AMBONESIA

Distan Maluku Optimalkan Vaknisasi Rabies di Maluku

RakyatMaluku.com – DINAS Pertanian Provinsi Maluku bakal mengoptimalkan vaksinasi rabies di tujuh kabupaten/kota di Maluku, yakni Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Kota Ambon, Buru Selatan, Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya.

Vaksinasi rabies ini dijelaskannya diutamakan di kantong-kantong populasi hewan anjing yang banyak. Apalagi jika merujuk dari populasi hewan anjing yang dinilai banyak tersebut, maka potensi untuk rabies ada. “Jadi kalau mau katakan anjing itu bebas rabies atau tidak itu lewat uji.” Demikian disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Achmad Attamimi, kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Menurut dia, upaya ini dilakukan untuk menciptakan Maluku sebagai wilayah bebas rabies. Hanya saja diakuinya, hal itu tidaklah mudah, sehingga dilakukan bertahap perwilayah.

“Tapi Maluku ini kita rencana untuk perwilayah, misalnya Maluku Tenggara-Tual, MTB-MBD, Buru Bursel, Pulau Seram (SBB-Malteng-SBT) dan KOta Ambon juga. “Tidak bisa keseluruhan, karena butuh vaksin yang banyak. kita bebas satu satu dulu.” Nantinya, dari wilayah vaksinasi (setelah divaksin), jika dalam satu atau dua tahun kedepan tidak ada masalah gigitan, laporan masyarakat maupun dari laporan Dinas Kesehatan, kemudian akan dilaporkan kepada Wilayah Kerja Indonesia Timur di Maros, Sulawesi Selatan untuk ditindaklanjuti dengan survey land (survey lapangan) untuk kemudian dilaporkan ke Kementerian terkait agar Maluku masuk dalam kategori wilayah bebas rabies.

Disinggung mengenai kasus rabies di Maluku akibat gigitan anjing, Attamimi mengaku, dalam beberapa tahun terakhir ini sudah menurun meskipun diakuinya data lengkap lebih diketahui Dinas Kesehatan. “Nantinya setelah diuji baru diberikan hasil apakah positif atau tidak sesuai tupoksi Bidang Peternakan Distan Maluku, setelah itu barulah direkomendasikan ke Dinas Kesehatan untuk pengobatan secara medis. Tapi sejuah ini menurun kasusnya. Tapi bisa terlihat secara tanda-tanda jika terkena rabies. Perilakunya seperti anjing gila menjadi jahat.”

Bahkan diungkapkan Attamimi, saat ini Dinas Kesehatan Kota Ambon meminta bantuan dari pihaknya untuk vaksin rabies. Karena ada laporan dari masyarakat yangmasuk mengenai anjing rabies. “Memang beberapa tahun terakhir ini ada gigitan, sehingga minta bantuan vaksinasi. Kami dari Provinsi siapkan vaksin, tapi 16 Juli nanti mulai datang barangnya untuk didistribusikan ke mereka dan mereka yang turun di lapangan. Kota siapkan SDM-nya, kita siapkan vaksinnya,”ungkapnya.

Tidak dipungkirinya juga, saat ini secara medis, dokter hewan di Maluku sangat kurang. Hanya ada satu di Provinsi dan satu di Kota Ambon. “kita sangat membutuhkan apalagi di Kabupaten, saat kejadian. Sekarang ini semua berharap dari Provinsi. Makanya kita rencanaya punya formasi PNS profesi dokter hewan sehingga paling tidak setiap kabupaten ada satu atau dua orang,”ujarnya. Pada kesempatan itu juga, dikatan Attamimi Dinas Pertanian Maluku telah mengeluarkan aturan terkait Pembatasan Lalulintas Hewan Pembawa Rabies (HPR) anjing kucing kera dan sejenisnya ke dan dari Provinsi Maluku. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top