HUKRIM

Dua Orang Ngaku BIN Dan Polisi Ternyata Anggota LRM-RI

RakyatMaluku.com – INDRAYATI dan Julius Sitaniapessy, yang ngaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) serta polisi, sehingga menipu Kepala Desa Maserete, Kecamatan Teluk Kaeyeli, Kabupaten Buru, ternyata mereka bagian dari Lembaga Missi Leclassering Republik Indonesia (LMR-RI) Provinsi Maluku. Hal ini disampaikan Ketua LRM-RI Maluku Devi Sileti. Menurutnya, kedua anak buahnya itu, ditugaskan ke Buru dalam rangka melaksanakan tugas yang diemban LRM-RI.

Namun, entah kenapa, Indrayani dan Julius melakukan penipuan dan pemerasan.

“Anggota tersebut dalam melaksanakan tugas ke Kabupaten Buru Selatan (Bursel) mereka (Irdayannti dan Julius-red) tidak menyampaikan atau pemberitahuan kepada pimpinan setempat, dan saya sendiri selaku komandan (ketua),” ucap Devi Sileti kepada wartawan, Jumat, 27 Juli.

Selain keduanya, ia juga membenerkan sejumlah anggotanya ikut ke pulau penghasil minyak kayu putih itu. Mereka adalah, Yohanes Ruri, Jefri Melatunan, Herman Gunawan, Julius Sitaniapessy (63) dan Irdayannti (23).
“Memang kemarin itu, ada lima orang anggota, Yohanes malam langsung pulang, empat orang di sergap disana (Buru,red). Julius dan Irdayanti diproses di Pulau Buru, sedangkan Jefri dan Herman di proses di Resmob Polda Maluku, di Tantui,” akui Sileti.

Secara kelembagaan, kata dia, LMR-RI, tidak bersalah terkait persoalan itu. LMR-RI, merupakan lembaga sakral, dan juga merupakan lembaga indenpenden, yang di tunjuk oleh negara untuk melaksanakan tugas-tugas atau pekerjaan negara seperti masalah hukum, korupsi,Illegal Loging, Traffiking, perjudian maupun kejahatan lain yang bertantangan dengan persolan hukum.

“Lembaga (LMP-RI) dalam hal ini tidak salah, disalahkan itu pribadi oknumnya. Mohon ini dipahami dengan benar oleh publik Maluku dan khusnya di Pulau Buru. Tidak boleh dihentikan, sehingga mereka-mereka yang sudah menyalahgunaka dengan memamaki indentitas Kompartemen Intelijen LMR-RI (KIN), kemudian KPK dan BIN, mereka harus diproses hukum secara tegas sesuai perbuatan yang mereka lakukan. Secara institusi saya mohon maaf, karena MRI punya kerja sama dengan semuah intansi pemerintah, khusnya BIN, KPK, Kejaksaan, Kepolisian, dan penegak hukum lainya,” ucap Sileti.

Menyoal, selaku ketua Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI), perwakilan Maluku bagaimana melakukan pengawasan terhadap anggotanya, Sileti menandas sejak awal direkrut masuk menjadi anggota untuk tetap berada pada prosedur dan Visi-Misi lembaga tersebut.

“Saya sudah mengingstruksikan itu lebih awal. Sejak kita dilantik, sudah saya sampaikan kepada selutuh anggota baik pengrus Provinsi dan 11 Kota/Kabupaten dalam melaksankan tugas harus sesuai tupoksi, yang sudah diberikan Negara kepada LMR-RI. Tupoksi itu sudah tertera dalam surat tugas. Sehingga dalam melaksankan tugas tidak salah arah,” tutur Sileti.

Dipastikan, LMR di bentuk dan lantik keanggoraan sejak 27 Februari 2015 silam, dan berkantor untuk Wilayah Maluku kawasan jalan Kayadoe, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.” Anggota yang dilantik 450 orang, di 11 Kabupaten Kota/Maluku,” tutup Sileti. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top