HUKRIM

Dokumen Diberikan Travel Beda Dengan Keterangan Saksi-Saksi

RakyatMaluku.com – PENYIDIK Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, masih mengembangkan kasus dugaan penggelapan uang Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif, baik di sekretariatan kota maupun dewan Kota Ambon. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh polisi perihal dana senilai Rp6 miliar, di mana Rp2 miliar untuk sekretariatan kota dan Rp4 miliar bagi dewan.

Saksi yang diperiksa tidak saja Sekkot, Walikota, anggota dewan aktif maupun mantan pejabat di Pemerintah Kota Ambon dan Dewan saja , tapi travel pun diperiksa. Pemeriksaan tiga travel yaitu, PT Mulia Utama, PT Willy Alif Utama, dan PT Noerifa Indah.

Data yang diperoleh penyidik dari salah satu travel yang digunakan untuk memesan tiket dalam rangka melakukan perjalanan dinas, itu dokumen dimilik travel tidak sama dengan keterangan dari saksi-saksi lainnya.

“Ada salah satu travel memberikan dokumen penting kepada kita, dan ini beda dengan pernyataan yang kami kumpul dari saksi-saksi sebelumnya,” kata Kasat Reskrim AKP R.E Adikusuma kepada wartawan, Rabu, 11 Juli.

Sedangkan SPPD fiktif di sekretariatan dewan Kota Ambon, itu para saksi yang dimintai keterangan, tidak terbuka. Padahal, polisi menginginkan keterbukaan dari saksi-saksi. Sehingga bisa mengetahui ada tidaknya penggelapan terhadap dana Rp4 miliar tersebut.

“Anggota dewan yang kami periksa tidak terbuka. Mereka sepertinya menyimpan sesuatu, dan ini akan kita telusuri terus karena masih ada pemeriskaan-pemeriksaan selanjutnya,” tandasanya.

Untuk diketahui, Polres Pulau Ambon dan Pp Lease sementara mendalami dugaan korupsi pada SPPD fiktif tahun 2011 di sekretariat dewan dan sekretariat kota Ambon. Di sekretariat dewan dana yang dikucurkan senilai Rp 4 miliar, dengan dugaan tiket bodong berjumlah 114 buah, sementara sekretariat kota Rp 2 miliar, dengan jumlah tiket diduga palsu 10 buah. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top