AMBONESIA

DPRD Desak Dishub Ambon Evaluasi Rekayasa Lalin

RakyatMaluku.com – REKAYASA Lalulintas (Lalin) yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon pada sejumlah titik jalan akibat kemacetan, dinilai tidak memberikan dampak baik. Pasalnya, upaya rekayasa lalin yang dilakukan selama ini untuk mengurai kemacetan yang terjadi di kota Ambon tidak berhasil, malah semakin membebani kemacetan pada titik-titik tertentu. Sehingga, upaya tersebut tidak berjalan maksimal dan tidak membawa dampak terhadap kelancaran arus lalulintas di Kota Ambon.

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono, menegaskan, rekayasa lalin itu dilakukan agar mampu mengurai kemacetan agar tingkat kemacetan bisa sedikit berkurang.

“Rekayasa itu dilakukan agar bisa mengurangi macet yang ada. Tapi kenyataannya, rekayasa itu tidak menyelesaikan beban kemacetan itu, malah membebani kemacetan pada titik jalan yangg lain, bahkan lebih parah lagi,” jelas Rustam, kepada wartawan kemarin.

Rekayasa lalin oleh dishub Kota Ambon ini sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu. Namun, masih ada saja laporan negatif dari masyarakat kota Ambon lantaran dianggap makin parah. Dan karena itu harus menjadi bahan evaluasi bagi Dishub. “Kami minta agar ada evaluasi kembali oleh Dishub terhadap upaya yang dilakukan tapi tidak berhasil mengurai kemacetan,” kata dia.

Macet yang saat ini terjadi di Kota Ambon selalu meresahkan masyarakat, terutama bagi para pengguna jalan yang berkendaraan. Kemacetan bukan hanya terjadi di hari-hari sibuk seperti, jam kantor atau pulang kantor. Namun, dihari libur juga kemacetan terus terjadi. “Macet yang ada saat ini tidak hanya terjadi pada hari kerja saja atau jam kantor saja, tetapi terjadi pada libur dan diluar jam kantor juga,” ujar dia.

Sebelum dilakukan rekayasa tersebut, jalur di Belakang Soya Kota Ambon itu terdapat dua jalur yang difungsikan, dimana salah satunya adalah jalur alternatif bagi kendaraan jalur Karpan hingga kawasan Kebun Cengke dan IAIN, dan jarang sekali ada macet disana.

Namun, setelah dirubah menjadi satu jalur, Sehingga kendaraan yang sering melintasi jalur alternatif itu kemudian membebani jalur Mardika menuju Karpan. DPRD Kota Ambon pada prinsipnya sangat mendukung segala bentuk rekayasa lalin yang dilakukan dinas terkait, selama itu memberikan dampak baik terhadap kelancaran kendaraan di Kota Ambon.

“Kalau masyarakat merasa baik dengan rekayasa itu, kami DPRD sangat mendukung langkah Dinas Perhubungan. Tapi jika itu tidak berhasil dan meresahkan mereka, otomatis harus dievaluasi kembali cara kerjanya. Atau cari alternatif lain,” simpul dia. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top