GERBANG PENDIDIKAN

Dirjen Pendis Yakinkan UIN Ambon Dipercepat

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, meminta doa dari seluruh civitas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon atas percepatan transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Rijali Ambon, yang saat ini sudah masuk tahap proses akhir. Hal ini ditekankan Ali Ramdhani, saat menjadi narasumber pada Kuliah Umum Tahun Akademik 2020/2021 yang digelar secara virtual live streaming YouTube, Rabu, 14 Oktober 2020.


Selama memberikan menyampaikan materinya dengan tema, “Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Keagamaan”, Ali Ramdhani berkali-kali menyebutkan IAIN Ambon sebagai UIN Ambon. “Saya senang karena bisa bersilaturahmi dengan civitas IAIN Ambon. Dengan mahasiswa serta dengan pimpinan. Sekali lagi saya ucapkan selamat datang pada civitas akademika IAIN Ambon, yang sesaat berubah menjadi UIN Ambon. Anda adalah keluarga besar dari PTKI, dan sifat dari sebuah keluarga, ketika satu orang disakiti, maka kita semua sakit. Dan, almamater kita adalah orang senantiasan yang saling mengangkat derat sesama.”

Dirjen mengaku sangat ingin silaturahmi ke Ambon kalau sudah ada keputusan yang final untuk UIN Ambon. Ia berharap, dalam waktu dekat keinginan masyarakat Maluku umumnya untuk IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri segera terkabulkan.

Sebelumnya, ketika membawakan materi Kuliah Umum dengan “Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Keagamaan”, Ali Ramdhani mengemukakan, moderasi beragama merupakan sebuah komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, di mana setiap warga masyarakat, apapun suku, etnis, budaya, agama dan pilihan politiknya, harus mau saling mendengarkan satu sama lain, serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan di antara mereka.

Dirjen Pendis Kemenag RI, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani saat memberikan Kuliah Umum secara Daring kepada Civitas Akademika IAIN Ambon

Baginya, modernasi beragama merupakan Sunnatullah. “Keanekaragaman adalah fitrah bangsa. Pancasila adalah cermin nilai asli masyarakat. Bangsa Indonesia adalah beragama.

Ali juga dalam memaparkan peta opini intolerasi, bahwa untuk daerah Maluku, opininya yang sangat kokoh terhadap agama. Tapi, pada sisi lain dalam aksi, orang Maluku selalu bersikap tolerans. “Orang Ambon adalah dikenal sebagai orang-orang yang kukuh dengan agamanya lebih baik, tetapi ketika dia berhadapan dengan orang komunitas berbeda agama, dia selalu menebarkan senyumnya. Itulah yang kita sebut orang Ambon Manise,” urai Ali Ramdhani dari hasil penelitian PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sementara Rektor IAIN Ambon, Dr.Hasbollah Toisuta, dalam closing ceremony menjelaskan, hal yang lebih penting untuk civitas IAIN Ambon, agar para mahasiswa baru untuk meluruskan niatnya dengan tekad, untuk betul-betul belajar menjadi mahasiswa IAIN Ambon, yang lebih kritis lagi.

Hasbollah menyambut baik tema yang dipaparkan oleh Dirjen Pendis Kemenag RI, dengan ingin membentuk Rumah Moderasi di IAIN Ambon. “Segera kita SK-kan Pusat Kajian Moderasi Kajian Beragama, termasuk di dalamnya Pusat Kajian Pancasila,” tutup Rektor.

Rektor juga menginstruksikan kepada seluruh pimpinan mulai dari Warek hingga Kabiro dan Para Kabag, agar segera memaksimalkan perangkat jaringan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kuliah daring. Sebab, IAIN Ambon sampai saat ini masih tetap melaksanakan kuliah secara daring, dalam rangka mendukung pemerintah untuk sama-sama memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.(*)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top