HUKRIM

DPO Penganiayaan Warga Tulehu Diringkus

RakyatMaluku.com – ST, warga Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, tersangka penganiayaan terhadap Hamza Lestaluhu, pada 15 Juni 2018, berhasil ditangkap aparat Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku. Sebelum ditangkap pemuda 19 di Waipo, Masohi, Senin, 6 Agustus, ia selalu berpindah-pindah tempat untuk menghindar dari kejaran polisi.

Sebelumnya, dia sempat bersembunyi di Negeri Anggos, Negeri Haya dan kembali lagi berpindah ke Dusun Misa, Kecamatan Tehoru. Selain St, satu lagi tersangka DL, sampai saat ini masih buron.

Saat datang ke Kota Masohi, tim yang dipimpin Ipda Fahrul Sabban, langsung menangkap tersangka di kawasan Waipo bersama ayahnya saat hendak membawa tersangka ke Pulau Ambon menggunakan mobil Toyota Innova menuju Waipirit.

Kabid Humas Polda Maluku AKBP Muhammad Roem Ohaoirait saat dikonformasi wartawan membenarkan penangkapan tersebut. Roem menyatakan, tersangka kasus kekerasan bersama dan penganiyaan itu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), karena kabur usai membacok seorang pemuda pada bulan Juni lalu di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng.

“Iya kami sudah menagkap tersangka ST, kini berada di Ditreskrimum. Nantinya tersangka akan diserahkan ke Polres Pulau Ambon,” jelas Roem kepada wartawan, kemarin.

Roem mengatakan, anggota Ditreskrimum sifatnya hanya membantu proses penangkapan, karena kasus kekerasan bersama dan penganiayaan ini ditangani jajaran Polres Pulau Ambon dan PpLease, yakni Polsek Salahutu.
Kata Roem, kasus tersebut terjadi pada 15 Juni, tepat malam lebaran, tepatnya di Dusun Mamokeng Negeri Tulehu. Berawal saat korban Hamzah Lesataluhu duduk di kuburan, tersangka langsung datang membacok korban Hamzah Lestaluhu. ST saat bersama temanya, DL.

Akibat pembacokan tersebut, korban mengalami luka robek di tangan dan kepala. Usai membacok dan menganiaya Hamza, Sidik bersama Dandy kemudian kabur. Ditambahkan, Motif dari aksi keduanya, karena DL membalas dendam terhadap korban, yang sebelumnya Hamza diduga melempar DL di Mamokeng. Setelah dilempar, DL memberitahukan kepada ST, dan keduanya langsung mencari korban.

Setelah menemukan korban, tanpa bicara panjang lebar, Hamza Lestaluhu yang saat itu duduk di kuburan, langsung dianiaya keduanya. Tak puas memukul korban, DL dan ST pun membacoknya pakai benda tajam.

“Keberadaan DL yang kini masih dilakukan pengembangan terkait tempat pelariannya. Jika terendus kami langsung menangkapnya,” tegasnya.

Atas perbuatan tersebut, ST dijerat Pasal 170 KUHP ayat 2 ke-1 e dan atau Pasal 351 ayat (1), dengan ancaman hukuman tujuah tahun penjara.

Roem menambahkan, keterlibatan IT, ayah tersangka ST masih diselidik polisi, namun diduga kuat ikut menyembunyikan anaknya.

“Selain menyita dua handphone, polisi juga menyita mobil digunakan ayah untuk membawa kabur tersangka,” tutup Roem. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top