AMBONESIA

DPRD Ambon Minta Pemkot Tambahkan Fasilitas Disdukcapil

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon

RakyatMaluku.com – GUNA meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon mendorong penambahan berbagai fasilitas di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon.

Hal ini dilakukan DPRD lantaran kekurangan fasilitas penunjang pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektrik (e-KTP) pasca kantor Disdukcapil itu dibobol maling pada Kamis (5/7) pekan kemarin.

Wakil Ketua Komisi I DPRD kota Ambon, Rovik Akbar Afifudin dalam kunjungan komisi di kantor Dukcapil Kota Ambon mengatakan, komisi telah meminta agar pihak Dukcapil memasukkan berbagai kebutuhan peralatan yang diperlukan oleh instansi tersebut untuk bagaimana meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat terkait pembuatan e-KTP.

Kata Rovik, kehilangan dua unit komputer di dinas tersebut membuat pelayanan pembuatan e-KTP masyarakat terkendala, lantaran saat ini dukcapil Ambon sementara menggunakan satu unit komputer untuk melayani masyarakat se-kota Ambon.

“Kita tetap ingin agar pelayanan di dinas ini tetap jalan. Untuk itu kita akan mendorong agar kebutuhan-kebutuhan ini secepatnya diakomodir secepatnya untuk dilakukan pengadaan,” ujar Rovik, kemarin.

Disdukcapil Ambon harus segera difasilitasi, karena dinas ini sangat menyangkut dengan keperluan dan kebutuhan masyarakat Ambon yang bersifat mendesak secara administratif. Sementara fasilitas yang ada saat ini tidak lagi memadai.

“Ini kebutuhan masyarakat yang sifatnya mendesak, terutama soal administrasi, baik untuk membantu pelayanan di rumah sakit, maupun menjelang Pemilu 2019 dan lainnya.” Tak hanya soal pengadaan komputer pembuat e-KTP saja. Namun DPRD juga meminta agar dinas tersebut difasilitasi keamanan, entah itu dari security ataupun dari Satuan Polisi Pamong Praja. “Kantor ini harus ada pengamanan, kita akan minta ada pos keamanan di kantor ini.

Kita juga telah mendorong agar kantor ini dipindahkan lokasinya ke tempat lain, karena lokasi ini sangat sempit dan bangunannya kecil untuk melayani masyarakat kota Ambon,” tandas Rovik. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top