AMBONESIA

Disperindag Lamban Sikapi Keluhan Pedagang

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon menilai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon tidak peka terhadap keluhan para pedagang kuliner di kawasan Kota Jawa, Kecamatan Teluk Ambon.


Pasalnya, para pedagang kuliner di Kota Jawa telah menyurati Pemerintah Kota (Pemkot) lewat Disperindag sejak pekan lalu, lantaran mereka dilarang berjualan pada lokasi yang sementara mereka tempati, namun, hingga saat ini tidak direspon. “Disperindag Lamban sikapi keluhan pedagang di Kotajawa. Padahal pedagang hanya menginginkan ada langkah persuasif atau solusi lain selain melarang mereka untuk berjualan,” ujar Wakil Ketua komisi II DPRD Kota Ambon, Hari Far far kepada wartawan di Kota Ambon, Senin 31 Agustus 2020.

Menurut Hari, kebanyakan pengunjung yang datang bukan hanya membeli dagangan, namun juga untuk menikmati view pantai. Ia mencurigai, surat yang sudah di layangkan seminggu lalu tidak sampai ke meja kerja Walikota atau juga di Sekretaris Kota (Sekkot), sehingga tidak digubris.


Dia mengaku, komisi II telah memediasi para pedagang bersama Disperindag, Bhabinkamtibmas Kotajawa, Penjabat Rumah Tiga dan Satpol PP Kota Ambon. Dalam pertemuan tersebut, secara bersama-sama telah menyepakati agar dalam jangka waktu sepekan, pedagang sudah diperbolehkan kembali berjualan dilokasi semula. “Kita sudah sepakat, Pekan depan seluruh pedagang kota Jawa sudah diijinkan kembali berjualan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yakni pakai masker jaga jarak dan cuci tangan,” jelas dia.

Jika tidak, lanjutnya, maka harus disiasati seperti apa, asalkan mereka tidak dilarang berdagang disana. Sebab, mayoritas pedagang kuliner malam di kotajawa bergantung penuh dari hasil jajakkan jualan untuk keberlangsungan hidup keluarga.

Kata Hari, di masa Pendemi Covid, semua orang mengalami kesusahan lantaran banyaknya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Salah satunya yakni untuk biaya paket data internet untuk sistem belajar anak secara Daring. “Hal ini harus direspon secara serius oleh Wali Kota Ambon. Walikota harus terbuka, jangan terkesan menutup mata dan mengabaikan kepentingan masyarakat kecil, apalagi dimasa pandemi,” kata dia. (SAH)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top