk kita rekomendasikan agar ditutup,” ujarnya.

Dari bukti yang ditampilkan pada layar saat rapat, aktivitas galian c di bibir sungai Air Sakula berdampak buruk terhadap kualitas air.  Warananya sudah sangat keruh, berbecek sehingga warga tak lagi memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari. 

Adapun ke empat perusahaan yang diduga melakukan pencemaran lingkungan yakni 

1. PT. Karya Ruata

2. PT. Esserindo Multi Bangun

3. PT. Jakarta Baru

4.CV. Batu Prima. (ARI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top