HUKRIM

Dua Bendahara Diperiksa Terkait SPPD Fiktif

RakyatMaluku.com – KASUS dugaan tindak pidana korupsi SPPD fiktif Pemerintah Kota Ambon tahun 2011 senilai Rp 6 miliar yang bersumber dari dana Dipa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Kota Ambon tahun 2011, terus diselidki Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. Melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), hari ini (kemarin, red) dua bendahara diperiksa, mereka adalah Bendahara Sekretariat Dewan Revi Likumahua, dan bendahara Sekretariat Kota Ambon Josias Aulele.

Revi Likumahua yang diperiksa oleh Bripka Bripka Roy Sinai, diruangan Unit IV Tipikor Satreskrim, sekitar pukul 09.00 WIT -13.00 WIT. Dia diperiksa terkait dugaan 114 tiket bodong, sedangkan Josias Aulele, yang saat ini menjabat sebagai Kasubbag Rumah Tangga Bagian Umum Sekot Ambon,diperiksa oleh Bripka Mohammad Akipai Lessy, dan Bripka Patrik Pattirajawane, diruangan Unit 2 Tipiter, sekitar pukul 09.00 WIT -16.30 WIT, berkaitan dengan kucuran anggaran untuk membiayai 100 tiket.

Kasat Reskrim Polres Ambon AKP Adikusama melalui Kanit IV Mohammad Akipai Lessy mengatakan untuk kasus dugaan tipikor SPPD fiktif Kota Ambon tahun 2011 dalam proses penyelidikan oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease berupa pemeriksaan beberapa dokumen-dokumen yang tentunya telah di kantongi oleh penyidik.Siapapun dia pejabat Pemkot Ambon yang terlibat dalam kasus ini pasti akan diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik Tipikor Satreskrom Polres Ambon,” ungkapnya kepada wartawan, Senin, 7 Mei.

Dikatakan,untuk mengungkapkan kasus ini, penyidik juga akan menyurati beberapa pejabat Pemerintah Kota Ambon maupun pejabat DPRD Kota Ambon untuk diperiksa dan dimintai keterangan, termasuk mantan pejabat di lingkup Pemkot Ambon.

“Harapan saya, dari pemeriksaan beberapa saksi ini dapat memberikan gambar bagi penyidik untuk bisa mengantongi calon-calon pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Yang jelas pastinya ada pejabat-pejabat Pemkot dan DPRD Kota Ambon yang masuk dalam calon tersangka,” ungkap Perwira pertama Polri yang pernah menjabat selaku Kasat Reskrim Polres SBB ini.

Tambah dia, pada Kamis, 3 Mei, Saleh Mahulete telah dimintai keterangan oleh penyidik, Saleh saat itu menyerahkan SKnya sebagai Kadis Dispenda Kota Ambon terkait dengan beberapa dokumen yang diterimanya oleh Robert Siloy, selaku Bandahara Umum Daerah (BUD), Kota Ambon tahun 2011.

“Pak Saleh Mahulete telah diperiksa dan dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan tersebut, Saleh Mahulete sama sekali tidak mengetahui kucuran anggaran APBD tahun 2011 untuk membiayaai 100 tiket fiktif yang saat itu lebih diketahui oleh Robert Siloy selaku mantan Bendahara Umum Daerah (BUD). Robert Siloy saat ini menjabat sebagai Asisten I,” ungkap Adikusuma. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top