HUKRIM

Dua Ayah Bejat Cabuli Anak Mereka

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, menangkap dua ayah bejat yang tega mencabuli anak mereka sendiri. Kedua pelaku itu yakni, AT alias Soni (36) dan EM alias Erik (40).


Kejadian ini terjadi pada dua lokasi berbeda di Kota Ambon. Di Kecamatan Sirimau dan Baguala. Kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini dijerat Pasal 1 ayat (1), (2), dan (3) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

Pencabulan yang dilakukan AT terhadap anak kandungnya, itu dua kali. Pertama bulan Februari 2020, sekitar pukul 00.30 WIT, dan terakhir kali pada taggal 13 Juni 2020, Pukul 00.30 WIT.

Sementara EM, terjadi bulan Oktober 2016, saat anaknya masih kelas 6 SD. Terakhir dilakukan Desember 2017.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang menjelaskan, perbuatan bejat yang dilakukan AT, itu terjadi di rumah mereka di salah satu wilayah di Kecamatan Sirimau.

Saat itu, ibu korban sedang pergi bekerja dan kakak korban bermain di luar rumah. “Tersangka melakukan percabulan terhadap korban berulangkali setiap kali istrinya ke kantor,” beber Kapolresta.

Kasus ini terungkap ketika korban menceritakan kepada ibunya. Atas dasar itu, ibu korban melaporkan ke polisi. “Sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan sementara dikurung di rumah tahanan Polresta Ambon,” jelasnya.

Untuk EM, perbuatan bejatnya dilakukan di rumah mereka di sebuah desa di Baguala, Kota Ambon. Saat itu, korban yang masih berusia 15 tahun sedang tidur dalam kamar. “Saat tidur tersangka masuk dan mengerayangi tubuh anak kandungnya itu. Pencabulan terjadi terus menerus sampai korban SMP kelas 2 SMP. Dan tahun 2018 korban akhirnya disetubuhi ayah kandungnya,” tutur Kapolresta.

Usai menyetubuhi darah dagingnya, EM pun meminta korban tidak menceritakan kepada siapapun termasuk ibunya. “Ini terbongkar karena korban sudah tidak tahan lagi dengan perbuatan tersangka. Korban memberanikan diri untuk menceritakan perbuatan tersangka kepada ibunya, selanjutnya ibu korban melaporkan ke pihak kepolisian,” terangnya. Akibat perbuatan mereka, keduanya terancaman pidana 15-20 tahun. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top